Terkini 20 Tersangka Kerusuhan di Madina

BREAKING NEWS: Terkini Polda Sumut Tetapkan 20 Tersangka Kerusuhan di Madina, Kapolda Ungkap Motif

Di antara 20 yang telah ditetapkan tersangka, lanjut Kapolda Sumut,18 orang sudah berada di Mapolda Sumut,

Tayang:
Editor: Salomo Tarigan
HO/Polda Sumut/tri bun medan
Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin Siregar 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN-

Update kerusuhan di Mandailing Natal akibat protes pembagian dana bansos. 

Personel gabungan Polres Madina, Polda Sumut berhasil amankan 20 orang yang diduga pelaku kerusuhan di Desa Mompang Julu Kecamatan Penyabungan Utara Kabupaten Mandailing Natal.

Sebanyak 18 orang pelaku dibawa petugas ke Mapolda Sumut, sementara dua orang lainnya di proses di Polres Madina.  

Kapolda Sumut Irjen pol Martuani Sormin mengatakan, jumlah tersangka kasus kerusuhan di Desa Mompang Julu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, bertambah menjadi 20 orang.

"Ada 20 tersangka dalam kasus kerusuhan di Madina," ujarnya, Rabu (8/7/2020).

Warga saat melakukan aksi unjuk rasa di Madina karena masalah bantuan sosial terkait dampak Covid-19.
Warga saat melakukan aksi unjuk rasa di Madina karena masalah bantuan sosial terkait dampak Covid-19. (TRIBUN-MEDAN.COM/HO)

Di antara 20 yang telah ditetapkan tersangka, lanjut Kapolda Sumut,18 orang sudah berada di Mapolda Sumut, sementara dua orang yang masih berusia sekolah tetap berada di Madina.

"Ada dua anak sekolah tetap di Polres Madina, yang 18 ditahan di Polda Sumut," ungkapnya.

Seperti yang diketahui, kerusuhan di Desa Mompang Julu pada Senin (29/6/2020) lalu, diduga berawal dari pembagian bantuan langsung tunai (BLT).

Warga Madina melakukan aksi unjuk rasa terkait bansos yang tidak transparan dari Kepala Desa
Warga Madina melakukan aksi unjuk rasa terkait bansos yang tidak transparan dari Kepala Desa (TRI BUN-MEDAN.COM/HO)

Adapun motifnya, lanjut Kapolda, mereka (otak pelaku) juga sempat mengancam Kepala Desa Mompang Julu Hendri Hasibuan agar menyerahkan 30 persen dari jumlah dana desa sebesar Rp 900 juta lebih dengan tujuan agar demo penutupan jalinsum tak jadi dilaksanakan.

"Mereka meminta 30 persen dari jumlah dana desa. Jika tidak bersedia mereka akan mengumpulkan massa dan melakukan aksi," bebernya.

(mft/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved