Akhirnya Barack Obama Buka Suara, Menyasar Presiden Donald Trump yang Kacau Tangani Corona
Mereka juga juga memiliki informasi keamanan terkait mantan presiden yang masih hidup dan beberapa pejabat penting Amerika Serikat.
Seorang sumber yang memahami percakapan telepon itu kemudian mengonfirmasikannya kepada Reuters.
TRI BUN-MEDAN.com - Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama menyebut cara Presiden Donald Trump menangani pandemi Virus Corona "kacau", dalam telekonferensi dengan para mantan anggota pemerintahannya, kata seorang sumber Sabtu (9/5/2020).
Obama selama ini jarang berkomentar meskipun Trump menyalahkannya dan pemerintahan Demokrat-nya atas berbagai masalah terkait pasokan untuk melawan pandemi yang telah menewaskan lebih dari 75 ribu warga Amerika.
Tapi dalam percakapan telepon Jumat (8/5/2020) dengan 3.000 anggota Asosiasi Alumni Obama, orang-orang yang menjabat dalam pemerintahannya, Obama menyerukan kepada para pendukungnya untuk mendukung kandidat presiden Partai Demokrat Joe Biden, yang berusaha mengalahkan Trump dalam pemilu 3 November.
Konten dari percakapan telepon itu pertama kali dilaporkan Yahoo News.
Seorang sumber yang memahami percakapan telepon itu kemudian mengonfirmasikannya kepada Reuters.
"Sangat penting karena kita tidak hanya melawan seorang individu atau parpol tertentu," kata Obama.
"Yang kita lawan adalah tren jangka panjang seperti egois, eksklusif, memecah belah, dan melihat orang lain sebagai musuh, itu telah menjadi tren yang semakin kuat dalam kehidupan Amerika," katanya.
Dia mengatakan itu sebabnya "respon terhadap krisis globalnya sangat lemah dan banyak kekurangan."
Kantor Obama menolak berkomentar. [vm/ft]
Belasan Pengawal (Secret Service) Donald Trump Dinyatakan Positif Virus Corona, 60 Dikarantina
Kabar Buruk datang dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump di tengah wabah Corona Virus atau Covid-19.
Kabar yang mengeyakkan dari Gedung Putih, dikabarkan ada sebelas anggota pengamanan atau Pengawal Donald Trump dari pasukan United States Secret Service dikabarkan positif Corona.
23 lainnya dalam masa pemulihan. 60 lainnya sedang dikarantina.
Belum diketahui apakah ada di antara pengawal yang terinfeksi melakukan kontak dekat dengan Presiden Trump atau Wakil Presiden, Mike Pence.
Juru bicara Secret Service, Justine Whelan mengatakan pada Yahoo News, pihaknya enggan menyebutkan jumlah rinci dan informasi kesehatan dari personel mereka yang telah dites positif.
"Untuk melindungi privasi dari informasi kesehatan pengawal kami dan untuk operasional keamanan, Secret Service tidak merilis berapa banyak pengawal yang dites positif COVID-19, maupun berapa banyak yang telah atau sedang menjalani karantina," kata Justine, dikutip Tribunjogja.com dari laman DailyMail.co.uk, Minggu (10/5/2020).
Secret Service adalah pengawal yang melindungi presiden, wakil presiden, dan para pemimpin dunia yang berkunjung.
Mereka juga juga memiliki informasi keamanan terkait mantan presiden yang masih hidup dan beberapa pejabat penting Amerika Serikat.
Justine menjelaskan jika pihaknya sudah mengikuti panduan pencegahan dari Centers for Disease Control (CDC).
Dia menolak untuk menjawab berapa banyak anggotanya yang dites positif bekerja di Gedung Putih.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kolase-foto-barack-obama-dan-donald-trump.jpg)