75 Tahun Indonesia Merdeka tapi Kampung Titi Payung Belum Teraliri Listrik, Ini Tanggapan PLN
PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3/dulu disebut Area Lubukpakam) angkat bicara terkait aksi unjuk rasa puluhan warga dari Kampung Titi Payung
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Juang Naibaho
Ia pun mengharapkan agar masyarakat juga bisa sabar menunggu. Apalagi di tengah situasi pandemi covid-19 saat ini PLN juga harus mengikuti ketentuan yang ada.
“Bulan Juni kita kan sudah kena covid, anggaran investasi semuanya diblok pemerintah. Kita belum boleh menggunakannya dulu karena mengutamakan penanganan covid. Makanya semua anggaran investasi APBN itu tidak boleh digunakan dulu sementara. Pembiayaan semua ditanggung PLN kalau masalah ini. Kalau survei sudah dua kali karena sudah jadi atensi kita pastinya. Pertemuan dengan pihak Lonsum pun sudah, cuma belum ada bukti tertulis akan diizinkan, tapi seolah-olah menggambarkan dibolehkan. Tidak ada tertulis kepada PLN," terangnya.
Ia menyebut PLN perlu izin secara resmi supaya menjadi pegangan saat pekerjaan berlangsung, dantidak ada upaya menghalang-halangi lagi.
Kalkulasi sementara PLN, untuk masuk kabel ke Kampung Titi Payung butuh sekitar 85 tiang.
"Ini sudah jadi perhatian PLN karena itu sudah programnya pemerintah terlistriki 100 persen tahun 2025. Cumakan program pemerintahan terhalang seperti ini (covid). Semua program pembangunan jaringan listrik ini semuanya terhenti se-Indonesia gak ada yang lanjut sekarang ini," katanya.
• Terkini Ada 69 Kasus Baru Covid-19 di Sumut, Total 5.427 Orang, Pasien Sembuh Bertambah 101
Diberitakan sebelumnya, puluhan warga Kampung Titi Payung Desa Naga Timbul, Kecamatan Tanjung Morawa, melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Bupati Deliserdang, Jumat (13/8/2020).
Massa menuntut agar Pemkab Deliserdang mempunyai kepedulian terhadap kampung mereka.
Pasalnya, hampir 75 tahun Indonesia merdeka namun hingga saat ini Kampung Titi Payung belum teraliri listrik.
Meski berada di area perkebunan kelapa sawit PT Lonsum, namun masyarakat meyakini bukan berarti tidak ada cara agar aliran listrik bisa masuk ke kampung mereka.
Disebut kampung mereka seperti daerah yang jauh tertinggal.
Untuk lampu penerangan pada malam hari mereka hanya menggunakan lampu sentir.
Warga menyebut sudah lama menantikan aliran listrik bisa masuk ke kampung mereka.
Tidak hanya kalangan orangtua yang menjadi bagian dari masa anak-anak sampai balita pun ikut dibawa ke depan kantor Bupati.
"Pak Bupati kami cuma pingin listrik. Udah 75 tahun merdeka ini," teriak salah satu massa.
Setelah beberapa menit melakukan aksi beberapa perwakilan massa pun langsung diterima oleh Pemkab.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/demo-aliran-listrik-di-titi-payung-deliserdang.jpg)