Jumlah Dokter Meninggal Akibat Covid-19 Bertambah, dr AC Punya Riwayat Penyakit Jantung dan Diabetes
Kami yakin bahwa apa yang selama ini menjadi contoh baik perilakunya akan menjadi teladan dokter-dokter junior
TRI BUN-MEDAN.com -
Seorang dokter senior di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mohammad Saleh Kota Probolinggo berinisial AC meninggal karena Covid-19, Kamis (2/7/2020).
Plt juru bicara Penanganan Covid-19 Kota Probolinggo Abraar Kuddah mengatakan, AC telah berkiprah di bidang kesehatan di Kota Probolinggo sejak 1980.
"Kami sangat berduka, tetapi kami yakin bahwa apa yang selama ini menjadi contoh baik perilakunya akan menjadi teladan dokter-dokter junior. Mudah-mudahan almarhum diterima di sisi Allah SWT,” kata Abraar, Kamis.
• MULAI BESOK 5 Juli, UTBK SBMPTN 2020, Persiapan Protokol Kesehatan Unimed, Jelang Pelaksanaan UTBK
• KEBAKARAN di Sukaramai, Petugas Menduga Akibat Arus Pendek
AC juga diketahui memiliki riwayat penyakit jantung dan diabetes.
"Selama di sini dilakukan terapi Covid-19. Akibat kegagalan multi organ dalam tubuhnya beliau tidak mampu bertahan dan akhirnya meninggal," kata Abraar.
Kasus kematian dokter karena Covid-19 bukan pertama kalinya.
Di Surabaya, dokter Miftah Fawzy Sarengat, dokter dari RSU dr Soetomo Surabaya juga meninggal dunia karena Covid-19, Rabu (10/6/2020).
Sang istri yang juga berprofesi sebagai dokter juga terjangkit virus corona dan kini sedang dirawat di RSU dr Soetomo Surabaya.
Begitu juga dengan DDY, seorang dokter di Sampang, Jawa Timur yang juga meninggal karena virus tersebut, Senin (15/6/2020).
Tiga hari sebelum DDY meninggal, ibu kandungnya pun meninggal dunia karena diserang Covid-19.
Sebelum kematian ibu kandungnya, ayah kandung DDY yang merupakan perawat senior di RSUD Sampang juga meninggal dunia, Minggu (7/6/2020)
• MULAI BESOK 5 Juli, UTBK SBMPTN 2020, Persiapan Protokol Kesehatan Unimed, Jelang Pelaksanaan UTBK
Dikutip dari kompas.com
Data Sebelumnya 32 Dokter
Setidaknya 32 dokter meninggal akibat infeksi Covid-19 hingga Minggu (7/6/2020).
Jumlah tersebut terus bertambah seiring dengan meningginya kasus virus corona di Indonesia.
Hal itu diungkapkan oleh anggota Bidang Kesekretariatan, Protokoler, dan Public Relations Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Halik Malik kepada Kompas.com, Minggu (7/6/2020).
"Catatan IDI ada 32 dokter yg diketahui meninggal terkait covid-19," kata dia.
Hikal menyebut kebanyakan dokter yang meninggal akibat Covid-19 ini justru tidak bekerja di rumah sakit rujukan khusus untuk menangani kasus Covid-19.
Sehingga mereka dimungkinkan terpapar dari pasien umum yang tanpa diketahui membawa virus corona di dalam tubuhnya namun tidak menunjukkan gejala.
“Banyak yang meninggal di RSUD atau RS milik swasta. Ada pula di tempat praktik baik dokter umum maupun dokter ahli. Bisa jadi waktu pasien datang berobat sudah terinfeksi, tetapi tidak ada gejala spesifik,” sebut Halik.
