Otak Jambret Medan Ditembak Mati

Dua Tersangka Jambret Berjalan Tertatih Masuk Ruang Paparan Polrestabes Medan

Secara khusus tersangka Andi Pratama Siregar yang disebut sebagai otak pelaku yang kemudian meninggal dunia merupakan napi asimilasi.

TRIBUN MEDAN/MAURITS
DUA tersangka jambret yakni Sabar ullah dan Galuh Pamungkas tertunduk saat berada di Polrestabes Meda, Selasa (16/6/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Dua dari empat tersangka jambret yang berhasil diamankan petugas Polrestabes Medan terlihat berjalan tertatih saat memasuki ruang paparan di Polrestabes Medan Jalan HM Said, Kecamatan Medan Perjuangan, Selasa (16/6/2020).

Keempat tersangka adalah Erwin Syahputra, Sabar ullah, Galuh Pamungkas, Andi Pratama Siregar.

Dari keempat tersebut, Andi Pratama sebagai tersangka yang ditembak oleh polisi akibat melakukan perlawanan saat penangkapan terjadi.

Secara khusus tersangka Andi Pratama Siregar yang disebut sebagai otak pelaku yang kemudian meninggal dunia merupakan napi asimilasi.

Otak Jambret yang Ditembak Mati Ternyata Eks Napi Asimilasi, 3 Kali Bolak-balik Masuk Penjara

Sebelum menjadi napi asimiliasi di tahun 2020, Andi Pratama Siregar telah menjadi napi sebanyak dua kali yakni pada tahun 2014 menjalani masa tahanan 1,5 tahun dan pada tahun 2017 menjalani hukuman selama 8 bulan.

Ketiga kalinya, Andi Pratama Siregar dihukum pada tahun 2018 di Polsek Helvetia dan menjalani hukuman selama 3,5 tahun dan kemudian keluar dengan adanya program asimiliasi.

Saat paparan, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko menyampaikan bahwa penangkapan keempat tersangka diperoleh dari dua tempat.

Tarik-tarikan Tas dengan Korban, Dua Pelaku Jambret Terjatuh dan Nyaris Diamuk Massa

"Penangkapan ini ada di dua lokasi, Medan Baru dan Sunggal. Salah satunya yang sudah viral di medsos, ya," ujar Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko saat paparan di Polrestabes Medan pada Selasa (16/6/2020).

"Jadi ada empat yang kita rangka, yakni inisial AP (Andi Pratama Siregar) yang meninggal dunia karena berusaha melukai petugas kita, kemudian satu lagi masih sakit di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, dan ini yang dua ini, inisial S (Sabarullah) dan GP (Galuh Pamungkas," pungkasnya.

(cr3/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved