Pemimpin Hizbullah dengan Tegas Menolak Tidak Terlibat dengan Ledakan Dahsyat di Beirut Lebanon
Penyebab ledakan dahsyat di Beirut, Lebanon pada Selasa (4/8/2020) lalu masih menjadi misteri.
Jauh sebelum kejadian ledakan besar di Beirut, Nasrallah pernah mengancam akan menargetkan kilang kimia dan minyak di pelabuhan Haifa, pelabuhan alami milik Israel di Laut Tengah.
Penargetan itu sebagai upaya menciptakan ledakan yang mirip dengan yang telah terjadi di pelabuhan Beirut.
Selama perang antara Hizbullah dengan Israel pada 2006, kelompok militan Syiah itu menembakkan ratusan rokte ke pelabuhan Haifa.
Hizbullah sendiri berusaha menangkis teori bahwa mereka telah menyimpan senjata di pelabuhan Beirut untuk menyerang pelabuhan Haifa.
Bahkan Hizbullah mengatakan tidak sama sekali bertanggung jawab atas aktivitas pelabuhan dan bahkan ia mengatakan tidak tahu banyak tentang pelabuhan Beirut.
"Kami tidak mengatur pelabuhan, atau mengelolanya, kami juga tidak ikut campur di dalamnya."
• Kronologi Gadis Muda 14 Tahun Dihamili Pacar Lalu Dibawa Kabur, Ibunya Menangis dan Lapor Polisi
"Kami juga tidak tahu apa yang sedang terjadi di sana tanggung jawab kami adalah melakukan perlawanan (Israel)."
"Kami tahu lebih banyak tentang pelabuhan Haifa daripada pelabuhan Beirut," kata Nasrallah.
Sementara itu dalam menanggapi dugaan Presiden Lebanon, Michel Aoun tentang adanya intervensi asing, Nasrallah hampir tidak menyebutkan Israel selama pidatonya.
"Mereka yang bertanggung jawab akan diperlakukan seperti sekutu, suatu agama atau sekte, itu tidak relevan."
"Siapa pun mereka, apa pun keluarga atau sekte atau partainya, keadilan harus ditegakkan," kata Nasrallah.
Nasrallah menyebutkan bahwa spekulasi tentang Hizbullah penyebab terjadinya ledakan besar di Beirut, adalah tuduhan bermotif politik dan hanya untuk menyalahkan Hizbullah.
Menurutnya, arah untuk menyalahkan Hizbullah sudah ada "sejak awal" yang dilempar oleh media dan beberapa "kekuatan politik", sejak ledakan terjadi.
"Intinya adalah bagi para pelaku kesalahan ini selalu berusaha untuk menemukan sesuatu yang dapat disalahkan kepada Hizbullah," katanya.
Nasrallah melanjutkan dengan mengingatkan semua pihak bahwa pihak Amerika Serikat (AS) telah menarik spekulasinya tentang adanya faktor "serangan" di balik terjadinya ledakan besar di Beirut.
• Kelanjutan Kasus Anak Gugat Ibu Kandung, Mariamsyah Siahaan (74) Kirim Surat ke Panglima TNI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/sebuah-helikopter-berusaha-memadamkan-api-dalam-ledakan.jpg)