Update Covid19 Sumut 22 Juni 2020

Penyebaran Virus Corona Semakin Meluas, Wilayah Zona Hijau di Sumut Tinggal 7, Ini Daftarnya

Jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut) terus menunjukkan grafik peningkatan.

Penulis: Chandra Simarmata | Editor: Juang Naibaho
screen shoot YouTube Humas Sumut/victory/tri bun medan
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemprov Sumut Mayor Kes dr Whiko Irwan 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Chandra Simarmata

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN -  Jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut) terus menunjukkan grafik peningkatan.

Mengutip data Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Sumatera Utara, Selasa (23/6/2020) petang, tercatat sebagian besar kabupaten/kota di Sumut sudah terdapat kasus pasien positif mengidap covid-19.

Dari 33 kabupaten/kota di Sumut hanya tinggal 7 wilayah yang kini masih berstatus zona hijau atau nihil pasien positif covid-19.

Sedangkan 10 kabupaten/kota di Sumut saat ini berstatus zona merah, dan 16 daerah kini berada pada zona kuning.

Secara geografis, 7 kabupaten/kota di Sumut yang kini masih Zero kasus positif covid merupakan wilayah yang berada di sebelah barat yakni Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Barat, Nias Utara, serta Kabupaten Pakpak Bharat.

HEBOH Uang Perpisahan Rp 220 Ribu di SD Negeri Simalungun, Kepsek: Kesepakatan Komite dan Wali Murid

WASPADA, Episentrum Penularan Covid-19 di Medan Bergeser ke Dua Kecamatan Ini

Deretan Kasus yang Dikomandoi John Kei, Mulai Kerusuhan di Maluku hingga Kasus Ampera Berdarah

Sementara itu, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) dan Kabupaten Samosir yang sehari sebelumnya masih zero kasus positif, per hari ini tercatat sudah ada satu kasus positif covid-19.

Status Kabupaten Labusel dan Samosir pun saat ini masuk kategori zona kuning.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Sumatera Utara, Mayor Kes dr Whiko Irwan menginformasikan memang masih terjadi tren peningkatan kasus positif di Sumut.

"Bahaya covid-19 ini adalah apabila menghinggapi pasien-pasien lanjut usia, penderita immune defeciency, penderita penyakit kronis serta pasien dengan penyakit komorbit (penyerta). Mereka-mereka ini lah yang ada di keluarga kita yang sejatinya kita lindungi agar jangan sampai tertular," ujarnya.

Whiko juga mengatakan perkembangan data setiap harinya yang masih menunjukkan tren peningkatan memberikan gambaran bagi kita semua bahwa upaya melindungi diri masih belum berjalan dengan baik.

Masih terlihat banyak warga masyarakat yang tidak melaksanakan protokol kesehatan seperti tidak menggunakan masker, tidak menjaga jarak dan menghindari keramaian.

Dari kondisi tersebut, GTPP Sumut terus mengimbau agar warga bisa disiplin menjalankan protokol kesehatan.

"Saudara-saudari, data menunjukkan penyebaran dan penularan covid-19 sampai saat ini masih berlangsung di wilayah Sumut. Peningkatan angka covid yang didapatkan karena GTPP Sumut sedang gencar melakukan pemeriksaan rapid test maupun PCR, cakupan pemeriksaan juga semakin luas dan tinggi. Sehingga banyak penderita baru yang terdeteksi," kata Whiko.

Daftar Sebaran Kasus Baru

Diketahui, pasien positif Covid-19 di wilayah Sumatera Utara mengalami lonjakan tertinggi pada hari ini, Selasa (23/6/2020).

Whiko menginformasikan ada tambahan sebanyak 117 kasus positif baru hari ini.

Setelah Tembak Pengendara Mobil Yaris, Perampok Bawa Kabur Uang 100 Juta Rupiah

Sidang Lanjutan Tagih Utang di Media Sosial, Suami Terdakwa: Fitriani Ingin Berikan Jaminan Emas

Dia memaparkan Kota Medan kembali jadi penyumbang kasus positif covid baru tertinggi dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Kedua disusul Kabupaten Deliserdang.

Berdasarkan rekapitulasi yang diumumkan, tercatat ada tambahan sebanyak 68 pasien positif dari Kota Medan.

Selain itu, sejumlah kabupaten/kota yang masuk dalam zona merah dan kuning lainnya juga mengalami peningkatan jumlah pasien covid positif.

"Penambahan covid positif hari Selasa 22 Juni berasal dari Medan sebanyak 68 orang, Deliserdang 20 orang, Pematangsiantar 1 orang, Binjai 1, Asahan 3, Tanjungbalai 1, Kabupaten Karo 1, Padangsidimpuan 1, Simalungun 2, Samosir 1, Labuhanbatu Selatan 1, serta pasien yang berasal dari Luar Sumut sebanyak 17 orang," sebutnya.

Adapun pasien positif yang meninggal dunia bertambah 3 orang, dengan jumlah total sebanyak 77 orang.

Sementara pasien sembuh bertambah 3 orang menjadi 265 orang.

Untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mengalami penambahan sebanyak 2 orang pasien, menjadi 202 orang, dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 871 orang.

Dr Whiko menjelaskan, drastisnya peningkatan jumlah pasien positif merupakan hasil dari masifnya pemeriksaan swab PCR (Polymerase Chain Reaction) yang dilakukan di Sumut.

"Di samping itu peningkatan jumlah penderita covid positif juga masih menunjukkan penularan di lingkungan kita," imbuhnya.

Lebih lanjut kata dr Whiko, meningkatkan jumlah pemeriksaan baik melalui rapid test maupun swab test merupakan upaya- upaya untuk menemukan penderita covid positif. Langkah ini justru diperlukan sebagai penanda bagi kita untuk mengisolasi diri agar virus corona tidak menyebar ataupun menular pada orang lain khususnya orang di rumah dan sekitar yang kita cintai.

Dr Whiko kembali mengingatkan dan mengimbau agar warga lain yang belum disiplin agar juga turut menjalankan protokol kesehatan.

"Hasil pemeriksaan covid positif bukanlah merupakan aib atau akhir dari segalanya. Sebab virus Corona bisa menular pada siapa saja yang tidak melaksanakan protokol kesehatan pencegahan covid-19," ujarnya.

1.051 Kasus Baru Se-Indonesia

Pemerintah menyatakan bahwa penularan virus corona masih terjadi di masyarakat hingga hari ini, Selasa (23/6/2020).

Hal ini menyebabkan jumlah pasien dan kasus Covid-19 di Indonesia terus bertambah.

Baru Saja Adik dan Kedua Orangtua Meninggal karena Covid-19, Dokter Ini Dikabarkan Meninggal

Berdasarkan data yang masuk hingga Selasa pukul 12.00 WIB, ada 1.051 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Penambahan itu menyebabkan saat ini secara akumulasi ada 47.896 kasus Covid-19 di Tanah Air, terhitung sejak diumumkannya kasus pertama oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020.

Informasi terbaru ini disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers dari Graha BNPB pada Selasa sore.

"Kita dapatkan kasus positif sebanyak 1.051 orang, sehingga akumulasinya jadi 47.896" ujar Yurianto.

Menurut Achmad Yurianto, jumlah 1.051 kasus baru itu didapatkan setelah dilakukan pemeriksaan 17.908 spesimen.

Data yang sama juga memperlihatkan ada penambahan 506 pasien yang sembuh setelah sempat terinfeksi penyakit Covid-19. Dengan demikian, total pasien Covid-19 yang sembuh hingga saat ini ada 19.241 orang.

Akan tetapi, Yurianto menyampaikan kabar duka dengan masih adanya pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Pada periode 22-23 Juni 2020, ada 35 pasien Covid-19 yang tutup usia.

"Sehingga totalnya menjadi 2.535 orang," ucap Achmad Yurianto.

(Can/Tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved