Penjelasan Jubir, Begini Proses Penularan Virus Corona lalu Berkembang Makin Banyak Sampai Paru-paru
Ribuan orang di Indonesia telah meninggal dunia akibat terpapar virus corona.
TRI BUN-MEDAN.com - Ribuan orang di Indonesia telah meninggal dunia akibat terpapar virus corona.
Secara global, virus ini telah merenggut sekitar 347.110 jiwa di seluruh dunia, berdasarkan data worldometers yang dikutip Senin (25/5/2020) malam.
Sampai saat ini, penularan virus corona terus terjadi. Bahkan, setiap hari ratusan orang terjangkit virus yang pertama kali merebak di Wuhan, China ini.
Data yang dirilis pemerintah hingga Senin (25/5/2020), kasus meninggal akibat covid-19 naik menjadi 1.391 orang, setelah ada tambahan 19 orang dalam 24 jam terakhir.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menjelaskan mekanisme penyebaran virus corona.
Yuri menegaskan, manusia menjadi faktor pembawa virus tersebut.
Di dalam tubuh orang yang sudah terinfeksi, virus corona akan berkembang pada saluran pernapasan.
Kemudian akan terus tumbuh di dalam tubuh manusia.
“Virus itu tumbuh dan menjadi banyak di sepanjang saluran pernapasan kita, mulai dari rongga hidung, mulut, terus sampai ke paru-paru,” kata Yuri melalui siaran langsung di akun Youtube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin (25/5/2020).
• Kisah Pilu Pemudik, Ingin Bertemu Sang Nenek Ternyata Rumahnya Sudah Dijual, Sekeluarga Telantar
• Sepinya Pusat Perbelanjaan di Medan Momen Lebaran Hari Kedua, Ini Foto-fotonya
Virus corona menyebar melalui droplet atau percikan air liur yang keluar ketika orang yang telah terinfeksi batuk, bersih, maupun berbicara.
Jangkauan droplet tersebut dapat mencapai lebih dari satu meter sehingga dapat membuat orang di sekitarnya tertular.
“Apabila ini kemudian terhirup orang lain yang rentan, maka orang itu akan terinfeksi dan menjadi sakit,” tuturnya.
Kemudian, droplet tersebut juga dapat mengenai benda-benda di sekitar orang yang telah terinfeksi.
Droplet bersama virus corona akan pindah ke tangan orang yang menyentuh benda-benda tersebut.
Orang lain dapat saja menyentuh benda-benda yang telah terkena droplet secara tidak sadar.
Lalu, potensi terinfeksi Covid-19 akan menjadi besar apabila orang tersebut menyentuh wajah dan belum mencuci tangan setelah menyentuh barang-barang yang telah terkena droplet.
“Apabila dia tidak mencuci tangan dengan menggunakan sabun kemudian memegang mulut, hidung, mata, maka besar sekali kemungkinannya untuk menularkan ke orang yang bersangkutan,” ucap dia.
Maka dari itu, Yuri kembali mengingatkan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan.
Misalnya, menjaga jarak, menghindari kerumunan, tetap berada di rumah, serta menggunakan masker apabila terpaksa keluar rumah.
Yuri juga mengingatkan pentingnya mencuci tangan dengan sabun untuk mencegah penularan Covid-19.
“Karakter virus ini terbungkus oleh dinding yang terbuat dari struktur kimia lemah, yang sangat mudah hancur apabila terkena deterjen, terkena sabun,” ungkap Yuri.
“Oleh karena itulah kenapa alasannya harus mencuci tangan dengan sabun,” imbuhnya.
Data Covid-19 di Sumut
Pasien positif Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut) bertambah sebanyak 4 orang dari data kemarin, Minggu (24/5/2020).
Total jumlah pasien positif corona di Sumut pada hari ini, Senin (25/5/2020) berjumlah 315 orang.
Hal ini disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemprov Sumut, dr Aris Yudhariansyah.
"Update data COVID-19 hingga hari ini pukul 16.00 WIB Provinsi Sumatera Utara, jumlah pasien positif dengan metode PCR ada 315 orang," ungkapnya.
Pasien sembuh pada hari ini mengalami peningkatan sebanyak 6 orang dari jumlah kemarin. Total jumlah yang sembuh hingga hari ini sebanyak 114 orang.
"Pasien meninggal hari ini tidak mengalami peningkatan atau jumlahnya tetap sebanyak 34 orang. Dan pasien sembuh ada 114 orang, ada enam penambahan," tuturnya.
Sementara, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mengalami pengurangan sebanyak 6 orang dari data sebelumnya yang berjumlah 181 orang.
"Jumlah pasien PDP pada hari ini berjumlah 175 orang. Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 462 orang," pungkasnya.
"Oleh karena itu saudara- saudara sekalian, poin inilah yang kemudian menjadi gambaran untuk kita seberapa disiplin kita mematuhi untuk menjaga jarak, tetap di rumah, mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan menggunakan masker. Inilah yang kemudian menjadi ukuran karena inilah cara kita mencegah penularan Covid-19 ini," ujarnya.
Data Nasional
Data terbaru penyebaran voris corona yang dirilis pemerintah, hingga Senin (25/5/2020) pukul 12.00 WIB tercatat adanya tambahan 479 kasus baru posirif Covid-19 dalam waktu 24 jam terakhir.
Total terdapat 22.750 orang yang dinyatakan positif virus corona (Covid-19) di Indonesia.
"Pada hari ini terkonfirmasi Covid-19 meningkat 479 orang, sehingga menjadi 22.750 orang," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui YouTube di Channel BNPB, Senin (25/5/2020).
Sementara kasus meninggal naik menjadi 1.391 orang, setelah ada tambahan 19 orang dalam 24 jam terakhir.
Sedangkan jumlah pasien sembuh naik sebanyak 240 orang, sehingga totalnya menjadi 5.642 orang.
Sehari sebelumnya, terdapat 526 kasus positif virus corona (Covid-19) baru.
Jumlah ini menambah total kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 22.271 orang pada Minggu (24/5/2020).
Namun, kasus sembuh mencapai 153 orang sehingga total menjadi 5.402 orang yang telah sembuh.
Sementara kasus meninggal dunia bertambah 21 orang, sehingga total yang meninggal dunia 1.372 orang.
(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jubir Pemerintah Ungkap Bagaimana Corona Berkembang di Tubuh Manusia hingga Penularannya"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-flu-musiman_wabah-virus-corona.jpg)