Jumlah Emas yang Dituntut Trah HB II dari Inggris, Ternyata Setara 48 Kali Cadangan Emas Freeport

Ya, trah HB II menuntut Inggris mengembalikan 57.000 ton emas yang dirampas dari Keraton Yogyakarta saat perang terjadi.

Tribun Jogja
Peristiwa Geger Sapehi. 

Fajar mengatakan, tuntutan pengembalian hasil jarahan oleh Pemerintah Inggris, termasuk ribuan ton emas, bukan tujuan utama keluarganya.

Keturunan HB II hanya ingin ada pelurusan sejarah soal Perang Sepehi.

Sehingga Raja Keraton Yogyakarta itu bisa diajukan menjadi Pahlawan Nasional.

"Intinya Geger Sepehi bukan peristiwa penaklukan, tetapi sebuah usaha secara masif dan barbar dibuat seolah-olah penaklukkan," ujarnya.

Bentrok dengan Khabib Nurmagomedov, Justin Gaethje Klaim Kesempatan Takdirnya

Fajar juga membantah, anggapan Perang Sepehi adalah perang saudara.

Sementara itu, penulis buku Geger Spehi Lilik Suharmajin membenarkan adanya perang yang terjadi pada 1812 itu mengakibatkan Beteng Lor Wetan runtuh.

"Inggris menjajah India, orang-orang India dijadikan tentara bayaran. Tahun 1811 menyerang Palembang dan tahun 1812 menyerang Jawa.

Saat itu jawa dikuasai Daendels (Gubernur Jenderal Hindia Belanda), karena Daendels kalah lalu jenderal dijabat Jensen, Inggris menguasai Jawa," jelasnya.

Lilik membenarkan, akibat Perang Sepehi terjadi perampasan manuskrip, karya-karya intelektual dan perhiasan.

Pagelaran Keraton Yogyakarta
Gunawan Kartapranata/Wikimedia Commons
Pagelaran Keraton Yogyakarta

"Setelah perang karya-karya intelektual Keraton Yogyakarta habis dijarah semua, setelah perang mereka menjarah dengan pedati, dipanggul," katanya.

Namun, Lilik meragukan adanya 57.000 ton emas yang turut dijarah dalam perang tersebut.

"Selama meneliti itu tidak ada, jadi yang dijarah adalah uang, manuskrip atau kekayaan intelektual, dan perhiasan milik Ratu Kencana Wulan, istri tercinta HB II," katanya.

Terkait wacana keluarga trah HB 2 untuk mengembalikan manuskrip, Dia mempertanyakan apakah fasilitas sudah disiapkan untuk merawat manuskrip tersebut.

Ibunya Meninggal Kena COVID-19, Keluarga Tidak Terima, Labrak dan Tikam Dokter yang Merawat

"Mereka menganggap manuskrip adalah sesuatu yang penting, makanya dijaga dengan memerhatikan suhu udara agar tidak rusak. Apakah sudah siap dengan fasilitasnya," ucapnya.

Sejarah Geger Sapehi

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved