Kebakaran di Pasar Meranti Medan
Detik detik Kebakaran Hebat di Belakang Plaza Medan Fair, Pasar dan Rumah Penduduk Hangus
Kebakaran hebat menghanguskan pasar tradisional dan rumah warga yang berada di Jalan Punak, Kecamatan Medan Petisah, atau di belakan Plaza Medan Fair
Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Hendrik Naipospos
TRI BUN-MEDAN.COM - Kebakaran hebat menghanguskan pasar tradisional dan rumah warga yang berada di Jalan Punak, Kecamatan Medan Petisah, atau di belakan Plaza Medan Fair, Rabu (10/6/2020).
Informasi yang dihimpun wartawan www.tri bun-medan.com, api kali pertama diketahui sekitar pukul 09.15 WIB dari rumah warga yang merambat hingga ke Pasar Meranti Medan.
Lokasi kejadian adalah rumah padat penduduk sehingga api cepat menyebar.
"Tadi itu ada api dari rumah di sini, terus tiba-tiba kayak meledak, jadi buat api makin besar," ungkap warga di lokasi.
Belum diketahui jumlah pasti rumah dan kios yang terbakar.
Manager Pusdalops-PB Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan Nurly menyampaikan, lebih kurang 10 rumah permanen yang terbakar tersebut ditaksir dengan persentase kerusakan sekitar 60-85%.
Namun begitu, kata dia, tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam peristiwa ini.
Tonton video:
• Pasar Meranti Terbakar 8 Rumah Ikut Ludes, Pedagang Selamatkan Barang Berharga, Api Belum Padam
• 8 Rumah Hangus Terbakar di Pasar Meranti Medan Petisah, Kobaran Api Cepat Menyebar
Beberapa mobil pemadam kebakaran sudah berada di lokasi.
Kepala Dinas Pencegahan dan Pemadam Kebakaran (P2K) Medan membeberkan penyebab kebakaran.
Albon Sidauruk menjelaskan awal titik api berasal dari rumah kontrakan yang ditinggal penghuninya, lalu api merambat ke rumah kayu.
"Awal titik api dari rumah kost, yang tidak ada penghuni karena tidak ada di tempat," tuturnya di lokasi.
Terkait penyebab awal api, Albon masih menunggu pihak berwajib yang menyimpulkan.
Namun, di lokasi pihaknya menemukan ada kasur yang terbakar diduga awal penyebab api.
"Ini belum, masih pihak yang berwajib yang memastikan. Dugaan kita bisa saja ini kamar kostan bisa saja ada alat elektronik uang ditinggal, kalau dari puing tadi yang kami lihat ada semacam bekas kasur yang terbakar itu sangat rentan terbakar. Apalagi di tempat tersebut ada barang elektronik seperti misalnya hair dryer atau charger hp," ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa ada 13 unit Damkar yang diturunkan untuk memadamkan api.
Serta areal yang sempit membuat petugas mengalami kesulitan dalam memadamkan api.
"Armada yang kita turunkan ada 13 unit dan dua kali pengisian karena maraknya api karena bahan yang terbakar terbuat dari kayu jadi kemudian areal yang agak sempit jadi kesulitan kita memadamkan secara full," pungkasnya.
(cr23/tri bun-medan.com)