Cerita Karyawan Lion Air Grup, 'Anak Baru Lahir 2 Minggu, Sekarang Gak Kerja Lagi'

Seratusan lebih karyawan Lion Air Grup yang ada di Bandara Kualanamu, kini menjadi pengangguran. Kontrak kerja mereka tak lagi diperpanjang.

Tayang:
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Juang Naibaho
Tribun-Medan.com/Indra Gunawan
Suasana counter check in Batik Air di Bandara Kualanamu, Deliserdang, tampak sepi pada Senin (6/7/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Seratusan lebih karyawan Lion Air Grup yang ada di Bandara Kualanamu, kini menjadi pengangguran. Kontrak kerja mereka tak lagi diperpanjang.

Sejumlah karyawan yang tidak lagi diperpanjang kontraknya oleh perusahaan, mengaku masih bingung mencari pekerjaan saat ini.

Apalagi, di masa pandemi Covid-19 beberapa diantaranya pun paham kalau lapangan pekerjaan untuk saat ini sulit didapatkan.

Seorang mantan pekerja yang diwawancarai Tribun-Medan.com, mengaku masih menaruh harapan besar agar perusahaan kembali memanggil mereka dalam waktu secepatnya.

"Eenggak tahu lah bang mau kerja apa sekarang ini. Corona gini di mana ada yang mau menerima kita kan,” kata salah satu pekerja yang tidak ingin dituliskan namanya Senin, (6/7/2020).

Ia mengaku pemutusan kontrak kerja ini menjadi pukulan besar bagi dirinya dan keluarga.

Pasalnya, ia baru dikaruniai anak sekitar dua pekan lalu.

“Saya baru dua minggu punya anak dan sekarang enggak kerja lagi. Inilah mau klaim BPJS Ketenagakerjaan lah paling supaya ada uang kita," ujarnya.

Ia pun mengaku sudah mengetahui dan melihat video dari rekan-rekannya yang ada di wilayah lain yang viral di media sosial.

Disebut apa yang terlihat itu juga mereka lakukan dimana pada saat hari terakhir kerja mereka juga ikut sedih karena harus berpisah dengan rekan-rekan kerja.

Ia mengungkapkan, rekan kerja yang satu bagian dengannya ada sekitar 95 orang yang kontraknya tidak diperpanjang.

"Kami bagian Ground Staf namanya kami ya nangis juga kemarin itu cuma enggak ada videonya, enggak ada viral. Yang kena ada juga bagian boarding gate maupun counter check in. Kalau aku yang tugasnya boardingkan pesawat, catat bagasi hingga isi bahan bakar. Kami dikontrak dua tahun sekali dan memang ini aku pas dua tahun kerja dan tidak diperpanjang," katanya.

Pria asal Lubukpakam ini menyebut berdasarkan informasi yang mereka terima dari pihak perusahaan ada kemungkinan kalau mereka akan dipanggil kembali nantinya apabila memang penerbangan sudah normal.

Namun, ia pun tidak mengetahui secara pasti apakah ini sebatas janji manis atau memang benar.

"Harapannya ya bisa dipanggil lagi lah bang. Kalau gaji ya ikut UMK, sekitar Rp 3,2 juta sebulan sudah dipotong BPJS. Saat Corona ini kami kerja cuma 8 jam tapi kalau hari biasa sebelum ada Corona bisa sampai 12 jam. Sistem kerja kami empat hari masuk dua hari libur," katanya.

5 Rekomendasi Film Dokumenter Terbaik Wajib Ditonton Tahun 2020

Pihak Angkasa Pura II Bandara Kualanamu membenarkan bahwa Lion Air Group melakukan pemangkasan karyawan hingga lebih seratusan orang di wilayah kerja Kualanamu.

Total, ada sebanyak 146 karyawan Lion Air Group yang tidak diperpanjang kontrak kerjanya saat ini.

Meski demikian, pelayanan penerbangan tetap berjalan seperti biasa.

Airport Duty Manager Bandara Kualanamu, Abdi Negoro yang dikonfirmasi menyebut, secara resmi pihak Lion Group tidak ada menyampaikan informasi tentang jumlah pasti karyawan yang kontrak kerjanya tidak diperpanjang.

