Jadi Hewan Paling Disayangi, Alasan Rasulullah Muhammad SAW Cintai Kucing, Tata Cara Menguburnya

Seperti yang kita ketahui, kucing juga merupakan hewan peliharaan Rasulullah yang paling beliau sayangi.

Tayang:
Instagram/sis.twins
Iriss dan Abyss, Kucing Kembar Berbulu Putih dengan Mata Berwarna Biru-Kuning yang Cantik 

Akan tetapi jika kucing itu adalah peliharaan orang lain, maka kita wajib menanggung ganti rugi.

Allah SWT berfirman:

“Tidak ada dosa bagi-mu untuk perbuatan yang kamu tidak sengaja, tetapi (yang ada dosa) apa yang disengaja oleh hatimu.” (QS. Al-Ahzab: 5).

Berkah mengubur kucing adalah memuliakan makhluk ciptaan Allah SWT, begitu juga dengan mendoakannya.

Hukum mendoakan kucing sebenarnya dibolehkan, akan tetapi tidak ada doa khusus dalam Islam yang mengajarkan hal tersebut.

Kita cukup mengubur mayat kucing setelah mati, karena memang diajarkan dalam Islam.

Secara manusiawi, merasa sedih karena kepergian kucing atau sesuatu yang disayangi hukumnya adalah mubah atau diperbolehkan, asalkan tidak berlebihan.

 Alasan Nabi Muhammad SAW Sangat Mencintai Kucing

Nabi Muhammad SAW memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Suatu saat, di kala Nabi hendak mengambil jubahnya, ditemuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai diatas jubahnya.

Tak ingin mengganggu hewan kesayangannya itu, Nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya.

Ketika Nabi kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk sujud kepada majikannya. Sebagai balasan, Nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan mungil kucing itu sebanyak 3 kali.

Dalam aktivitas lain, setiap kali Nabi menerima tamu di rumahnya, nabi selalu menggendong mueeza dan di taruh dipahanya. Salah satu sifat Mueeza yang Nabi sukai ialah ia selalu mengeong ketika mendengar adzan, dan seolah-olah suaranya terdengar seperti mengikuti lantunan suara adzan.

Hukuman bagi mereka yang menyakiti hewan lucu ini sangatlah serius, dalam sebuah hadist shahih Al Bukhari, dikisahkan tentang seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya, dan tidak pula melepas kucingnya untuk mencari makan sendiri, Nabi Muhammad SAW pun menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini adalah siksa neraka.

Dari Ibnu Umar ra bahwa rasulullah saw bersabda, “Seorang wanita dimasukkan kedalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberikan makan bahkan tidak diperkenankan makan binatang-binatang kecil yang ada di lantai,” (HR. Bukhari).

Nabi menekankan di beberapa hadis bahwa kucing itu tidak najis. Bahkan diperbolehkan untuk berwudhu menggunakan air bekas minum kucing karena dianggap suci.

Kenapa Rasulullah Saw yang buta baca-tulis, berani mengatakan bahwa kucing suci, tidak najis? Lalu, bagaimana Nabi mengetahui kalau pada badan kucing tidak terdapat najis? (TribunStyle.com/Anggie)

Artikel ini sudah tayang di Serambi Indonesia dengan judul : Alasan Rasulullah SAW Mencintai Kucing, Begini Tata Cara Mengubur Mayat Kucing sesuai Tuntunan

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved