Update Covid19 Sumut 23 Juni 2020

Kisah Sutiem, Pedagang Pecal di Siantar Sembuh dari Covid-19 Kini Alami Kesulitan Ekonomi

Usai 28 hari dikarantina di Rumah Sakit Haji Adam Malik, Sutiem mengatakan pelanggan yang biasa membeli pecalnya tak lagi ramai seperti sebelumnya.

TRIBUN MEDAN/HO
SUTIEM (51) warga Jalan Singosari Gang Demak Kecamatan Siantar Utara Kota Siantar. Pedagang pecal keliling yang sempat menjadi pasien positif covid-19 di RSUP Haji Adam Malik Medan ini mengaku tengah kesulitan karena dagangan pecalnya tak lagi laku. 

"Keluarga saya semua negatif saat diperiksa. Kalau memang saya positif yang pasti menularlah, katanya virus itu sangat cepat menularnya," katanya.

Meski begitu, bagi Satiem dikabarkan sebagai pasien Covid-19 sudah menjadi takdirnya, meskipun keadaanya tak sama sekali merasakan sakit. Ditambah lagi dengan kondisi seluruh keluarganya yang tak seorang pun positif covid-19.

"Saya merasa sehat, tapi kalau medis menyatakan saya positif Corona ya saya bisa apa. Saya enggak mengerti, buktinya saya waktu demam itu masih sempat merawat cucu saya yang umurnya masih 6 bulan. Ketika diperiksa mereka semua hasilnya negatif," ungkapnya.

Kecewa dengan Gugus Tugas

Kini Sutiem yang tinggal di Jalan Singosari Gang Demak Siantar Utara ini merasa sangat kecewa dengan perlakuan Gugus Tugas Covid-19 Sumatera Utara kepada dirinya.

Pasalnya dampak positif Covid-19 yang ia alami menyasar ke kondisi ekonominya berserta keluarga.

Banyak dari tetangga dan orang yang biasa membeli dagangan pecalnya tak lagi mau membelinya.

"Dulu pas saya dikabarkan positif mereka rajin menghubungi, sekarang sudah seperti ini tidak ada lagi tindakan. Sementara kami kesulitan, dagangan tak laku," katanya.

Ia pun mengaku sempat menghubungi pihak pemerintah provinsi agar dapat mengabarkan kepada masyarakat bahwa dirinya telah sembuh.

Sebaran Kasus Baru Positif Covid-19 di Sumut Hari Ini, Siantar Terbanyak Disusul Kota Medan

Namun sayang, usaha nya tak membuahkan hasil.

"Saya sempat mencoba menghubungi mereka, tetapi tidak ada tanggapan. Maunya kalau orang susah seperti kami ini dipikirkan juga dampaknya bagi kami. Bukan hanya sekadar isolasi-isolasi saja," tuturnya.

Sutiem berharap pihak Gugus Tugas memperhatikan dirinya.

Sedikit memberikan santunan ataupun mengumumkan kesembuhan tentangnya sudah cukup bagi Sutiem.

"Ya sekarang ini sedang bingung bagaimana untuk cari makan. Harapannya dari pemerintah ataupun pihak Gugus Tugas itu ada inisiatif membantu. Walau hanya memberitakan kesembuhan saya, itu sudah cukup. Supaya jangan dikucilkan kali saya di sini, dianggap pembawa virus," katanya.

Sementara itu, sampai berita ini ditulis, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Utara dr Aris Yudhariansyah saat dihubungi Tribun Medan menunda untuk memberikan konfirmasi. (cr14/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved