Sekolah di Sergai Berbau Busuk Akibat Sampah Dibiarkan Menumpuk
Sampah yang menumpuk di dekat SDN 102013 Desa Sialang Buah menimbulkan bau busuk yang menyengat dan mengganggu proses belajar mengajar
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Array A Argus
TRI BUN-MEDAN.com,RAMPAH-Siswa dan guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 102013 Desa Sialang Buah, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) sudah lama menahan bau busuk.
Sebab, di depan sekolah tersebut ada sampah yang menumpuk terlalu lama.
Karena masalah ini, orang tua siswa dan warga di sekitar mengeluh.
• Pihak Sekolah Global Prima Akhirnya Buka Suara Terkait Fakta Sebenarnya Pembunuhan 2 Anak Tiri
"Selama ini sampah memang menjadi permasalahan yang dialami masyarakat, guru dan siswa.
Dengan kondisi sekolah yang seperti ini, sangat disayangkan bahwa proses belajar dan kenyamanan siswa terganggu," kata Kepala Dinas Pendidikan Sergai, Joni Walker Manik, Senin (22/6/2020).
Karena persoalan sampah ini menjadi cibiran masyarakat, Bupati Serdangbedagai Soekirman bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) kemudian menyambangi lokasi.
Di sana, Soekirman yang mengenakan seragam dinas mengomandoi langsung pembersihan kawasan sekolah dari sampah.
• Proyek Wastafel Covid-19 Senilai Rp 2,1 Miliar di 90 Sekolah Negeri Tebingtinggi Menuai Sorotan
"Saya perhatikan gotong royong di sini belum terwujud.
Dan tumpukan sampah berasal dari dagangan pedagang yang tidak disapu," kata Soekirman.
Kedepan, lanjutnya, para pedagang yang ada di Pasar Pekan Sialang Buah harus lebih memperhatikan kebersihan lingkungan.
Terlebih keberadaan tempat sampah berdekatan dengan lokasi pasar.
• Detik-detik Seorang Kepala Sekolah Tewas Terbakar Setelah Selamatkan Istri dan Cucu
"Untuk menyikapi permasalahan sampah ini, dinas terkait juga harus menindaklanjutinya.
Jangan dibiarkan begitu saja," kata Soekirman.
Dalam kesempatan ini, Soekirman juga menyinggung soal persiapan new normal.
Katanya, era baru ini harus dipersiapkan dengan matang.
Semua masyarakat turut diminta mematuhi protokol kesehatan.
• KETUA RT Gadungan Rudapaksa Perempuan Remaja yang Habis Dipergoki Mesum di Sekolah
"Saat ini kita sedang menjelang new normal atau adaptasi kebiasaan baru.
Oleh karenanya, kami harus menyosialisasikan terkait Peraturan Gubernur (Pergub) tentang new normal yang sudah diterbitkan.
Kaitan dengan normal baru itu ada tiga," kata Soekirman.
• Sisa Kuota di 5 Sekolah Favorit Kota Medan, Jalur Zonasi PPDB SMA/SMK Sumut Dibuka
Pertama, berkaitan dengan aspek kesehatan.
Sebab, kata Soekirman, dengan adanya wacana new normal ini, bukan berarti normal sepenuhnya seperti dahulu.
New normal yang dimaksud tak terlepas dari pemulihan kegiatan ekonomi, dengan memperhatikan protokol kesehatan yang dibuat pemerintah(dra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bupati-sergai-soekirman-tinjau-tumpukan-sampah.jpg)