Libur HUT RI, Pengunjung Mal dan Hotel Alami Kenaikan
Jadi untuk disinfektan dan pembersihan area umum kita naikkan dua kali lipat
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang | Editor: Eti Wahyuni
TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Pusat perbelanjaan menjadi salah satu pilihan tempat yang banyak dikunjungi masyarakat pada saat hari libur termasuk libur memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Hal ini menyebabkan kunjungan ke mal juga mengalami kenaikan.
Mengantisipasi kenaikan pengunjung tersebut, pihak pusat perbelanjaan juga turut meningkatkan kebersihan mal. Salah satunya di Millennium ICT Center, dimana pihak pengelola gedung meningkatkan kebersihan mal hingga dua kali lipat dari biasanya.
"Kami perkirakan hari ada 20 persen peningkatan pengunjung. Jadi untuk disinfektan dan pembersihan area umum kita naikkan dua kali lipat," kata Manager Plaza Millennium ICT Center, Machruzar, Senin (17/8/2020).
• Sambut Hari Kemerdekaan, Mal di Medan Gelar Beragam Diskon dan Promo
Selain kebersihan, Duta Sehat yang memastikan semua protokol kesehatan dijalankan di mal ini juga bekerja dua kali lipat dari biasanya. Dimana biasanya hanya dilakukan delapan kali sehari, khusus libur kemarin dinaikkan menjadi 16 kali sehari.
Selain itu, Sun Plaza juga melakukan peningkatan kebersihan. Hal ini sejalan dengan diprediksinya kenaikan pengunjung yang datang ke mal ini.
"Kami memang memprediksi ada peningkatan kunjungan hari ini (kemarin). Protokol kesehatan tetap kami jalankan dan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Kami pastinya meningkatkan pengawasan dan tetap menjaga kebersihan," kata Marcomm Manager Sun Plaza Yokie.
Salah seorang pengunjung Sun Plaza Dita mengaku ia dan keluarganya memilih mengunjungi mal saat liburan seperti ini. Selain dekat, mengunjungi mal dianggap lebih efisien di waktu libur yang tidak terlalu lama.
"Paling kalau libur seperti ini ke mal sih karena dekat. Kalau ke luar kota seperti ke Brastagi takutnya macet, apalagi liburnya enggak panjang kan. Jadi lebih baik ke mal sekadar makan atau belanja," katanya.
Sementara itu Nando mengatakan memanfaatkan waktu libur ke mal karena lebih dekat dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Karyawan swasta asal Asahan ini mengatakan mal juga sudah melakukan kegiatan protokol kesehatan yang membuatnya yakin untuk masuk.
"Di luar juga sudah di ukur suhu tubuhnya. Kalau mau masuk lift juga enggak harus memencet tombolnya karena lift nya berhenti di setiap lantai. Jadi lebih tenang, yang penting pakai masker saja dan rajin cuci tangan," katanya.
Selain pusat perbelanjaan, hotel juga menjadi pilihan masyarakat untuk berlibur. Salah satunya GranDhika Setiabudi Medan yang mengalami peningkatan okupansi sekitar 10 persen.
"Ada peningkatan sekitar 10 persen. Kalau okupansi bisa mencapai sekitar 50 persen. Kami juga menyediakan beberapa promo untuk food and beverage dan juga menginap," ujar Public Relation Hotel GranDhika Setiabudi Medan, Jesica M.
Sementara Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut, Denny S Wardhana mengatakan, rata-rata terjadi peningkatan okupansi hotel di Sumut khususnya di daerah wisata pada libur kemerdekaan ini. Ia mengatakan, okupansi hotel di daerah wisata bisa lebih dari 70 persen saat ini.
"Kalau di Medan masih belum ada kenaikan (okupansi hotel), masih seperti biasa. Sedangkan di daerah wisata yang naik okupasinya bisa di atas 70 persen," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kunjungan-mal.jpg)