Kisah Kakek Elom Tinggal di Bekas Kandang Domba Karena Tidak Mau Merepotkan Anak

Keadaan dan kondisi hidup Abah Elom sempat diunggah di dalam akun Facebook Wakil Ketua Komisi IV DPR Dedi Mulyadi.

KOMPAS.COM/PUTRA PRIMA PERDANA
Seorang pria tua yang dikenal dengan nama Abah Elom, Warga Kampung Legok Barong, Desa Pusaka Mulya Kecamatan Kiara Pedes, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, memilih tinggal di gubug kayu reyot di belakang rumah anak angkatnya 

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang pria tua yang dikenal dengan panggilan Abah Elom, adalah warga Kampung Legok Barong, Desa Pusaka Mulya, Kecamatan Kiara Pedes, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Abah Elom memilih tinggal di gubug kayu reyot di belakang rumah anak angkatnya.

Keadaan dan kondisi hidup Abah Elom sempat diunggah di dalam akun Facebook Wakil Ketua Komisi IV DPR Dedi Mulyadi.

 

Mantan Bupati Purwakarta tersebut menyempatkan diri untuk melihat keadaan Abah Elom dengan datang langsung ke gubug reyot tersebut.

Sebab, menurut informasi yang diterima Dedi, Abah Elom selama ini tinggal di bekas kandang domba.

Setelah ditelusuri, Abah Elom ternyata memilih tinggal di gubug reyot lantaran tidak mau menyusahkan anak angkatnya.

"Dari dulu saya enggak mau tinggal di rumah anak, enggak mau ngerepotin. Ripuh berantem terus, anaknya laki-laki semua," kata Abah Elom kepada Dedi Mulyadi.

Abah Elom mengatakan, gubug tersebut dimanfaatkan pada siang hari untuk istirahat setelah bekerja di kebun singkong yang dia garap.

"Setiap hari ngored (berladang) saja. Tapi kalau malam kadang tidur di dalam rumah (anak angkat)," tutur dia.

Melihat keadaan Abah Elom, Dedi Mulyadi justru memuji semangat Abah Elom yang tidak mau menyusahkan anak angkatnya.

"Yang utamanya Abah punya semangat kerja, Abah tidak mau bergantung pada anaknya. Dia punya rasa malu dan memilih tinggal sendiri, punya sikap yang hebat dan patut dihargai," kata Dedi.

Sebagai bentuk rasa simpati terhadap semangat Abah Elom, Dedi memberikan bantuan uang tunai.

Dia meminta agar uang tersebut dimanfaatkan untuk memperbaiki gubug reyot itu, agar lebih nyaman untuk dijadikan tempat tinggal.

"Karena abahnya sukanya di sini, biar gubugnya dibuat agak lebih tinggi, jadi abah tinggal di sini, masak di sini, ke kebon nyaman, biar tidak jadi dongeng Abah tidur di kandang domba," kata Dedi.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tidak Mau Merepotkan Anak Angkat, Kakek Ini Tinggal di Bekas Kandang"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved