TRIBUN-MEDAN-WIKI: Dua Bentuk Rumah Adat Nias

Dalam bahasa Nias, rumah adalah omo. Sementara, rumah adat dalam bahasa Nias, ialah omo hada.

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN / ist
Rumah Adat Nias 

Laporan Reporter Tribun Medan/Aqmarul Akhyar

TRIBUN-MEDAN-WIKI.com – Dalam bahasa Nias, rumah adalah omo. Sementara, rumah adat dalam bahasa Nias, ialah omo hada.

Rumah adat di Nias ada dua macam. Pertama, rumah adat (omo hada) yang merupakan arsitektur asli.

Lalu, rumah biasa (omo pasisir), merupakan hasil pengaruh luar.

Omo hada merupakan rumah kediaman kepala negeri, kepala desa, dan para bangsawan.

Sementara orang kebanyakan berdiam di rumah biasa.

Rumah adat tersebut menunjukkan dua macam bentuk, yaitu yang berdenah bulat telur terdapat di Nias bagian Utara, Timur, dan Barat.

Sedangkan, yang berdenah segi empat panjang terdapat di Nias bagian Tengah dan Selatan.

Rumah Adat Nias Utara
Rumah Adat Nias Utara (TRIBUN MEDAN / ist)

Di Nias Selatan, rumah terbagi atas ruang depan digunakan untuk melayani atau tempat menginap bagi tamu. Untuk bagian belakang merupakan ruang pribadi pemilik rumah.

Apabila orang lain yang diajak masuk ke ruang belakang, maka sudah dianggap sebagai anggota keluarga.

Untuk rumah tradisional, misalnya rumah kaum bangsawan, dibangun dengan biaya yang mahal dan disertai dengan upacara-upacara.

Tak hanya itu, pembangunan sebuah rumah memakan waktu bertahun tahun.

Untuk mengurangi beban biaya tersebut, biasanya seseorang mengundang kaum kerabatnya dengan makan bersama (dalam bahasa Niasnya, mame so'i).

Sehingga, kerabat-kerabatnya mengulurkan tangan untuk ikut membantu.

Bantuan tidak bermakna sebagai belas kasihan, tetapi untuk mendorong penyelesaian bangunan tersebut.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved