NASA Ingatkan Kondisi Matahari, Masalah Lockdown, Bahaya Kesehatan dan Dampak Cuaca Dingin
Dengan kondisi ini, maka para ahli percaya bahwa kita akan memasuki periode terdalam dari 'resesi'
"Hal ini dapat menimbulkan bahaya kesehatan bagi para astronot dan mereka yang berada di kutub."
"Lalu juga memengaruhi elektro-kimia atmosfer di atas Bumi dan dapat membantu memicu petir."
• Cara Mudah Membuat Kartu Ucapan Hari Raya Idul Fitri di Handphone, Kirim via Whatsapp, IG atau FB
• CEGAH KANKER, Manfaat Mentimun Selain Menurunkan Tekanan Darah dan Memperbaiki Pencernaan
Belum selesai.
Ilmuwan NASA itu khawatir bahwa kondisi ini bisa mengulang kejadian antara tahun 1790 dan 1830 yang disebut Dalton Minimum.
Di mana kondisi tersebut mengarah pada periode musim dingin yang brutal, kehilangan panen yang mengakibatkan kelaparan, dan letusan gunung berapi yang kuat.
Saat itu, kondisi suhu merosot hingga 2 derajat Celcius (3,6 derajat Fahrenheit) selama 20 tahun dan menghancurkan produksi pangan dunia.
• Viral Bocah Penjual Gorengan Dipukul, Ditendang dan Ditertawakan oleh Sekelompok Pemuda
Pada 10 April 1815, letusan gunung berapi terbesar kedua dalam 2.000 tahun terjadi di mana Gunung Tambora di Indonesia meletus dan menewaskan sedikitnya 71.000 orang.
Ini juga menyebabkan 'Tahun Tanpa Musim Panas' pada tahun 1816 dan ada salju di bulan Juli.
(*)
• LIVE STREAMING TVRI: Jadwal dan Materi Belajar dari Rumah di TVRI Hari Ini, Link Live
• 5 Manfaat Kulit Pisang Selain Menghilangkan Jerawat, Mengangkat Sel Kulit Mati untuk Kecantikan
Artikel ini telah tayang di Gridhot.id dengan judul Waspada! NASA Sebut Matahari Memasuki Masa-masa Lockdown, Bumi Bakal Kena Dampak Kelaparan, Gunung Api Meletus, hingga Cuaca Dingin yang Ekstrim, Simak Penjelasan Ahli
NASA Ingatkan Kondisi Matahari, Masalah Lockdown, Bahaya Kesehatan dan Dampak Cuaca Dingin
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/fenomena-hari-tanpa-bayangan-9-oktober-hari-ini-terjadi-di-jakarta-dan-serang-ini-jadwal-lengkap.jpg)