Partai Demokrat Rekomendasikan Pasangan Asner Silalahi - dr Susanty di Pilkada Siantar 2020

Partai Demokrat dukungannya kepada pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pematangsiantar Asner Silalahi dan dr Susanty.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN / HO
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono memberikan dukungan kepada pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pematangsiantar Asner Silalahi dan dr Susanty. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, PEMATANGSIANTAR - Partai besutan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, dipastikan memberikan dukungan kepada pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pematangsiantar Asner Silalahi dan dr Susanty.

Partai berlambang mercy ini adalah partai pertama yang mendukung hajatan mereka di Pilkada Pematangsiantar 9 Desember 2020 mendatang.

Sekretaris DPC Demokrat Kota Pematangsiantar, Ilhamsyah Sinaga saat dikonfirmasi, membenarkan adanya dukungan yang diberikan langsung oleh DPP Demokrat.

"Sebenarnya kami dapat informasi itu Senin 22 Juni 2020 sore. Tapi kepastiannya baru semalam pagi langsung dari DPP," jelasnya, Rabu (24/6/2020), sembari menekankan bahwa rekomendasi yang dikeluarkan DPP Demokrat langsung nama pasangan.

Hari Ini 55 Orang Kena Virus Corona di Sumut, Total 1.287 Positif Covid-19, Pasien Sembuh 8 Orang

Namun mengenai surat rekomendasi, diakuinya hingga saat ini belum ada dari DPP Demokrat.

Diperkirakan satu minggu lagi baru mereka terima.

"Kemungkinan satu minggu lagi, yang jelas dari Demokrat sudah pasti mengusung Asner Silalahi dan dr Susanty," ucapnya.

Atas rekomendasi ini, Ketua DPC Demokrat sendiri yang saat ini menjabat Wakil Wali Kota Pematangsiantar, Togar Sitorus tidak mendapat "kapal" dari partainya sendiri.

Ilhamsyah Sinaga pun mengakuinya dan ke depan ini pihaknya sedang menunggu partai koalisi yang akan mengusung Asner Silalahi - dr Susanty.

Sebagaimana diketahui, Partai Demokrat memiliki tiga kursi di DPRD Kota Pematangsiantar, atas nama Ilhamsyah Sinaga, Rizky Ananda Sitorus dan Metro Bodyart Hutagaol.

Sementara jumlah kursi untuk mengusung pasangan calon minimal 6.

Artinya, Partai Demokrat harus berkoalisi dengan partai lainnya untuk bisa mengusung Asner Silalahi - dr Susanty.

Sementara itu, Asner Silalahi, yang dihubungi Tribun Medan pada Rabu sore, menyampaikan rasa syukur atas dukungan dari Partai Demokrat.

"Puji Tuhan, sudah diberikan Ketua Umum Demokrat," ujarnya.

Perjalanan Cinta Zumi Zola, Batal Nikah dengan Ayu Dewi Hingga Digugat Cerai Istri saat Dipenjara

Jalur Perseorangan

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Pematangsiantar menggelar penyampaian dukungan atau verifikasi administrasi bakal pasangan calon (balon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pematangsiantar jalur perseorangan periode 2020-2025.

Balon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pematangsiantar Ojak Naibaho dan Efendi Siregar yang mengusung julukan OKE, hadir sebagai satu-satunya pasangan dari jalur perorangan di Kantor KPUD, Selasa (23/6/2020) pagi.

Ketua KPU Pematangsiantar Daniel Sibarani menyampakan, dari hasil verifikasi administrasi yang dilaksanakan timnya dan relawan OKE, terdapat adanya selisih dukungan sebesar 95 pendukung.

"Tadi kita menyerahkan hasil verifikasi administrasi syarat dukungan bakal calon perseorangan untuk bakal pasangan calon perseorangan ojak Naibaho dan Effendi siregar," ujar Daniel Sibarani.

Katanya, hasil verifikasi ditemukan 95 dukungan kepada pasangan OKE, tidak memenuhi syarat,

Alhasil dukungan sebelumnya mencapai 19.145 kini berkurang menjadi 19.050.

"Sebanyak 19.050 dukungan yang memenuhi syarat akan dilanjutkan dengan verifikasi faktual oleh Petugas Pemungutan Suara (PPS) di kelurahan," ujar Daniel.

Verifikasi faktual nantinya dilaksanakan selama 14 hari terhitung semenjak PPS menerima hasil verifikasi administrasi ini.

Untuk melaksanakan verifikasi ini, PPS akan mendatangi rumah rumah pendukung pasangan OKE dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Dalam kunjungan itu, PPS akan dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD( berupa masker, handsanitizer, sarung tangan dan Face Shield.

"PPS sebelum melakukan verifikasi faktual juga harus melakukan pengecekan suhu dengan termogan yang kita bagikan ke setiap PPS di setiap kelurahan," tutupnya.

Foto-foto Penyerangan TNI di Kongo yang Menewaskan Serma Rama Wahyudi asal Kodam I/BB

Sementara itu, Ojak Naibaho menjelaskan, berkurangnya 95 pendukung itu lantaran kesalahan penulisan oleh relawan. Kendati demikian, hal itu tak menghambat apa-apa dalam perjuangan mereka melayani masyarakat sebagai kepala daerah Kota Pematangsiantar.

"Mungkin ada penulisan yang salah. KTP pendukung mungkin KTP lama. Gak sesuai tertulis di kertas. Itu saja," ujar Ojak.

Dalam pencalonan melalui jalur perseorangan, pasangan OKE melenggang lancar dengan surplus dukungan jauh di atas ambang dukungan yang ditetapkan KPU yakni 17.910 orang.

"Persyaratannya, harus ada 17.910 calon perorangan. Kita sudah surplus seribu lebih. Maka nanti saat verifikasi faktual,

KPU yang melakukan sensus secara door to door akan didampingi dengan tim kita di kordinator kita," ucapnya seraya berharap mendapat dukungan terus menerus dari masyarakat Kota Pematangsiantar.

(tri bun-medan.com/Alija Magribi)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved