News Video

Aksi Kejar-kejaran Gelandangan dan Pengemis, Anak-anak: Ampun Om, Ampun. .

Dinas Sosial Kota Medan melakukan razia Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PKMS) di beberapa titik persimpangan di Kota Medan, Jumat (12/6/2020)

TRI BUN-MEDAN.COM - Dinas Sosial Kota Medan melakukan razia Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PKMS) di beberapa titik persimpangan di Kota Medan, Jumat (12/6/2020).

Pantauan wartawan www.tri bun-medan.com razia ini diwarnai aksi kejar-kejaran antara petugas dengan gelandangan dan pengemis (gepeng) yang mencoba melarikan diri saat akan diamankan.

"Woi sini kau woi, udah terkepung kau," ucap seorang petugas Dinas Sosial kepada pengamen yang masuk ke semak-semak.

Tidak hanya sampai disitu, beberapa orang anak yang sedang duduk dekat persimpangan lampu merah, tepatnya di depan kampus UISU, juga diangkut petugas.

"Ampun om, ampun om," ucap seorang anak yang menangis histeris saat diamankan.

Razia gepeng dilakukan karena kehadiran mereka sering meresahkan warga dan sering membuat kemacetan di persimpangan jalan.

Selain itu, razia gepeng ini juga dilaksanakan sesuai dengan peraturan Wali Kota Medan, serta untuk menciptakan rasa nyaman masyarakat Kota Medan.

Dinas Sosial berhasil mengamankan puluhan gelandangan dan pengemis dari beberapa persimpangan lampu merah yang ada di Kota Medan.

Selanjutnya, mereka yang terjaring dibawa ke Kantor Dinas sosial untuk dilakukan pendataan.

Manusia silver cilik

Anggota DPRD Medan Hendra DS merasa miris saat melihat ada anak berusia 2 tahun dilumuri cat dan minyak untuk dijadikan manusia silver cilik di Kota Medan.

Anak tersebut diperlakukan tak sepantasnya demi mendapatkan uang dari pengendara.

Saking kesalnya, politisi Hanura itu pun meminta polisi menangkap orangtua anak tersebut.

"Kita minta Dinsos dan Satpol PP untuk segera menertibkan ini. Kemudian pihak polisi pun harus turun tangan menangkap orangtuanya, karena memperdagangkan anak balita untuk kepentingan pribadi," kata Hendra DS kepada wartawan www.tri bun-medan.com, Rabu (10/6/2020).

Hendra mengaku selama ini belum pernah menjumpai kasus demikian, namun apabila anak-anak yang mengamen atau berjualan di pinggir jalan memang saban hari selalu ada di Medan.

Bukan hanya membayakan karena berkeliaran di jalan raya, kata Hendra DS anak kecil yang dilumuri cat juga pasti berbahaya untuk kesehatan.

"Khusus untuk anak balita yang dijadikan manusia silver, itu kan baru pertama ini dan itu bisa merusak kesehatan tubuh anak yang bersangkutan, dengan tubuhnya dilumuri cet, kulitnya sendiri belum mampu menerima cairan kimia, itu kan pengrusakan dan bisa dipidana yang membuat anak itu begitu," tegasnya.

 Anak 2 Tahun Sudah Jadi Manusia Silver di Lampu Merah Kota Medan

Diwawancarai terpisah, Kepala Dinas Sosial Kota Medan, Endar Lubis, mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan kembali untuk memastikan apakah orangtua anak tersebut sudah terjaring razia Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PKMS) yang belakangan gencar dilakukan.

Endar mengaku selama menjabat sebagai kepala dinas sosial kota Medan, ia baru pertama kali mendapati kasus demikian di kota Medan.

"Selama ini belum pernah ada, makanya saya mau cek dulu ke staff di mana kejadiannya," katanya.

Endar mengatakan pihaknya akan mencaritau apakah hal tersebut ekspolitasi anak yang dilakukan orangtua atau ada pihak lain yang mengorganisir.

Terkait tindak lanjut katanya akan dikoordinasikan ke ranah yang bersangkutan

"Fungsi kita bukan menangkap tapi menertibkan, untuk selanjutnya dibina agar tidak mengulangi perbuatannya dengan jaminan dari orangtuanya, tapi jika orangtuanya yang mengeksploitasi anaknya, bisa kita bawa ke ranah hukum dengan terlebih dahulu berkoordinasi denga LPAI," katanya.

Selang beberapa menit, Endar mengatakan setelah video tersebut viral, pihak dinsos rupanya sudah menyisir jalan yang diduga menjadi tempat aksi manusia silver cilik beraksi, namun sayangnya pihaknya tidak menemukan.

"Setelah saya hubungi anggota, semalam disisir anggota dan tidak ditemukan. Sudah saya intruksikan petugas untuk piket di lokasi tersebut," katanya.

(cr23/tri bun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved