Ternyata Siswi NF (15) Bukan Hanya Pelaku Pembunuhan, Namun Juga Jadi Korban Pencabulan hingga Hamil
Siswi SMP NF (15) menjadi korban kekerasan seksual oleh tiga orang terdekatnya, hingga kini hamil 14 minggu atau 3,5 bulan.
Wanita remaja NF (15) bukan hanya menjadi pelaku pembunuhan namun ia juga merupakan korban pelecehan hingga hamil 14 Minggu.
TRIBUN-MEDAN.com - Sungguh biadab kelakuan paman hingga pacarnya sendiri.
Siswi NF (15), remaja pelaku pembunuhan bocah tetangganya ternyata pernah menjadi korban syahwat.
Akibat pelecehan yang diterimanya, NF kini tengah mengandung 14 minggu atau 3,5 bulan.
Hal itu dikatakan Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial, Harry Hikmat.
"(NF) menjadi korban kekerasan seksual oleh tiga orang terdekatnya, hingga kini hamil 14 minggu," ujarnya dikutip dari Kompas.com.
Kasus NF sempat mengagetkan publik pada Kamis 5 Maret 2020 lalu.
Pasalnya remaja putri berusia 15 tahun ini membunuh seorang bocah berusia 5 tahun yang merupakan tetangganya sendiri.
Ratna, ibu korban yang anaknya dibunuh siswi SMP. (Youtube channel Indonesia Lawyers Club)
Peristiwa ini terungkap saat NF mendatangi Polsek Tamansari keesokan harinya untuk mengakui semua perbuatannya.
Dua bulan kemudian terungkap, NF bukan hanya menjadi pelaku pembunuhan namun ia juga merupakan korban pelecehan hingga hamil.
"Ya betul (NF merupakan korban pelecehan seksual). NF berada dalam dua posisi sekaligus, yaitu sebagai pelaku pembunuhan dan menjadi korban kekerasan seksual," kata Harry.
Bahkan saat melakukan pembunuhan, NF tengah dalam keadaan hamil muda.
"(Pelecehan seksual) enggak bersamaan tapi kejadiannya semua dipastikan sebelum kejadian pembunuhan terjadi. Jadi, waktu kejadian pembunuhan terjadi anak itu sudah dalam keadaan hamil" ujar Harry.
Harry lantas mengungkap kondisi NF yang kini berada di Balai Anak Handayani di Jakarta untuk rehabilitasi.
Dikatakannya, kondisi NF berangsur baik.
Kepala Dokter Kejiwaan Kelimpungan Membaca Kejiwaan dan Ekspresi Siswi SMP yang Bunuh Bocah 6 Tahun. Dokter ungkap respon siswi SMP itu saat diajak berdialog. (kolase Youtube dan TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)
"Saat ini, kondisi NF sudah menunjukkan perubahan kearah yang lebih baik, secara fisik, psikis, sosial dan spiritual," kata Harry, dalam keterangan resminya.
Tak hanya NF, kondisi janin di dalam kandungannya juga dalam keadaan baik.
Bahkan, kini NF tetap melanjutkan aktivitas dan hobi menggambarnya.
"(Kondisi) baik bahkan anak sudah pakai hijab, rajin mengaji. Menggambarnya beda, kembali ke gambar anak-anak. Gambar apa tuh yang putri, boneka berbie, indah di warna-warni," ucapnya.
Di Balai Anak Handayani, NF mendapatkan layanan rehabilitasi sosial sambil menunggu proses peradilan.
Harry berharap agar insiden yang terjadi pada NF tak terulang.
Harry menilai, pelaku pencabulan NF merupakan orang terdekat.
"Tiga orang ini sudah tersangka, inisial F, sepupu dari ibu tiri. Inisial R, cucu dari kakak ibu tiri. Lalu A (25), pacarnya," kata Harry di Balai Rehabilitasi Anak Handayani, Jakarta Timur, Jumat (15/5/2020).
F mencabuli NF sebanyak empat kali, R sebanyak sembilan kali di rumahnya sendiri, sementara A mencabuli sebanyak tiga kali.
Tak hanya kekerasan seksual, NF juga mengalami jadi korban kekerasan fisik yang dilakukan tiga pelaku agar nafsunya dituruti.
Tetapkan tiga tersangka
Kasus pelecehan seksual NF kini ditangani oleh penyidik Polres Jakarta Pusat.
Kasat Reskrim Polres Jakpus, AKBP Tahan Marpaung mengatakan, polisi telah menetapkan tiga tersangka kasus dugaan pelecehan seksual terhadap NF.
"Betul (pelaku pemerkosaan adalah paman dan kekasihnya)," kata Tahan.
Kendati demikian, belum ada penjelasan lengkap terkait kronologi pengungkapan kasus pelecehan tersebut.
Saat ini, informasi pelecehan seksual hanya berupa informasi penetapan tersangka dan kronologi awal terkuaknya kasus tersebut versi Kemensos RI.
Tahan hanya menjelaskan, berkas perkara kasus pelecehan seksual itu telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.
Sehingga, ketiga tersangka akan segera menghadapi persidangan.
Wakil Kapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Susatyo Purnomo memperlihatkan buku catatan milik NF (15), ABG perempuan yang membunuh APA (6), teman adiknya di Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2020). (Inset) Film Chucky dan Slender Man, film horor yang suka ditonton NF. (TribunJakarta.com/Dion Arya Bima Suci)
"Sudah P21 (berkas perkara dinyatakan lengkap)," ungkap Tahan.
Minta ditemani sampai lahiran
Dua bulan berlalu, Kementerian Sosial RI melalui rehabilitasi sosial masih melakukan pendampingan kepada NF.
Sejalan dengan hal tersebut, pekerja sosial dan psikolog, Handayani, telah melakukan beberapa terapi kepada NF.
Dari hasil terapi yang dilakukan Handayani, kata Harry, fisik NF pun tampak sehat.
"Kondisi fisiknya tampak sehat dan sudah mampu menjaga kebersihan diri," kata Harry.
Status diduga ditulis siswi SMP yang bunuh bocah 6 tahun (Instagram) (Instagram Via TribunnewsBogor.com)
Secara sosial, lanjutnya, NF mulai terbuka dengan petugas untuk menceritakan permasalahannya dan merasa nyaman berada di balai anak milik Kemensos RI.
Dikatakan Harry, NF bahkan meminta Handayani tetap berada di Balai Anak Jakarta.
"NF meminta Handayani terus menemaninya sampai anaknya lahir," kata Harry.
Di Balai Anak Handayani, NF mendapatkan layanan rehabilitasi sosial sambil menunggu proses peradilan.
Harry berharap agar insiden yang terjadi pada NF tak terulang.
"Saya berharap tidak semata-mata membahas kasus NF, tapi lebih jauh kepada mendiskusikan upaya pencegahan meningkatkatnya masalah anak berhadapan dengan hukum (ABH),” tutur Harry.
(Tribunjakarta/Kompas)
Artikel ini sudah tayang di Tribun Jakarta dengan judul : Alami Pelecehan Sebelum Bunuh Balita di Sawah Besar, Terkuak Kondisi NF saat Ini: Menggambarnya Beda
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/siswi-smp-nf-pembunuh-balita.jpg)