Makhluk Pengisap Darah Masih 'Gentayangan', Bupati Taput Adakan Sayembara Berhadiah Rp 10 Juta
Makhluk pengisap darah di Dusun Pargompulon, Desa Pohan Tonga, Kecamatan Siborongborong, Taput masih berkeliaran mengintai ternak warga
Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Array A Argus
TRI BUN-MEDAN.com,TAPUT-Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan ikut resah dengan adanya makhluk misterius pengisap darah hewan ternak di Dusun Pargompulon, Desa Pohan Tonga, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara.
Karena makhluk misterius itu sudah membunuh ratusan ekor hewan ternak seperti bebek, ayam dan babi, Nikson kemudian membuat sayembara.
Barang siapa yang berhasil menangkap makhluk misterius itu, akan diberi imbalan puluhan juta.
• Tugasnya Menggoda Manusia, Ini 9 Kelompok Iblis atau Setan, Termasuk Abyad Si Panglimanya Setan
"Karena peristiwa ini sudah sangat meresahkan, bagi masyarakat, baik itu perseorangan ataupun tim yang bisa menangkap makhluk ini hidup atau mati, akan kami beri imbalan Rp 10 juta," kata Nikson, Minggu (21/6/2020).
Ia mengatakan, makhluk misterius ini harus segera ditangkap.
Sebab kemunculannya merugikan masyarakat, khususnya para peternak.
Berkaitan dengan kasus ini, Nikson pun memohon maaf kepada semua peternak karena Pemkab Taput belum bisa memberikan kompensasi ganti rugi.
• SERAM Driver Ojol Bawa Penumpang Bandung-Subang, Ternyata Hantu Cindy Sudah Meninggal 4 Tahun Silam
"Kami memohon maaf belum bisa memberikan semacam kompensasi, karena kami juga belum tahu pasti apa sebenarnya yang terjadi di Desa Pohan Tonga," kata Nikson.
Terpisah, Kepala Desa Pohan Tonga Walben Siahaan juga tidak tahu pasti makhluk seperti apa yang mengisap darah ternak di desanya.
Kata Walben, makhluk ini tidak memakan anggota tubuh hewan ternak.
Hampir seluruh ternak yang mati terdapat luka cabikan dan kehabisan darah.
• Ritual Pengusiran Setan Diwarnai Ayah Bunuh Anak Kandung (3 Tahun), Ada Bisikan Gaib Sembuhkan Istri
"Kami sendiri masih tidak tahu makhluk apa yang menyerang ternak di desa ini.
Maka dari itu, saya bersama warga melakukan pencarian hingga ke dalam hutan," kata Walben.
Ia mengisahkan, kasus ini pertamakali diketahui oleh Saut Simanjuntak.
Pada Sabtu (13/6/2020) lalu, Saut menemukan ratusan ekor ayamnya mati mendadak di dalam dan di luar kandang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/hewan-misterius-di-taput.jpg)