Ledakan di Komplek Cemara
Ledakan Gas Hancurkan Rumah di Komplek Cemara, Polisi Sebut Tidak Ada Korban Jiwa
Polisi membeberkan penyebab ledakan yang mengahncurkan satu unit rumah di Komplek Cemara Asri, Jalan Jambu Desa Sampali Kecamatan Percutseituan
TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Polisi membeberkan penyebab ledakan yang mengahncurkan satu unit rumah di Komplek Cemara Asri, Jalan Jambu Desa Sampali Kecamatan Percutseituan, pada Rabu (13/5/2020) sore,
Penyebab ledakan itu diduga disebabkan oleh gas bocor.
Ledakan juga juga berdampak pada bangunan di sampingnya.
Selain itu, satu unit mobil Wuling yang terparkir di seberang jalan di lokasi kejadian mengalami kerusakan di bagian kaca depan.
Puing-puing atap genteng bertaburan di jalan yang berada tepat di depan lokasi.
Wakapolrestabes Medan AKBP Irsan Sinuhaji bersama Kasat Reskrim AKBP Roni Nicolas dan Kapolsek Percutseituan Kompol Aris Wibowo turun langsung ke lokasi ledakan.
AKBP Irsan Sinuhaji mengatakan, sekitar pukul 15.00 WIB, Polsek Percutseituan mendapat informasi bahwa terjadi ledakan di Komplek Cemara Asri Jalan Jambu, Desa Sampali Kecamatan Percutseituan.
"Setelah mendapat laporan tersebut, kapolsek beserta tim terjun ke lokasi dan melaporkannya kepada bapak Kapolrestabes Medan.
Atas perintah beliau, tim langsung turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan, serta memanggil Jibom untuk meneliti apa penyebab ledakan ini," ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.
Hasil pemeriksaan sementara diduga ledakan disebabkan adanya kebocoran gas.
"Untuk mendapatkan spesifiknya, tim Inafis sedang bekerja di dalam. Yang jelas bisa kami simpulkan ini bukan ledakan yang diakibatkan kelompok-kelompok tertentu," katanya.
Untuk korban, kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa. Sebab, rumah tersebut tidak ada orang atau kosong.
Disinggung apakah gas dari pipa atau tabung gas, AKBP Irsan Sinuhaji mengatakan kepolisian masih melakukan pendalaman.
Ia menjelaskan bahwa pihak pengembang menyebutkan ada juga jalur pipa gas di kawasan tersebut.
Namun, asisten rumah tangga mengatakan mereka menggunakan tabung gas 12 kg.
“Intinya ini terjadi akibat ledakan gas. Untuk sumber dari mana masih dilakukan penelitian oleh tim Inafis," jelasnya.
Sementara itu di lokasi kejadian, polisi telah memasang garis polisi.
Terlihat petugas berseragam lengkap dan berseragam sipil melakukan penyelidikan.
Di seputaran lokasi, warga terlihat memadati lokasi kejadian.
(mft/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/wakapolrestabes-medan-akbp-irsan-sinuhaji-1.jpg)