Parah! Israel Dituduh Ubah 15 Masjid Jadi Tempat Dugem, Restoran & Sinagog Untuk Kepentingan Yahudi
Sementara Masjid lain al-Jadid, di kota Kaisarea diubah menjadi tempat dugem, alias diskotek.
Kementerian itu mengatakan, otoritas Israel telah mengalokasikan jutaan shekel untuk membangun tempat ibadah bagi umat Islam yang tinggal di Israel.
Disebutkan pemerintah telah mendanai lebih dari 100 masjid dan membayar gaji para imam mereka.
Namun, Khatib membantah pembelaan Israel, dengan mengatakan, "Pemerintah Israel tidak pernah membangun satupun masjid dalam sejarah negara itu."
"Semua masjid yang dibangun oleh umat muslim yang mengumpulkan sumbangan untuk membuat rumah ibadah mereka," katanya.
• MENAG Sebut Perpendek Pelaksanaan Salat, Khotbah Tanpa Mengurangi Syafaat dan Rukunnya
Khatib melanjutkan bahwa semua masjid tidak terdaftar dengan otoritas keagamaan Israel.
"Para imam masjid mendapatkan bayaran dari komite masjid, yang mengumpulkan sumbangan untuk membayar kebutuhan masjid," katanya.
Tahun 1743 penguasa Palestina era Utsmani, Zahir al-Umar al-Zaydani, membangun masjid atas namanya di Tiberias bagian utara.
Masjid ini menjadi titik magnet jamaah, sampai 1948, namun semenjak Nakba sebagian penduduk sekitar masjid telah melarikan diri ke Suriah dan Libanon.
Keluarga Zaydani telah pindah ke kota Nazareth yang berdekatan.
Khatib mengatakan pada pemerintah Israel untuk merenovasi masjid itu, tetapi selalu ditolak.
Bahkan otoritas Israel melarang jamaah memasuki masjid yang telah ditutup itu.
(*)
Artikel ini sudah tayang di Intisari dengan judul : Jika Benar Bisa Dianggap Melecehkan Umat Islam, Israel Dituduh Mengubah 15 Masjid Menjadi Tempat Dugem, Restoran dan Sinagog Untuk Kepentingan Yahudi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/1335356125.jpg)