Seorang Wanita Meninggal dalam Taksi Online Awalnya Batuk, Kejang, Ini Kronologi dan Pengakuan Sopir

Peristiwa meninggalnya seorang wanita dalam taksi online yang terjadi di Surabaya jadi bahan perbincangan hangat

Editor: Salomo Tarigan
Kolase SURYA.co.id/Luhur Pambudi/pixabay.com
Wanita meninggal dalam taksi online 

TRI BUN-MEDAN.com - Peristiwa meninggalnya seorang wanita dalam taksi online yang terjadi di Surabaya jadi bahan perbincangan hangat.

Wanita tersebut meninggal di tengah situasi covid-19 (virus corona) yang menakutkan.

HARUN MASIKU - Kabar Politisi PDI P Buronan KPK Sempat ke Palembang, Video Misteri Harun Masiku

Berikut 4 fakta wanita meninggal di taksi online saat melaju di Jalan Siwalankerto, Kota Surabaya, Jawa Timur yang dirangkum SURYA.co.id.

Rahasia Tarian Anti Gravitasi Michael Jackson Dikuak oleh Para Ahli, Benarkah Ada Paku di Sepatunya?

IM (42) merupakan warga Kecamatan Sawahan.

Diduga meninggal di dalam taksi online karena serangan jantung, Selasa (12/5/2020).

Menurut keterangan sopir taksi online, Gatot, sebelum meninggal IM batuk-batuk dan kejang-kejang hingga akhirnya tubuhnya robok ke samping kursi penumpang tengah.

Gatot yang mengetahui penumpangnya roboh pun menghentikan mobil Daihatsu Xenia warna hitam bernopol L-1070-PI di bahu Jalan Siwalankerto lalu minta tolong kepada warga yang ada di sana.

Namun, warga kelihatannya takut memebrikan pertolongan hingga salah satu di antara mereka menghubungi pihak kelurahan.

Mantan Istri Okan Cornelius, Viviane Laporkan Dugaan Kekerasan pada Anak, Berawal dari Info Sekolah

Jasad IM pun dievakuasi petugas yang menggunakan alat perlindungan diri ( APD) ke RSUD Dr Soetomo. 

Berikut 4 faktanya : 

1. Dua kali batuk lalu kejang

Ilustrasi Batuk
Ilustrasi Batuk (buoyhealth.com)

Gatot menceritakan, sebelum diketahui tak sadarkan diri lalu tergeletak meninggal dunia, IM sempat batuk sebanyak dua kali, lalu kejang-kejang.

Maudy Ayunda Akui saat Ini Sedang Jomblo, Enggan Beberkan Alasan Putus dengan Arsyah Rasyid

"Kayak batuk 2 kali, huk huk, belum muntah.

Saya noleh (menengok) ke belakang, nah kok kejang-kejang terus jatuh ke samping," ujar pria berkaus oblong itu pada awak media di lokasi.

Melihat penumpangnya kejang-kejang, Gatot sontak menghentikan laju mobilnya di bahu jalan tersebut.

Kemudian ia keluar dari mobil dan meminta pertolongan kepada warga, tukang becak atau pedagang kaki lima yang ada di sepanjang jalan tersebut.

"Saya berhentikan mobil di situ, lalu saya minta tolong.

Mungkin orang takut terus diteleponkan orang kelurahan," ujarnya.

2. Kronologi wanita meninggal di taksi online

Sang sopir menceritakan detik-detik wanita penumpang taksi online meninggal di mobil dan dievakuasi petugas yang mengenakan APD.
Sang sopir menceritakan detik-detik wanita penumpang taksi online meninggal di mobil dan dievakuasi petugas yang mengenakan APD. (SURYA.co.id/LUHUR PAMBUDI)

Siang itu, IM menumpang menyewa taksi online sebuah mobil Daihatsu Xenia warna hitam bernopol L-1070-PI yang dikemudikan Gatot.

Sopir taksi online menjemputnya sekira pukul 11.00 WIB di sebuah rumah toko (ruko) di kawasan Tenggilis Mejoyo, Surabaya.

Laiknya penumpang pada umumnya, Gatot menyapa IM setibanya masuk di dalam kursi penumpang mobilnya.

"Tadi dari Jalan Tenggilis Mejoyo mau ke padang pasir ( Jalan Siwalankerto) itu gak apa-apa, setelah itu saya nanya 'siang bu?' 'Siang' gitu. Ya saya nanya sekali aja," katanya saat ditemui awak media di lokasi.

Menurut Gatot, IM terbilang irit bicara dan hanya berkomunikasi seperlunya saja.

Bahkan saat Gatot bertanya alternatif rute jalan yang ingin ditempuh.

IM tak terlalu cerewet dan lebih memasrahkan semuanya, pada Gatot.

Ia juga tak begitu hafal wajahnya karena IM mengenakan masker kain menutup hidung dan mulutnya.

"Sampai depan kantor pos, saya tanya lagi 'lewat frontage atau lewat kutisari'.

Dia jawab 'lewat mana aja pak yang penting sampai tujuan'," ujarnya.

3. Warga takut beri pertolongan

Frontage road sisi barat Jalan A Yani Surabaya
Frontage road sisi barat Jalan A Yani Surabaya (surya/ahmad zaimul haq)

Ketika melintas di Jalan Frontage Jalan A Yani, Siwalankerto, Wonocolo, Surabaya, menjelang persimpangan jalan, IM mendadak batuk.

Gatot yang merasa khawatir dengan kondisi penumpangnya itu sempat melihat ke belakang dari kursi kemudi.

Ternyata tubuh IM telah roboh ke sisi kanan kursi penumpang dan kejang-kejang beberapa saat.

"Pas pertigaan sebelum masuk sini, terdengar kayak batuk gitu. Saya kira mau muntah, habis situ jatuh," terangnya.

Gatot yang panik sontak menghentikan laju mobilnya di bahu jalan tepat di seberang toko klontong.

Lalu ia meminta bantuan pada warga di sekitar; tukang becak dan penjual makanan di sepanjang jalan itu.

"Pak tolong pak, mungkin takut, enggak berani lalu ditelponkan orang kelurahan tadi," pungkasnya.

Tak lama kemudian anggota tim medis dari Pemkot Surabaya tiba ke lokasi, setelah memeriksa kondisi IM, ternyata IM telah dinyatakan meninggal dunia.

Setelah berkoordinasi dengan Kapolsek Wonocolo Kompol Masdawati Saragih, ternyata proses evakuasi terhadap jenazah IM menunggu dari pihak anggota Tim Inafis Polrestabes Surabaya.

Alhasil, sekira pukul 13.30 jenazah IM berhasil dievakuasi dan kini telah dibawa ke Kamar Mayat RSU Dr Soetomo Surabaya.

4. Dugaan serangan jantung

Ilustrasi: Pertolongan Pertama Saat Kena Serangan Jantung Seperti Ashraf Sinclair, Kenali Penyebab & Gejalanya
Ilustrasi: Pertolongan Pertama Saat Kena Serangan Jantung Seperti Ashraf Sinclair, Kenali Penyebab & Gejalanya (Thinkstock)

Kapolsek Wonocolo Kompol Masdawati Saragih menduga korban meninggal dunia karena penyakit jantung.

Hal itu dilatarbelakangi keterangan saksi mata, yakni sopir taksi online yang disewa, korban.

Raisa Andriana Beri Peringatan Ini saat Melelang Gaun Bersejarah via IG Live

Yang menyebut, sebelum diketahui tewas di bangku penumpang, IM sempat batuk-batuk lalu disusul gejala klinis berupa kejang.

"Informasi awal, mungkin jantung, belum ada pemeriksaan. Tapi dari laporan sopir tersebut, dia (korban) mengalami sakit, batuk," katanya saat ditemui awak media di lokasi.

Kendati begitu, Masdawati masih akan menunggu hasil visum luar yang dilakukan oleh anggota Tim Inafis Polrestabes Surabaya terhadap jenazah IM di Kamar Mayat RSU Dr Soetomo Surabaya.

Disinggung mengenai dugaan tewasnya IM karena terpapar Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), Masdawati tegas membantahnya.

HARUN MASIKU - Kabar Politisi PDI P Buronan KPK Sempat ke Palembang, Video Misteri Harun Masiku

"Tanda-tanda muntah kejang kejang tapi tidak sesak. Data awal bukan Covid-19. Karena situasi pandemi mau gak mau olah TKP pakai APD yang lengkap," pungkasnya.

HARUN MASIKU - Kabar Politisi PDI P Buronan KPK Sempat ke Palembang, Video Misteri Harun Masiku

(*)

Cara Mendapat Paket Internet Murah XL Axiata, Telkomsel, Promo Indosat dan Axis, Cara Aktivasi . .

surabaya.tri bunnews.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved