Dikhawatirkan Dimanfaatkan Begal, Lampu Jalan Arteri Bandara Kualanamu Banyak yang Rusak
Selain takut dengan aksi kejahatan, sebagian warga juga berpendapat kondisi jalan yang gelap bisa membahayakan lalu lintas.
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Puluhan lampu jalan yang ada di sepanjang jalan arteri Bandara Kualanamu/Sultan Serdang tampak tidak berfungsi pada saat ini.
Selain berada di wilayah Kecamatan Batang Kuis sebagian ada yang berada di wilayah Kecamatan Tanjung Morawa.
Informasi yang dikumpulkan, kerusakan ini sudah lama terjadi dan belum juga ditangani oleh pihak terkait.
Meski banyak tiang yang lampunya menyala namun banyak juga yang terlihat tidak hidup.
Kondisi yang terjadi ini pun banyak dikeluhkan oleh warga khususnya pengguna sepeda motor.
Banyak yang mengaitkan kondisi ini bisa dimanfaatkan oleh pelaku begal. Karena itu diharapkan agar ada secepatnya ada tindaklanjut dari pihak terkait.
• Penumpang Domestik dari Kualanamu Turun 82,95 Persen Sepanjang April 2020
"Di kawasan Desa Sena gelap kali tiap malam. Ya seram juga tadi malam melintas aku sendiri jam 22.00 WIB. Yang ditakuti bukan hantu tapi begal ini. Jalan lebar tapi kondisi lampu banyak yang mati makanya gelap. Apa gunanya di pasang lampu jalan tapi nyatanya banyak yang tidak hidup," ujar Santi, warga Desa Sei Rotan.
Selain takut dengan aksi kejahatan, sebagian warga juga berpendapat kondisi jalan yang gelap bisa membahayakan lalu lintas.
Hal ini lantaran banyak kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi pada saat malam hari. Selain itu banyak pengendara sepeda motor yang melintas dengan berlawanan arah.
Meski di daerah kawasan Desa Sena Kecamatan Batang Kuis gelap gulita banyak pengendara yang nekat melintas melawan arah.
Terkait hal ini Humas PLN Area Cabang Lubukpakam, Yasmir Lukman mengatakan pada dasarnya PLN hanya berperan dalam hal mensuplai arus. Sementara untuk masalah seperti kerusakan merupakan tanggungjawab Pemerintah Daerah yang dalam hal ini adalah Dinas PUPR. Terkait hal ini ia pun menjanjikan akan mengkordinasikannya ke unit terkait.
"Kalau tetangganya (lampu di tiang sebelahnya) hidup, biasanya arusnya itu ada. Kecuali kondisinya itu memang semuanya mati kemungkinan arusnya tidak ada. Kalau itu berarti memang ada masalah dan kita wajib tangani. Tapi ini nanti akan kita sampaikan ke unit dululah," kata Yasmir.
• KABAR PENERBANGAN & Bandara Kualanamu, PT Angkasa Pura II Siapkan Protokol The New Normal
Ia mengakui kalau penerangan jalan adalah hak dari masyarakat karena untuk pembayarannya diambil dari pajak.
Dirinya belum dapat memastikan apa yang terjadi pada saat ini namun untuk kasus-kasus seperti padamnya lampu jalan bisa saja memang sengaja dimatikan.
Matinya lampu jalan akan mengurangi beban pembayaran tagihan kepada PLN.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jalan-arteri-bandara-1.jpg)