MENAG Sebut Perpendek Pelaksanaan Salat, Khotbah Tanpa Mengurangi Syafaat dan Rukunnya

PELAKSANAAN Salat Idul Adha yang jatuh pada 31 Juli 2020 harus dipercepat, agar masyarakat tidak berlama-lama berkerumun.

YouTube metrotvnews
Menteri Agama (menag) Fachrul Razi dalam kanal YouTube metrotvews, Rabu (5/2/2020). 

T R I B U N-M E D A N.com- PELAKSANAAN Salat Idul Adha yang jatuh pada 31 Juli 2020 harus dipercepat, agar masyarakat tidak berlama-lama berkerumun. Hal ini disampaikan, Menteri Agama Fachrul Razi.

Kementerian Agama telah mengeluarkan panduan shalat Idul Adha aman Covid-19 yang dituangkan dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 18 Tahun 2020.

Ada sejumlah hal yang diatur melalui panduan itu, salah satunya anjuran memperpendek pelaksanaan shalat dan khotbah Idul Adha.

"Perpendek pelaksanaan shalat dan khotbah tanpa mengurangi syafaat dan rukunnya," kata Menag di Graha BNPB, Jakarta Timur, Kamis (30/7/2020).

Melalui surat edaran itu, Menag meminta supaya pintu masuk tempat shalat Idul Adha dibatasi guna pengecekan suhu tubuh jemaah sebelum shalat.

Kemudian, jemaah diwajibkan membawa peralatan shalat masing-masing.

Tak lupa jemaah harus memakai masker, menjaga jarak, tidak bersalaman atau berpelukan.

"Pengumpulan infak tanpa bersentuhan dengan kotak sumbangan," ujar dia. 

Fachrul mengatakan, pada prinsipnya shalat Idul Adha tahun ini dapat dilakukan di lapangan atau masjid.

Namun, bagi daerah yang oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dinyatakan tingkat penularan virusnya masih tinggi, shalat Idul Adha hendaknya tidak dilakukan di luar rumah.

Fachrul menyebut, dengan mematuhi protokol kesehatan, Idul Adha 1441 Hijriah dapat dirayakan dengan aman Covid-19.

"Untuk umat Islam di seluruh persada Nusantara, kami ucapkan selamat merayakan hari raya Idul Adha 1441 Hijriah dengan khidnat dan suka cita," kata Fachrul.

"Mari kita terus berdoa kepada Allah SWT semoga wabah Covid-19 segera berakhir dan hilang dari negeri Indonesia dan seluruh belahan dunia," ucap dia.

Pemerintah telah menetapkan Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah 1441 Hijriah jatuh pada Jumat, 31 Juli 2020.

Keputusan ini ditetapkan melalui sidang isbat awal bulan Zulhijah 1441 Hijriah/20120 Masehi, Selasa (21/7/2020).

"Dinyatakan Idul Adha tanggal 10 Zulhijah 1441 Hijriah jatuh pada hari Jumat tanggal 31 Juli 2020," kata Menteri Agama Fachrul Razi melalui siaran langsung Kemenag RI, Selasa malam.

Salat di Lapangan Bila Aman dari Covid-19

Menteri Agama Fachrul Razi menyebutkan, shalat Idul Adha dapat dilakukan di masjid atau lapangan jika suatu daerah aman dari Covid-19.

Sementara, bagi daerah yang oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dinyatakan masih tinggi tingkat penularan virus corona, shalat Idul Adha hendaknya tak dilakukan di luar rumah.

"Pada prinsipnya shalat Idul Adha 1441 Hijriah sudah dapat kita lakukan di lapangan atau di masjid. Kecuali di tempat atau daerah tertentu yang tidak dibolehkan oleh pemerintah daerah atau Gugus Tugas Covid-19 setempat karena alasan tidak aman Covid," kata Fachrul di Graha BNPB, Jakarta Timur, Kamis (30/7/2020).

Fachrul mengatakan, bagi daerah yang hendak melaksanakan shalat Idul Adha di masjid atau lapangan, wajib menerapkan protokol kesehatan.

Kementerian Agama telah mengularkan panduan shalat Idul Adha aman dari Covid-19 yang tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 18 Tahun 2020.

Melalui edaran itu, Menag meminta supaya pintu masuk tempat shalat Idul Adha dibatasi guna pengecekan suhu tubuh jemaah sebelum shalat.

Kemudian, jemaah juga diwajibkan membawa peralatan shalat masing-masing.

Tak lupa jemaah harus memakai masker, menjaga jarak, tidak bersalaman atau berpelukan.

"Pengumpulan infak tanpa bersentuhan dengan kotak sumbangan dan perpendek pelaksanaan shalat dan khotbah tanpa mengurangi syafaat dan rukunnya," ujar Fachrul.

Surat edaran tersebut juga memuat panduan penyembelihan hewan kurban yang aman dari Covid-19.

Disebutkan bahwa pemotongan hewan kurban dilakukan dengan menaati protokol kesehatan, yakni dilaksanakan di tempat terbuka.

Kemudian, hewan kurban dalam keadaan sehat, petugas memakai masker dan membawa alat masing-masing. Petugas juga harus menjaga jarak dan mencegah terjadinya kerumunan orang.

Selanjutnya, daging kurban dibagikan dengan cara petugas mengantar ke alamat penerima.

Menag mengimbau agar umat Islam menyalurkan daging kurban sebanyak-banyaknya ke fakir miskin, lantaran banyak umat yang terdampak pandemi Covid-19.

"Dengan menaati protokolkesehatan sebaik-baiknya insyaallah kita dapat merayakan Idul Adha 1441 Hijriah dengan baik, khidmat, dan aman Covid," kata Fachrul.

"Mari kita terus berdoa kepada Allah SWT semoga wabah Covid-19 segera berakhir dan hilang dari negeri Indonesia dan seluruh belahan dunia," tuturnya.

Pemerintah telah menetapkan Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah 1441 Hijriah jatuh pada Jumat, 31 Juli 2020.

Keputusan ini ditetapkan melalui sidang isbat awal bulan Zulhijah 1441 Hijriah/20120 Masehi, Selasa (21/7/2020).

"Dinyatakan Idul Adha tanggal 10 Zulhijah 1441 Hijriah jatuh pada hari Jumat tanggal 31 Juli 2020," kata Menteri Agama Fachrul Razi melalui siaran langsung Kemenag RI, Selasa malam.

Artikel ini sudah tayang di kompas.com dengan judul Cegah Covid-19, Menag Minta Shalat dan Khotbah Idul Adha Diperpendek dan Menag: Shalat Idul Adha Dapat di Luar Rumah Kecuali yang Tak Dibolehkan Satgas

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved