Sosok Amelia Hapsari, Juri Piala Oscar Pertama yang Berasal dari Indonesia

Dalam daftar itu, Amelia disebutkan sebagai sutradara dan produser film Jagoan ala Ahok (2012) dan Rising from Silence (2016).

BBC
AMELIA HAPSARI 

TRIBUN-MEDAN.com - Pembuat film dokumenter Amelia Hapsari menjadi warga Indonesia pertama yang diundang untuk menjadi juri Piala Oscar.

Perempuan asal Semarang, Jawa Tengah, itu termasuk dalam 819 orang dari jajaran aktor dan pembuat film yang mendapat undangan untuk bergabung dengan Academy of Motion Pictures Arts and Sciences, organisasi profesi sineas di industri perfilman Hollywood.

Menyusul gerakan #OscarsSoWhite pada 2016, yang memprotes dominasi orang kulit putih di Akademi, organisasi profesi itu berjanji untuk menambah jumlah anggota perempuan serta kulit hitam, etnis Asia, dan minoritas etnis lainnya (Black, Asian, and Minority Ethnic; BAME).

Dari 819 orang yang diundang itu, 45 persennya adalah perempuan dan 36 persennya non-kulit putih.

Dalam daftar itu, Amelia disebutkan sebagai sutradara dan produser film Jagoan ala Ahok (2012) dan Rising from Silence (2016).

Lantas, siapakah Amelia Hapsari itu?

Amelia Hapsari merupakan seorang sineas atau ahli perfilman Indonesia yang kini menjabat sebagai Program Director di In-Docs sejak 2012.

In-Docs adalah organisasi nirlaba yang bertujuan untuk memperkenalkan film- film dokumenter dari Asia Tenggara.

Sebelumnya, dia memperoleh gelar sarjana dan master di bidang Komunikasi dari Ohio University pada 2005 silam.

Usai lulus dari Ohio, Amelia sempat bekerja sebagai jurnalis radio di China selama 4 tahun, seperti dikutip dari laman resmi In-Docs.

Forum dokumenter 

Dari China, dia kemudian berpindah ke Timor Leste untuk bekerja di sebuah rumah produksi nirlaba yang membuat program TV, video advokasi, animasi, dan drama pendek.

Selain menjabat sebagai program director, dia kini juga bertanggung jawab untuk penggalangan dana dan kemitraan In-Docs.

Paa 2017 dan 2018 lalu, dia menginisiasi Docs By The Sea, sebuah forum dokumenter internasional yang menghubungkan proyek-proyek dokumenter Asia Tenggara terbaik dengan industri dunia.

Forum tersebut juga memiliki kerja sama dengan Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved