POPULER TRI BUN MEDAN
BERITA POPULER: Istri Malu Suami PNS Selingkuh Minta Dipecat, Aksi Bocah 2 Tahun Silver Man
Perkembangan kasus dugaan perselingkuhan 2 PNS/ASN Pemkab Asahan, yang ditemukan pingsan dalam mobil.
Penulis: AbdiTumanggor | Editor: Salomo Tarigan
TRI BUN-MEDAN.com - Sejumlah berita populer menghiasi laman tri bun-medan.com, tren sepanjang Selasa (9/6/2020) hingga Rabu (10/6/2020) hari ini.
Di antaranya, perkembangan kasus dugaan perselingkuhan 2 PNS/ASN Pemkab Asahan, yang ditemukan pingsan dalam mobil.
Babak baru, istri minta Pemkab Asahan memecat suaminya karena perbuatan tidak senonoh tersebut hingga mengadu ke polisi.
Berita populer lainnya aksi Silver Man (Manusia silver) alias pengemis di Lampu Merah Kota Medan.
Kali ini, bocah yang berusia sekitar 2 tahun dilibatkan sebagai Siver Man.
Pasangan ASN/PNS Selingkuh, Istri Minta Pemkab Asahan Pecat Suaminya dari PNS
- Kasus dua ASN Pemkab Asahan yang ditemukan di dalam sebuah mobil Innova warna hitam BK 1746 BC, di kawasan Jalan Pabrik Benang, Kisaran pada Kamis (4/6/2020) sekitar pukul 23.00 WIB memasuki babak baru.
Pasalnya sang istri dari Zul (37) berinisial AMS membuat laporan ke Polres Asahan.
Zul merupakan ASN yang bertugas sebagai Korwil Dinas Pendidikan Asahan Kecamatan Rawang Panca Arga.
Laporan itu dibuat lantaran sang istri merasa tak terima dengan perbuatan Zul dengan teman seprofesi suaminya berinisial H alias I (39). H diketahui menjabat sebagai Bendahara Pembantu Dinas Pendidikan Kecamatan Meranti.
"Saya merasa keberatan atas perbuatan yang telah dilakukan Zul dan H, jadi harapan ku supaya mereka berdua ini dipecat dari ASN, karena perbuatan mereka sangat memalukan," ucap AMS ketika membuat laporan ke Polres Asahan.
Didampingi dua orang kerabatnya, AMS mengungkapkan bahwa perbuatan selingkuh yang dilakukan Zul bukan yang pertama kali.
"Bukan hanya dengan perempuan (H) itu saja, tapi banyak lagi perempuan lainnya dengan cara gonta ganti perempuan. Sudah bertahun-tahun dia (Zul) bermain perempuan," ungkap AMS.
AMS sudah berulang kali mencium adanya hubungan perselingkuhan suaminya denga H alias I, namun Zul selalu berdalih bahwa hubungan keduanya tidak lebih dari rekan kerja.
Bahkan AMS pernah bertemu dengan Zul dan H, khusus untuk meminta penjelasan tentang kecurigaan dirinya atas dugaan perselingkuhan keduanya beberapa waktu lalu.
"Kami pernah bertemu bertiga, untuk meminta penjelasan soal hubungan mereka (Zul dan H), tapi mereka ngotot bahwa mereka nggak ada hubungan khusus, hanya sebatas hubungan kerja. Di situ saya minta agar mereka berjanji tidak akan pernah menjalin hubungan gelap," ujar AMS.
Sementara itu berdasarkan informasi yang dihimpun, laporan sang istri telah diterima Polres Asahan dan diserahkan ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Asahan.
"Kemarin, AMS istri dari Zul telah melaporkan Zul dan H atas kasus perzinahan. Kasus ini akan kita serahkan ke Unit PPA," kata Kanit Tipiter Polres Asahan, Iptu Syamsul Adhar yang menerima langsung laporan tersebut.
Diketahui, polisi mengetahui keberadaan dua orang ASN berlainan jenis kelamin yang pingsan di dalam sebuah mobil, setelah seorang warga datang ke SPKT ke Polres Asahan.
Warga tersebut memberitahukan tentang keberadaan sebuah mobil Innova yang mencurigakan terparkir di TKP.
Laporan itu kemudian ditindaklanjuti, dan petugas mendapati kondisi mesin mobil menyala dan seluruh kaca jendelanya tertutup rapat.
"Kemudian 4 personel kami turun ke TKP, mengecek kebenaran informasi itu. Dan benar ada sebuah mobil Innova dalam kondisi hidup. Sempat diketuk kacanya, tak mendapat respon, sehingga dilakukan pencongkelan dibagian talang air," sebut Kapolres Asahan, AKBP Nugroho Dwi Karyanto, Jumat (5/6/2020).
Setelah jendela kaca mobil berhasil dibuka, didapati satu orang pria dan satu orang wanita tak sadarkan diri berada di jok baris kedua mobil.
Kondisi sang pria terduduk di bagian kiri, serta mulut mengeluarkan busa.
Sedangan di sampingnya terdapat seorang wanita dengan posisi terlentang, mulut mengeluarkan cairan warna merah, serta pakaiannya hanya menutupi sebagai tubuhnya.
Keduanya lantas dievakuasi dan selanjutnya dibawa ke RSUD H Abdul Manan Simatupang Kisaran untuk mendapatkan perawatan.
Anak 2 Tahun Sudah Jadi Manusia Silver (Silver Man) di Lampu Merah Kota Medan
Anak yang diperkirakan berusia 2 tahun membuat heboh karena sudah menjadi manusia silver cilik
Videonya beredar di linimasa media sosial.
Informasi yang diperoleh wartawan www.tri bun-medan.com, lokasi video viral berada tepat di persimpangan Jalan Gatot Subroto - Kapten Muslim (Simpang Sei Sikambing), Medan.
Seluruh tubuh anak tersebut dilumuri cat silver yang dicampur minyak agar mengkilat.
Anak tersebut masih mengenakan popok.
Geraknya yang lincah, ke sana-sini, bisa membahayakan keselamatan nyawanya.
Pengendara mobil yang tidak melihat keberadaan 'manusia silver cilik' ini bisa saja menabraknya.
Tonton video:
Dirazia Dinas Sosial
Aksi manusia silver di Kota Medan sejak beberapa bulan lalu mendapat sorotan oleh Pemko Medan.
Satpol PP Kota Medan pada Rabu (3/6/2020) sore, menggelar razia terhadap para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PKMS).
Belasan manusia silver ditangkap dari beberapa titik persimpangan lampu merah.
Selain manusia silber, petugas turut mengamankan puluhan gelandangan dan pengemis (gepeng) yang beberapa di antaranya masih anak-anak.
Tonton video:
Pantauan wartawan www.tribun-medan.com, usai diamankan para manusia silver dan gepeng tersebut langsung digelandang ke Dinsos Kota Medan untuk didata.
"Total ada sekitar 37 yang diamankan. 12 diantaranya manusia silver, 25 gelandangan dan pengemis yang empat di antaranya anak-anak," kata Kepala Dinsos Medan, Endar Sutan Lubis.
Endar menjelaskan para manusia silver tersebut merupakan anak-anak muda yang rela mengecat tubuhnya dan kemudian malah meminta sumbangan.
Dia mengatakan meski dalam masa tanggap darurat covid-19 saat ini, pihaknya tetap melaksanakan penertiban terhadap PMKS terutama yang mencoba mencari penghasilan di jalanan sehingga menggangu ketertiban.
"Belakangan ini memang kami agak mengurangi intensitas penertiban ini karena salah satu yang kami khawatirkan bahwa kita tidak tahu yang di jalanan ini apakah dia juga terpapar Covid-19 atau tidak. Sehingga kalau kita sembrono tidak ikuti protokol penanganan covid ini, kami khawatirkan malah petugas yang jadi terpapar dan tidak sadar malah jadi carier (pembawa virus) dah bisa satu kantor terpapar," jelasnya.
Lebih lanjut kata Endar, ke depan pihaknya bersama Satpol PP akan kembali menggencarkan penertiban terhadap para gepeng dan manusia silver jika ditemukan tetap melakukan aksinya.
Ke depan saat melakukan penertiban, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan dinas terkait agar bisa didampingi oleh tenaga kesehatan.
"Ke depan kami harus didampingi tenaga medis. Jadi nanti setelah ditertibkan tentunya harus diperiksa dulu oleh tenaga medis," kata Endar.
Saat disinggung apakah maraknya aksi silver man yang tergolong ini merupakan sebuah kegiatan yang terorganisir, Endar belum bisa memastikannya.
"Kalau sampai ke sana kami saat ini belum ada menyelidiki," imbuhnya.
Namun Endar mengatakan terkait semakin maraknya para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PKMS) lewat aksi silver man ini, pihaknya akan melakukan penyidikan.
Jika pihaknya memang menemukan bahwa gepeng dan orang terlantar yang diamankan merupakan orang yang sama berulang kali maka pihaknya tentu akan menyelidiki.
Menurutnya Bisa jadi itu sebuah kegiatan yang dilakukan oleh komplotan yang terorganisir.
"Dalam melakukan penertiban PKMS kita tidak sekadar rutinitas. Jika kita lihat kok dia-dia saja tetap melakukan itu maka kita akan analisis dan melakukan penyelidikan," tegasnya.
Lebuh lanjut kata Endar, dalam melakukan penyelidikan, pihaknya juga tentu akan bekerja sama dengan aparat berwajib.
Ia pun mengingatkan agar tidak ada warga yang sampai melakukan kegiatan semacam itu yang dapat mengganggu ketertiban dan rasa aman masyarakt banyak.
• BERITA PENERBANGAN: 31 Hari, Pergerakan di Bandara Internasional Kualanamu Capai 613.654 Penumpang
• Syarat Refund Dana Haji, Selain Lengkapi Dokumen dan Data Bukti Asli Setoran Bipih
"Kalau memang ditemukan seperti ada seperti yang mengkoordinir maka kami akan bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk melakukan penindakan," pungkasnya.
(ind/hen)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pasangan-pnsasn-yang-ditemukan-pingsan-dalam-mobil.jpg)