Sistem Belajar Online di Sumut
Bantu Siswa Fasilitasi Pembelajaran Daring, Irsan Mulyadi Bangun Pojok Belajar Wifi Gratis
Ide pembuatan pojok belajar Irsan ini berawal saat ia membaca situs berita terkait pembiayaan pulsa internet yang cukup memberatkan ekonomi.
Anak-anak yang hadir juga turut menyambut senang adanya fasilitas pojok belajar yang meringankan beban mereka, diantaranya ada Rifky Febrian syah.
"Saya senang pastinya. Saya tahu dari teman, kita berdua datang tadi. Membantu sekali ya jadi kita bisa hemat paket internet. Wifi kencang jadi mudah untuk belajarnya. Nanti bakalan sering datang ya kak mungkin hingga Covid ini selesai," ungkap Rifky.
Senada dengan Rifky, Dio Ferdinand, siswa SMP Kelas 7 ini mengaku sedikit alami kesulitan lantaran harus belajar secara mandiri.
"Kalau belajar daring ini lumayan susah. Kalau belajar sendiri kalau tidak mengerti ini yang bingung. Jadi ya tanya-tanya teman, kadang juga orangtua tidak paham untuk ajarin jadi ya searching pakai google," kata Dio.
Tambahnya, adanya penggunaan pencarian google secara intensif turut membuat pulsa kuota Dio cepat habis. Adanya pojok belajar dengan wifi ini tentu akan sangat membantu sekali.
"Di rumah abis kuota karena sering searching ini. Adanya area wifi ini ya senang kak, karena inikan HP ibu bukan HP saya sendiri, Jadi yang harusnya beli kuota bisa beli HP jadi mau tabung uangnya dulu," tuturnya.
Sediakan Fasilitas Android dan Ajari Anak Disiplin
Pembelajaran daring tentu akan menggunakan ponsel sebagai alat utama pembelajaran. Namun, bagi sejumlah siswa tidak semua beruntung memiliki fasilitas ini.
Mengenai ponsel android, Irsan sendiri sudah memikirkannya. Baginya, pendidikan menjadi hal utama dan tidak memiliki alat seperti ponsel bukan menjadi hambatan untuk menjadi terdidik.
"Ada juga kita dapat info yang tidak ada ponsel berbasis android, saya bilang mereka untuk datang saja ke sini, handphone lama kami yang tidak terpakai yang masih bisa searching dan whatsapp kami sediakan. Mungkin besok atau beberapa hari ke depan akan datang orangnya," ucap Irsan.
Irsan sendiri akan menyediakan fasilitas android selama jam pembelajaran berlangsung.
"Dia datang kita kasih pinjam handphone, selesai belajar mereka bisa pulang. Jangan karena alat dan jaringan menghambat mereka untuk belajar," kata Irsan.
• SMA Negeri 15 Medan Adakan Pelatihan Guru Hadapi Sistem Belajar Daring
Untuk area pojok belajar ini, Irsan tidak memiliki patokan siswa yang ikut menggunakan fasilitas ini. Baginya, banyaknya anak-anak dipersilahkan asal wifi masih dapat berjalan optimal.
"Kita tidak ada target mau berapa aja selama kuota internet kita masih bisa support. Kalau 10 sampai 20 orang bisa support ya silahkan aja. Kalau bangku dan meja kurang, mungkin bisa disiasati dengan duduk tapi tetap jaga jarak," ujarnya.
Belajar di alam dengan beralaskan rumput dan di bawah rindang pohon rindang, Irsan juga turut ingin memberikan edukasi mengenai disiplin dan perilaku.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/belajar-gratis.jpg)