Update Covid19 Sumut 14 Juni 2020

Warga Medan Kena Corona Melonjak 10 Kali Lipat Kurun Pertengahan Mei Hingga Juni, Ini Kata Akhyar

Jumlah warga Kota Medan yang positif Covid-19 hingga Sabtu (13/6/2020) sebanyak 572 orang.

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/HO
Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution saat menghadiri kegiatan rapid test massal di Gedung Serba Guna Yayasa Missi Gurdwara Jalan Polonia Medan, Minggu (14/6/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Sejak pertengahan Mei sampai pertengahan Juni 2020, jumlah warga Kota Medan yang positif terpapar virus corona meningkat sampai 10 kali lipat.

Jumlah warga Kota Medan yang positif Covid-19 hingga Sabtu (13/6/2020) sebanyak 572 orang, dengan rincian sembuh 123 orang, meninggal 37, dan dirawat 412.

"Padahal bulan lalu jumlah warga Kota Medan yang positif corona hanya 70-an orang. Jadi peningkatannya sangat eksponensial.

Peningkatan ini sampai kapan? Itu semua tergantung kepada kita semua.

Jika kita mematuhi protokol kesehatan, terutama pemakaian masker, insya Allah penularan Covid-19 dapat diatasi sehingga kita dapat memaski new normal,” kata Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution, saat menghadiri rapid test massal di Gedung Serba Guna Yayasa Missi Gurdwara Jalan Polonia Medan, Minggu (14/6/2020).

Jordi Onsu Bertemu Kuasa Hukum PT Geprek Benny Sujono, Jadi Pengin Damai, Mohon Jangan Dikomporin

Viral Medsos, Preman Marah-marah Lempar Mobil Pemilik Toko dengan Batu, Akhirnya Ditangkap Polisi

Menurut Akhyar, peningkatan ini terjadi akibat gencarnya rapid test massal yang dilakukan pemerintah, pihak swasta maupun masyarakat.

Dengan demikian, masyarakat yang selama ini terlihat sehat akhirnya diketahui ternyata positif terinfeksi Covid-19, setelah mengikuti rapid test tersebut.

Di samping itu, lanjutnya, peningkatan juga tidak terlepas karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Ia mengatakan, penggunaan masker memang tidak membuat masyarakat nyaman, namun hasil yang diperoleh dapat melindungi diri maupun orang lain dari tertular virus mematikan yang sampai saat ini belum diperoleh obat (vaksinnya) tersebut.

Dampak pademi Covid-19, lanjut Akhyar, tidak hanya terhadap bidang kesehatan dan ekonomi saja, tetapi juga berimbas terhadap Pemko Medan. Akibat pandemi Covid-19, seluruh program perencanaan harus dibatalkan

Kondisi tersebut terjadi kata Akhyar, akibat pendapatan jauh menurun sejak empat bulan belakangan yakni Maret hingga Juni, sejak pandemi Covid-19 menerpa Kota Medan.

"Praktis selama 4 bulan belakangan ini, Pemko Medan tidak ada pendapatan lagi. Pendapatan yang diperoleh hanya 10% dari perencanaan pendapatan yang telah ditetapkan,"ungkapnya.

Akhyar berharap melalui berbagai kegiatan positif, diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran baru bagi masyarakat bahwa saat ini hidup dalam pandemi Covid-19.

Dengan demikian seluruh masyarakat dapat mengikuti seluruh protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah, terutama penggunaan masyarakat ketika beraktifitas di luar rumah.

"Gunakan masker dimanapun berada. Jangan sepele dengan masker, sebab alat ini sangat melindungi diri kita dan orang lain agar tidak tertular Covid-19,” ujarnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved