Cerita Pekerja Migran Diganggu Hantu di Tempat Karantina, 14 Hari Enggak Tidur, Positif Covid-19
Seorang buruh migran menceritakan kisah selama mengikuti karantina selama 14 hari di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Karangasem, Bali.
TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Warga menutup sementara jalan akses masuk ke permukiman warga di Jalan Pencak, Medan, Sumatera Utara, Selasa (7/4/2020).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
TRI BUN-MEDAN.com- Seorang buruh migran menceritakan kisah selama mengikuti karantina selama 14 hari di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Karangasem, Bali.
Sebab, ia tidak bisa tidur malam karena diganggu hantu. Sehingga, baru bisa tidur pada pukul 03.00 dan 04.00 Wita dini hari.
Akibat kurang istirahat, kondisinya menurun dan terlihat letih.
"Kondisi fisiknya letih terlihat dari tensi dan suhu tubuhnya. Katanya lihat makhluk halus, itu pengakuan mereka," kata Kepala Dinkes Karangasem, Gusti Bagus Putra Pertama, saat dihubungi, Rabu (20/5/2020) sore.
Karena hari terkahir karantina, maka PMI tersebut dilakukan tes swab hasilnya diketahui positif Covid-19.
Putra mengatakan, kemungkinan besar PMI tersebut daya tahan tubuhnya menurun karena kurang istirahat. Sehingga ia terserang virus corona yang diduga sudah ada di tubuhnya.
"Kondisi setelah kami pantau ia kurang istrahat. Bisa saja daya tahan tubuhnya menurun sehingga positif. Virus sudah di tubuhya dan daya tahannya kalah," kata dia.
Setelah dinyatakan positif, pasien tersebut dibawa ke Rumah Sakit rujukan Covid-19 di Denpasar.
Ia menjelaskan, SKB Karangasem merupakan tempat pelatihan dan pendidikan para aparatur sipil negara (ASN).
Di tempat tersebut, ada 47 PMI yang dikarantina. Kini, semuanya telah berakhir waktu karantinanya.
Dari jumlah tersebut, 46 dinyatakan negatif dan hanya 1 dinyatakan positif.
Sementara itu, di Karangasem ada 30 kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Dari jumlah itu, 24 dinyatakan sembuh dan 6 masih dirawat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/karantina-wilayah-di-medan-2.jpg)