Meski Hujan Deras, Warga Madina Bertahan Blokade Jalinsum, Sampai Dirikan Tenda di Tengah Jalan
Sebanyak 300 personel TNI-Polri diturunkan untuk melakukan pengamanan aksi unjuk rasa warga Desa Mompang Julu,
TRI BUN-MEDAN.com, PENYABUNGAN - Sebanyak 300 personel TNI-Polri diturunkan untuk melakukan pengamanan aksi unjuk rasa warga Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, Kamis (2/7/2020).
Meski Madina dilanda hujan deras, warga tetap melakukan unjuk rasa dengan blokade jalan lintas Sumatera (Jalinsum).
Warga bahkan mendirikan tenda di tengah jalan. Aksi blokade jalan yang dilakukan warga sudah berjalan sekitar 5 jam.
Tak pelak, arus lalu lintas macet total. Antrean kendaraan mencapai 7 kilometer (km) dari dua jalur.
Hingga berita ini diturunkan, Kamis (2/7/2020) petang sekitar pukul 19.15 WIB, warga masih menutup akses Jalinsum.
Aksi blokade jalan ini merupakan buntut penangkapan dua terduga pelaku pembakaran mobil dan sepeda motor saat aksi unjuk rasa berujung kerusuhan pada Senin (29/6/2020) lalu.
Adapun identitas para pelaku yang diamankan yakni RH (20) dan KN (18), keduanya merupakan warga Desa Mompang Julu.
Dari informasi yang dihiumpun, RH diduga melakukan pelemparan batu ke arah polisi dan turut serta membalikkan mobil. Sementara KN turut serta membakar sepeda motor.
Namun, penangkapan keduanya justru membuat warga protes. Warga pun kembali melakukan blokade Jalinsum.
Aksi blokade jalanan sudah berjalan 5 jam. Warga melakukan aksi bakar ban di jalan.
Kabag Ops Satuan Brimob Polda Sumut, Kompol Heriyono, menyampaikan sebanyak 2 SST personel Brimob Batalyon C kembali diturunkan.
"Sebelumnya pasca kerusuhan mereda, untuk berjaga-jaga hanya disiagakan 1 SST saja. Tapi karena unjuk rasa kembali terjadi pasca penangkapan dilakukan, 2 SST (Satuan Setingkat Pleton) kembali diturunkan, sehingga total personel Brimob yang diturunkan kembali menjadi 1 SSK (Satuan Setingkat Kompi)," ujarnya, Kamis (2/7/2020).
Heriyono menjelaskan bahwa penangkapan terhadap kedua orang yang diduga pelaku dilakukan pada Rabu (1/7/2020) pukul 23.00 WIB.
Setelah itu, massa langsung meresponnya dengan melakukan pemblokiran jalan.
Dikatakan Heriyono, situasi belum kondusif karena hingga saat ini massa masih menutup jalan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jalinsum-diblokir-oleh-warga-desa-mompang-julu.jpg)