Pamer Kekuatan Kerahkan Jet Tempur ke Laut China Selatan, Malah Terungkap Omong Besar China

Misi 10 jam itu menunjukkan kemampuan AU China untuk memastikan kekuasaan atas pulau-pulau yang disengketakan di Laut China Selatan.

Editor: Tariden Turnip
global times
Pamer Kekuatan Kerahkan Jet Tempur ke Laut China Selatan, Malah Terungkap Omong Besar China. Jet tempur China melakukan refuelling di udara 

PAMER kekuatan kerahkan jet tempur ke Laut China Selatan, malah terungkap omong besar China

Media China menggembar gemborkan kehebatan  militer China yang bersiaga menghadapi provokasi militer Amerika.

AS mengirim 67 pesawat pengintai besar ke Laut China Selatan pada Juli, naik dari 35 pada Mei dan 49 pada Juni, menurut South China Sea Strategic Situation Probing Initiative, think tank berbasis di Institut Universitas Peking, yang juga corong China.

Haike News, aplikasi berita yang dioperasikan oleh corong Partai Komunis, People's Daily mengunggah video kedua, seorang pilot angkatan udara Tiongkok memperingatkan pesawat lain untuk memasuki “wilayah udara teritorial Tiongkok”.

"Pergi segera! Kalau tidak, Anda akan dicegat, " kata pilot seperti dikutip dalam video.

Audio ini sebenarnya sudah diunggah South China Sea Strategic Situation Probing Initiative, 23 Juli 2020 lalu.

Pria Paling Beruntung, Punya 4 Istri 30 Anak, dan Temukan 3 Batu Mulia Rp 80 Miliar dalam 2 Bulan

Netizen sempat mempertanyakan keabsahan audio ini mengingat tidak disebutkan jenis pesawat yang diuir tersebut. 

Selain itu, Radio Nasional China yang dikelola pemerintah melaporkan, Komando Theater Selatan - yang mengawasi operasi angkatan bersenjata China di Laut China Selatan - mengirim dua pembom ke daerah yang dirahasiakan untuk pelatihan tempur siang dan malam, 

Lalu Haike News, mengunggah penerbangan jarak jauh selama 10 jam dari pangkalan di China ke Subi Reef di Laut China Selatan yang melibatkan jet tempur Su-30 yang didampingi pesawat pengisi BBM untuk melakukan refuelled selama penerbangan.

“Tujuan kami bukan untuk mendorong batas atau memecahkan rekor.

Semua latihan kami ditujukan untuk [mempersiapkan] pertempuran yang sebenarnya, ” katanya.

Subi Reef, di Kepulauan Spratly, dikuasai China tetapi juga diklaim oleh Vietnam, Filipina, dan Taiwan.

Namun aksi pamer kekuatan Angkatan Udara China ini malah menjadi bahan komunitas intelijen open source (OSINT) mengungkap kelemahan mendasar kekuatan China di Laut China Selatan.

David Axe dalam artikel di forbes mengulas aksi pamer kekuatan yang melibatkan enam jet tempur Su-30 Angkatan Udara Tiongkok terbang dari pangkalan mereka di China selatan sampai ke Subi Reef di Laut China Selatan dan kembali dengan jarak sekitar 1.600 mil.

Misi 10 jam itu menunjukkan kemampuan AU China untuk memastikan kekuasaan atas pulau-pulau yang disengketakan di Laut China Selatan.

Tetapi aksi ini juga membongkar kelemahan utama Angkatan Udara Tiongkok.

Jet tempur China Su-30 melakukan refuelling
Jet tempur China Su-30 melakukan refuelling (global times)

Pertama jet tempur Su-30 terbang tidak bersenjata atau bersenjata ringan.

Selam misi jet tempur ini mengisi bahan bakar dua kali dari pesawat tanker Il-78 tanker — sekali pengisian outbound, sekali pengisian saat inbound.

Jika dengan melibatkan dua pesawat tanker Il-78, maka itu artinya misi ini memakai dua pertiga dari tanker berat Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat.

Angkatan Udara China memiliki sejumlah kecil tanker menengah untuk pesawat pembom H-6, yang jangkauan dan kapasitas kurang dibandingkan dengan tiga pesawat tanker Il-78.

Juga, sistem pengisian bahan bakar H-6 dilaporkan tidak sesuai dengan Su-30.

Di satu sisi, PLAAF secara tidak sengaja mungkin telah menunjukkan batas kemampuan proyeksi kekuatannya.

Secara realistis selama masa perang, angkatan udara dapat mengirim paling banyak beberapa lusin jet tempur  dalam misi panjang di Laut China Selatan.

Jet tempur ini akan dipersenjatai ringan.

Dan misi tidak akan menyisakan pesawat tanker untuk operasi lain.

Dalam video Misi Subi Reef itu, terungkap para kru dari Brigade Udara 6 di pangkalan udara Nanning — dekat perbatasan China dengan Vietnam — mempersiapkan jet tempur Su-30 bermesin ganda yang dibeli sekitar 100 unit dari  Rusia pada awal 2000-an.

Saat para kru memeriksa jet tempur mereka, tampak jelas bahwa beberapa dari mereka hanya membawa satu atau dua rudal udara-ke-udara. Yang lain bahkan tidak bersenjata.

Jet tempur terbang dalam formasi di atas air biru Laut China Selatan.

Ketika tiba saatnya mengisi bahan bakar, Sukhoi mendekati Il-78.

Untuk alasan yang tidak sepenuhnya jelas, dalam video pesawat Il-78 diblur.

Saat jet tempur terus menuju Subi Reef, pilot disorot saat menyantap makanan dari bungkus foil.

Setibanya di Subi Reef, jet Su-30 turun ke level rendah sebelum berbalik dan pulang.

Jet Su-30 kembali mendekati pesawat tanker untuk mengisi BBM sekali lagi sebelum mendarat.

Bukan tanpa alasan bahwa militer AS mempertahankan jaringan pangkalan luar negeri yang luas serta hampir 500 tanker udara dan 11 kapal induk bertenaga nuklir.

Kapal induk Amerika USS Nimizt dan USS Ronald Reagen di Laut China Selatan
Kapal induk Amerika USS Nimizt dan USS Ronald Reagen di Laut China Selatan (us pacific fleet)

Jarak adalah perusak hebat kekuatan udara taktis.

Jet tempur yang beroperasi dari pangkalan-pangkalan darat dan tanpa dukungan pesawat tanker atau jaringan lapangan terbang ekspedisi, tidak dapat melakukan perjalanan sangat jauh. 

Keterbatasan itu memiliki implikasi besar bagi kemampuan Tiongkok untuk memperjuangkan klaim Laut China.

Tentu akan lebih baik setelah Angkatan Laut China membangun dua kapal induk kecil dan sedang mengerjakan yang ketiga.

Angkatan Udara China juga dilaporkan sedang mengembangkan versi tanker dari pesawat Y-20 yang baru.

Tentara Pembebasan Rakyat telah membangun sejumlah pos pulau di seberang Laut Cina, beberapa di antaranya dapat mendukung operasi jet tempur.

Di Subi Reef sendiri terdapat landasan pacu yang panjang.

Tetapi misi Su-30 adalah pengingat bahwa memproyeksikan kekuatan itu sulit.

Dan China masih belum mahir melakukannya. (forbes)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved