Cerita Pemudik Gantung Diri Setelah Disuruh Isolasi, Setiba di Kampung Keluhkan Panas, Sesak Napas

Seorang pemudik yang belakangan diketahui bernama Mahmud (34) gantung diri di atas plafon rumahnya, Minggu (17/5/2020).

Kolase TribunJatim.com/Tribunnews.com
Warga sekitar rumah Jalan Pacar Keling Surabaya dihebohkan dengan peristiwa gantung diri. Seorang siswa pelajar SMK di Surabaya tewas dalam kondisi tergantung di dapur rumahnya. 

TRI BUN-MEDAN.com- Seorang pemudik yang belakangan diketahui bernama Mahmud (34) gantung diri di atas plafon rumahnya, Minggu (17/5/2020).

Diketahui Mahmud warga Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis.

"Sebelumnya bekerja di Tangerang, jualan kerupuk," kata Kapolsek Rajadesa AKP Iis Yeni saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon Senin malam (18/5/2020).

Berlinang Air Mata Mendengar Nasihat Ucok Baba untuk Anak-anaknya, Berharap Tuhan Beri Umur Panjang

Berdasarkan keterangan perangkat desa setempat, lanjut Iis, korban pulang dari Tangerang sebelum bulan Ramadhan.

Saat tiba di Rajadesa, korban mengeluh sakit panas.

"Korban berobat ke puskesmas. Oleh pihak puskesmas, korban diminta menjalani isolasi mandiri. ( Pemudik) dari zona merah Covid-19 wajib melaksanakan isolasi mandiri 14 hari," jelas Iis.

Karena pulang sebelum Ramadhan, Iis memperkirakan, korban sudah selesai menjalani masa isolasi selama 14 hari tersebut.

Dimakamkan Sesuai Protokol Covid-19

Sementara itu, korban dimakamkan sesuai protokoler pemakaman korban Covid-19.

Menurut Iis, di masa pandemi Corona saat ini, korban temu mayat dimakamkan sesuai protokol Covid-19.

"Sekarang (temu) mayat karena apa saja harus dimakamkan sesuai protokol Covid-19," jelas Iis.

Ihwal korban berstatus ODP, Iis membantahnya.

Dia sudah mengkonfirmasi hal ini kepada Covid Center Kabupaten Ciamis.

"Ada fotokopi SIM korban, saya kasih ke Posko Covid Ciamis. Namun menurut Posko Covid Ciamis, nama korban tidak ada (tidak terdaftar sebagai ODP)," jelas Iis.

Lagi Hamil Perilaku Citra Kirana Jadi Cengeng, Ditinggal Main Tenis Sebentar Saja Menangis

Keluarga Tolak Otopsi

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved