Manfaatkan Fasilitas Internet Perpustakaan Kota Medan, Anak-anak Harus Dipantau Orangtua

Saat ini banyak mahasiswa menggunakan fasilitas internet perpustakaan untuk pengerjaan tugas akhir atau skripsi.

TRIBUN MEDAN/KARTIKA
DOKUMENTASI pengunjung dalam menikmati layanan wifi gratis di Perpustakaan Kota Medan, Senin (27/7/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Pembelajaran daring atau online kini dilakukan oleh semua jenjang pendidikan mulai dari SD hingga mahasiswa dengan melakukan komunikasi melalui media ponsel ataupun laptop.

Penggunaan paket internet yang cukup menguras kantong juga mulai dipertimbangkan peserta didik untuk memanfaatkan fasilitas wifi gratis di berbagai fasilitas publik, diantaranya Perpustakaan Kota Medan, Jalan Iskandar Muda No. 270, Kecamatan Medan Petisah, Medan.

Suasana dalam perpustakaan tampak teratur tanpa adanya kerumunan seperti biasa di tengah pandemi.

Pantauan Tri bun Medan, tampak beberapa siswa ataupun mahasiswa sibuk melakukan pengerjaan tugas dengan media ponsel atau laptop.

Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan, Maya Fitriani mengungkapkan,  saat ini banyak mahasiswa menggunakan fasilitas internet perpustakaan untuk pengerjaan tugas akhir atau skripsi.

Ia mengungkapkan bahwa semenjak pandemi, pengunjung jenjang SD ataupun SMP menurun.

Perpustakaan Daerah Sumut Kembali Buka, Ada Perubahan Jam Layanan dan Peniadaan Denda Buku

"Karena kebetulan kemarin kita buka layanan Perpustakaan itu banyak permintaan masyarakat, banyak mahasiswa itu melakukan skripsi. Kita kebanyakan kemarin hanya untuk yang dewasa, jadi untuk SD dan SMP saya lihat pengunjungnya agak berkurang. Jadi kalau seandainya anak-anak agak rentan khawatir juga kalau tidak didampingi orang tuanya," ungkap Maya, Senin (27/7/2020).

Maya menjelaskan bahwa perpustakaan dibatasi untuk 50 pengunjung dalam setiap sesi.

"Kita juga membatasi, kalau dalam pelayanan itu lebih dari 50 orang, kitapun bergantian. Kita menghindari kerumunan. Khawatir kita juga tinggi, jadi kalau untuk mahasiswa di layanan sudah terlalu banyak, kita lakukan secara bergantian," ujarnya.

Maya menuturkan bahwa selama pembelajaran daring ini penggunaan layanan wifi di Perpustakaan meningkat.

"Pengguna internet tinggi kalau misalnya pengunjungnya ada memang digunakan untuk menggunakan layanan internet bagi yang berkunjung. Kalau persentasenya saya tidak tahu pasti cuman kalau dilihat mahasiswa dari pagi selalu berganti," ucap Maya.

Universitas Sumatra Utara Luncurkan Aplikasi USULIB Mobile, Fasilitas Perpustakaan Berbasis Digital

Maya juga menuturkan bahwa anak-anak boleh menggunakan fasilitas internet atau komputer perpustakaan namun harus sesuai dengan peraturan seperti protokol kesehatan maupun pendampingan orangtua.

"Boleh berkunjung tapi harus ada yang memantau oleh orangtua untuk mereka belajar dan jangan bertele-tele. Protokoler kesehatan kita prioritaskan dari ketimbang yang diutamakan anak-anak ini apa. Kalau belajar daring di rumah bisa kalau di luar ya bagaimana. Harus ada yang memantau.

Komputer bisa digunakan namun sesuai protokol kesehatan. Tidak ada batasan pengguna dengan seberapa yang ada difasilitasi perpustakaan," pungkas Maya.(cr13/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved