Srunita Sukatendel Sempat Berharap Dapat Wild Card Ikut PON Papua
Sari nampaknya harus legowo menyerahkan kesempatan bertanding pada karateka yang lebih muda.
TRIBUN-MEDAN.com - Karateka Srunita Sari Sukatendel telah jadi andalan Sumatera Utara sejak Pekan Olahraga Nasional 2012 Pekanbaru.
Saat itu, ia berhasil meraih medali emas.Setelah itu, koleksi medalinya semakin banyak. Termasuk medali emas SEA Games 2017 Kuala Lumpur.
Pada ajang itu, ia menjadi jawara nomor kumite bawah 50 kg Untuk PON 2021 Papua, Sari nampaknya harus legowo menyerahkan kesempatan bertanding pada karateka yang lebih muda.
Anak dari pasangan Seh Ukur Sukatendel dan Ngampuni Bukit ini tidak bisa ikut PON bukan karena pelaksanaan ajang empat tahun sekali ini ditunda jadi 2021.
"Maksimum usia tahun 1992, dan saya kelahiran tahun 1993. Makanya saya tidak bisa ikut Pra-PON," katanya, Sabtu (30/5/2020).
Ia mengaku kecewa karena sempat mendapat harapan tetap bisa mengikuti ajang olahraga terbesar di Indonesia itu. Ia bahkan sudah berlatih dan gabung dalam pemusatan latihan daerah.
"Rasa kecewaku timbul karena saat datang ke tempat Pra-PON. Saya tidak dikasih main karena batasan usia. Padahal saya datang karena anjuran dari sang pelatih," terangnya.
Ia mengaku tahu tentang aturan pembatasan usia bagi atlet peserta PON. Tapi, menurutnya, para pelatih telah berembuk dan tetap meminta Sari untuk tetap ikut Pra-PON. Pelatih bilang dirinya bisa mendapatkan wild card atau bisa main meskipun batas usia sudah melewati karena pernah mendapat medali emas saat event internasional.
"Rupanya tidak bisa juga," tuturnya.
Sambil menunggu adanya event, Sari mengaku tetap rutin latihan. Selain latihan aerobik dan latihan beban, ia terus mengasah pukulan dan tendangan mautnya.
"Ya, paling cuma teknik pukulan dan tendangan saja. Itupun biar enggak kosong kali karena enggak ada event yang bakal diikuti," ujarnya. (akb)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/srunita_sukatendel_20170828_094755.jpg)