1. Prof. DR. dr. Iwan Dwi Prahasto (Guru Besar FK UGM)
2. Prof. DR. dr. Bambang Sutrisna (Guru Besar FKM UI)
3. dr. Bartholomeus Bayu Satrio (IDI Jakarta Barat)
4. dr. Exsenveny Lalopua, M.Kes (Dinkes Kota Bandung)
5. dr. Hadio Ali K, Sp.S (IDI Jakarta Selatan)
6. dr. Djoko Judodjoko, Sp.B (IDI Bogor)
7. dr. Adi Mirsa Putra, Sp.THT-KL (IDI Bekasi)
8. dr. Laurentius Panggabean, Sp.KJ (IDI Jakarta Timur)
9. dr. Ucok Martin Sp. P (IDI Medan)
10. dr. Efrizal Syamsudin, MM (IDI Prabumulih)
11. dr. Ratih Purwarini, MSi (IDI Jakarta Timur)
12. Laksma (Purn) dr. Jeanne PMR Winaktu, SpBS di RSAL Mintohardjo. (IDI Jakarta Pusat)
13. Prof. Dr. dr. Nasrin Kodim, MPH (Guru besar Epidemiologi FKM UI)
14. Dr. Bernadette Sp THT meninggal di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo (IDI Makassar)
15. DR.Dr. Lukman Shebubakar SpOT (K) Meninggal di RS Persahabatan (IDI Jakarta Selatan)
16. Dr Ketty di RS Medistra (IDI Tangerang Selatan)
17. Dr. Heru S. meninggal di RSPP (IDI Jakarta Selatan)
18. Dr. Wahyu Hidayat, SpTHT meninggal di RS Pelni (IDI Kab. Bekasi)
19. Dr. Naek L. Tobing, SpKJ meninggal di RSPP Jakarta (IDI Jakarta Selatan)
20. Dr. Karnely Herlena meninggal di RS Fatmawati (IDI Depok)
21. Dr. Soekotjo Soerodiwirio SpRad (Dosen FK Unpad, IDI Bandung)
22. Dr. Sudadi, MKK, SpOK (Dosen FK UI, IDI Jakarta Pusat)
23. Prof. Dr. H. Hasan Zain, Sp.P (IDI Banjarmasin)
24. Dr. Mikhael Robert Marampe (IDI Kab. Bekasi)
25. Dr. Berkatnu Indrawan Janguk (IDI Surabaya)
26. dr. Irsan Novi Hardi Nara Lubis (IDI Medan)
27. dr. Boedhi Harsono (IDI Surabaya)
28. dr. Soeharno (IDI Kediri)
29. dr. Amir Hakim Siregar (IDI Batam)
30. dr Ignatius Stanislaus Tjahjadi (IDI Surabaya)
31. dr Esis Prasasti Inda Chaula (IDI Tegal)
32. dr. Hilmi Wahyudi (IDI Gresik)
Baca juga: Ramai soal Penolakan Jenazah Covid-19, Dokter: Pasien Meninggal, Virus Pun Mati
Baca juga: Rawat Pasien Corona dengan APD Minim, Dokter AS: Kami Berperang Tanpa Amunisi
Hal ini senada dengan pernyataan yang sebelumnya disampaikan oleh Guru Besar FK Universitas Airlangga, Prof. David S. Perdanakusuma.
"Hal yang sering terjadi adalah menghadapi pasien dengan diagnosis noncovid, namun tanpa diketahui juga disertai Covid-19 yang tidak bergejala," kata David kepada Kompas.com (19/5/2020).
"Para dokter terinfeksi secara umum bukan karena tertular oleh pasien Covid-19 yang sudah diketahui, karena menghadapi pasien Covid-19 sudah ada protokol perlindungannya sehingga praktis dokter yang menangani Covid-19 jarang terinfeksi, karena sudah tahu dan waspada," imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan Kompas.com (28/4/2020), IDI telah memiliki tim khusus yang akan menelusuri kasus kematian yang terjadi pada anggota-anggotanya.
PB IDI diketahui juga sudah membentuk tim audit untuk menelusuri secara lengkap kematian dokter terkait Covid-19.
Dan guna menghentikan jatuhnya korban jiwa lagi di tenaga kesehatan, IDI mengimbau kepada masyarakat untuk menaati aturan dan protokol kesehaan yang diberlakukan
Jangan beraktivitas di luar rumah, kecuali terpaksa. Jaga jarak aman dengan orang lain, sering mencuci tangan dengan sabun, makan-makanan yang sehat, dan berjemur ketika pagi agar imun tubuh terbangun.
• MULAI BESOK 5 Juli, UTBK SBMPTN 2020, Persiapan Protokol Kesehatan Unimed, Jelang Pelaksanaan UTBK
Dikutip dari kompas.com
• MULAI BESOK 5 Juli, UTBK SBMPTN 2020, Persiapan Protokol Kesehatan Unimed, Jelang Pelaksanaan UTBK
• INFORMASI PENERBANGAN di Bandara Kualanamu, Bisa Rapid Test di Hari Sesuai Jadwal Keberangkatan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pemakaman-jenazah-sesuai-aturan-sop-covid-19.jpg)