Ia menyebut atas hal ini pihak Angkasa Pura II Bandara Kualanamu hanya berharap agar ke depannya tidak ada timbul gejolak.

"Kalau laporan resmi sama kita tidak ada berapa orang jumlahnya (yang tidak diperpanjang kontrak kerjanya). Tapi berdasarkan informasi dari Lion Ait Group yang kita dapatkan ada sekitar 146 orang. Kita harapkan tidak ada timbul gejolak lah di sini, kalau udah ada (gejolak) baru urusan kita. Sekarang inikan manajemen sendiri-sendiri," kata Abdi Negoro, Senin (6/7/2020).

Abdi mengaku penerbangan masih tidak terganggu karena dalam satu hari hanya ada sekitar 32 penerbangan Lion Air Group saat ini.

Rinciannya sekitar 22 penerbangan Lion Air sementara Wings Air ada 4 dan Batik Air ada 6.

"Sekarang selama situasi Covid-19 cuma 32 penerbangan. Padahal dulu mereka itu dalam satu hari bisa 60 sampai 70 penerbangan. Paling dominan kan Lion Air Group," kata Abdi Negoro.

Ia mengatakan secara keseluruhan untuk saat ini penerbangan di Bandara Kualanamu hanya sekitar 50 penerbangan baik yang berangkat maupun yang datang.

Jumlah itu sudah termasuk penerbangan kargo.

Rata-rata untuk penerbangan yang paling banyak masih mendominasi tujuan Jakarta.

3 Cara Klaim Token Listrik Gratis Bulan Juli, Pakai Situs dan WhatsApp, Hubungi Nomor 08122123123

Diketahui, Lion Air Group sebelumnya mengumumkan pengurangan tenaga kerja Indonesia dan asing (expatriate).

Metode pengurangan berdasarkan masa kontrak kerja berakhir dan tidak diperpanjang.

"Lion Air Group sedang berada di masa sulit dan menantang, atas kondisi pandemi Covid-19 serta memberikan dampak luar biasa yang mengakibatkan situasi penuh ketidakpastian," ujar Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro.

Keputusan pengurangan karyawan itu diambil sebagai strategi mempertahankan kelangsungan perusahaa.

Danang mengatakan, pihaknya telah merampingkan operasi perusahaan, mengurangi pengeluaran dan merestrukturisasi organisasi di tengah kondisi operasional penerbangan yang belum kembali normal.

Sejak mulai beroperasi kembali yang dijalankan secara bertahap, Lion Air Group rata-rata mengoperasikan 10-15% dari kapasitas normal yakni rata-rata 1.400 - 1.600 penerbangan per hari.

"Pada tahun ini, pandemi Covid-19 menjadikan industri penerbangan mati suri atau tidak beroperasi normal di jaringan domestik dan internasional. Sementara, biaya-biaya yang harus ditanggung tanpa beroperasi masih cukup besar, sehingga menimbulkan kesulitan yang sangat berat," katanya.

Lion Air Group melakukan pembicaraan bersama mitra-mitra usaha serta melakukan pemotongan pengahasilan seluruh manajemen dan karyawan dengan nilai prosentase bervariasi, semakin besar penghasilan semakin besar nilai nominal potongannya.

Kebijakan-kebijakan tersebut telah dilaksanakan pada Maret, April, Mei, Juni sampai waktu yang belum ditentukan.

Ia mengatakan, apabila kondisi perusahaan kembali pulih secara bisnis, operasional serta pendapatan, maka karyawan yang tidak diperpanjang kontrak kerja akan diprioritaskan untuk memiliki kesempatan kembali bekerja di Lion Air Group.

"Kami berterima kasih atas dukungan seluruh karyawan dan dari berbagai pihak hingga sampai saat ini masih beroperasi, dengan harapan pandemi Covid-19 segera berakhir, sehingga operasional dan layanan penerbangan normal kembali," katanya.

Lion Air Group masih terus memonitor, mengumpulkan data dan informasi, mempelajari situasi yang terjadi seiring mempersiapkan strategi dan langkah lainnya yang akan diambil guna tetap menjaga kelangsungan hidup perusahaan sekaligus meminimalisir (mengurangi) beban yang ditanggung selama pandemi Covid-19.

(dra/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved