Update Covid19 Sumut 12 Mei 2020
Perawat Relawan Covid19 di RS Martha Friska Ini Sedih Tak Bisa Rayakan Ulang Tahun Anak
Syahrial mengaku, kendalanya di awal bertugas adalah meninggalkan keluarga yang sangat mengkhawatirkan keselamatannya.
"Karena tugas kami tidak hanya menangani mereka secara medis, tapi juga memberi motivasi dan menjadi teman bercerita. Kadang itu ada juga yang dia merasa depresi karena harus jauh dari orang lain, tidak boleh dijenguk. Jadi kita harus bisa memberikan ketenangan kepada mereka dan memotivasi, supaya mereka bisa tetap semangat," katanya.
• Kisah Dokter Relawan Covid-19 Sumut, Bikin Ibu Menangis, Mertua sampai Sakit, Dicibir Tetangga Pula
Optimistis Wabah Pandemi Akan Berakhir
Agar bisa terus memiliki energi positif selama bertugas, Syahrial mengaku mencoba untuk selalu optimis dalam menjalankan tugasnya. Ia percaya bahwa dengan kerja keras suatu saat wabah pandemi ini akan berakhir.
"Yang namanya suka duka pasti ada, tapi ya itu sudah menjadi bagian dari resiko bertugas. Intinya harus tetap optimis bahwa pandemi ini akan berakhir," katanya.
Syahrial juga sempat kelelahan jika menangani pasien dalam jumlah yang sangat banyak di saat is bertugas.
"Kalau pasien sedang banyak itu pasti kecapekan, itulah dukanya," ungkap Syahrial.
Lelaki berusia 35 tahun ini mengaku bangga bisa menjadi bagian dari relawan Covid-19, baginya berjuang untuk masyarakat menjadi tugas yang mulia.
"Kalau sukanya ada perasaan bangga bisa turut berjuang dalam penanganan Covid-19 di Sumut ini. Karena saya juga berasal dari satu daerah di Sumut, dan memang banyak lagi relawan dari berbagai daerah," katanya.
Kepada pemerintah Syahrial berharap ada apresiasi yang diberikan kepada tenaga medis. Hal ini, menurut Syahrial yang memang harus dilakukan bagi seluruh tenaga medis di dunia.
"Harapannya para medis ini lebih disejahterakan lah, ada nilai yang diprioritaskan. Entah itu diangkat jadi PNS atau jadi tenaga honor di daerah. Karena sebagai bentuk penghargaan kepada yang sudah rela bertugas," ungkapnya.
Ia juga berharap agar masyarakat bisa patuh terhadap protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah.
Sebagai tenaga kesehatan yang optimis, Syahrial berpesan kepada rekan-rekan tenaga medis covid-19 lainnya agar saling mendukung dan menyemangati.
"Harus solid karena kita semua ini satu saudara, sama-sama berjuang dan bekerja keras agar wabah ini segera berakhir. Intinya harus saling mendukung dan menyemangati," pungkasnya.(cr14/tri bun-medan. com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/relawan-covid-sedih.jpg)