Prarekonstruksi Ayah Bunuh 2 Anak Tiri
Pihak Sekolah Global Prima Akhirnya Buka Suara Terkait Fakta Sebenarnya Pembunuhan 2 Anak Tiri
Sekolah SMP Global Prima di Jalan Brigjen Katamso, Kota Medan, akhirnya buka suara terkait kabar simpang siur peristiwa ayah bunuh dua anak tirinya.
Penulis: Victory Arrival Hutauruk | Editor: Juang Naibaho
Laporan Wartawan Tribun Medan, Victory Arrival Hutauruk
TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Sekolah SMP Global Prima di Jalan Brigjen Katamso, Kota Medan, akhirnya buka suara terkait kabar simpang siur peristiwa ayah bunuh dua anak tirinya.
Kepala Sekolah SMP Global Prima Medan Maria Linda menegaskan bahwa kejadian pembunuhan yang mayatnya ditemukan kemarin, Minggu (21/6/2020) bukanlah berada di lingkungan sekolah.
Jasad kedua bocah malang itu ditemukan di Jalan Brigjen Katamso, Gang Abadi, Medan.
"Kejadian pembunuhan ini terjadi di Jalan Brigjen Katamso bukan terjadi di lingkungan/gedung sekolah Global Prima. Kejadian pembunuhan tersebut dilakukan di rumah kos pelaku dan tidak ada kaitannya dengan sekolah Global Prima," tuturnya saat dikonfirmasi, Senin (22/6/2020) seusai prarekonstruksi.
Lebih lanjut, Maria juga membantah bahwa pembuangan mayat kedua anak tersebut berada di lingkungan sekolah SMP Global Prima.
"Pelaku membuang jenazah kedua korban di gang antara rumah warga dan gedung sekolah Global Prima. Di mana pada gang tersebut terdapat parit pembuangan warga," cetusnya.
• TERKINI Sebaran Kasus Baru Positif Covid-19 di Sumut 22 Juni, Medan Penyumbang Terbanyak 18 Pasien
• MULAI HARI INI Jadwal Pemadaman Listrik di Kota Medan, PLN Minta Maaf, Berikut Wilayahnya
• GEGER Makhluk Misterius Pengisap Darah di Taput, Ternak Warga Mati Tak Wajar, Bangkainya Utuh
Ia menyebutkan, pada Minggu (21/6/2020) aparat kepolisian meminta bantuan kepada sekolah Global Prima untuk memberikan akses jalan ke gang antara rumah warga dengan gedung sekolah Global Prima agar memudahkan evakuasi korban.
Maria juga menyebutkan pihaknya sudah memberikan rekaman CCTV yang dapat membantu kepolisian.
"Dan pihak sekolah membantu pihak kepolisian dengan memberikan akses menuju gang antara rumah warga dengan gedung sekolah Global Prima tersebut agar korban dapat dievakuasi," tutur Maria.
Ia juga menyebutkan bahwa pihak sekolah Global Prima tidak mengenal baik pelaku maupun para korban dalam kejadian tersebut.
"Pelaku bukanlah pegawai/staf di Sekolah Global Prima dan korban bukanlah murid sekolah Global Prima. Kami mengimbau kepada khalayak ramai untuk tidak menyebarluaskan informasi yang sesat, seolah-olah pembunuhan terjadi di lingkungan/gedung sekolah Global Prima," tuturnya.
Saat ditanya mengenai kabar bahwa pelaku adalah buruh bangunan dalam renovasi gedung sekolah, Maria menyebutkan dirinya tak tahu menahu terkait hal tersebut.
(vic/tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kepsek-smp-global-prima-medan.jpg)