Puasa Pertama di Skotlandia, Widi Ikuti Buka Bersama dan Demo Membuat Takjil Online
Warga muslim di Skotlandia harus merasakan durasi berpuasa yang lebih panjang
Sebelum adanya virus corona yang mengharuskan seluruh kota melakukan lockdown, Widi mengatakan di Edinburgh sendiri terdapat kegiatan-kegiatan ramadan seperti berbuka puasa bersama dan tarawih berjamaah.
"Sebagai gambaran, di tahun-tahun sebelumnya Muslim di Edinburgh dapat
menikmati iftar bersama di masjid terdekat, shalat berjamaah dan sahur di masjid atau rumah teman-teman sekitar masjid," terangnya.
Meskipun sedang dalam situasi lockdown, Widi aktif mengikuti kajian-kajian islam secara online yang dilakukan oleh komunitas atau organisasi Indonesia yang berada di Edinburgh. Selain itu ia juga disibukkan dengan jadwal kuliah dan tugas yang dilakukan via daring.
"Dalam situasi ini (lockdown), kegiatan ibadah dan interaksi sosial sangat dibatasi.
Kegiatan ibadah di seluruh masjid untuk sementara waktu ditiadakan (masjid ditutup
untuk publik). Beberapa restoran juga diimbau untuk tutup. Sehingga kami lebih
banyak menghabiskan waktu ramadan di rumah bersama keluarga/flatmate," katanya.
"Untuk kajian dan ta'lim dari masjid juga mulai dilakukan lewat platform-platform
online. Beberapa program yang dikoordinir oleh komunitas Islam di Edinburgh juga dilakukan online. Untuk pelajar seperti saya, Ramadan juga tetap diisi dengan beberapa tugas kuliah online, tugas akhir, ujian online, dan sambil menyusun disertasi. Bimbingan disertasi juga dilakukan secara online," tambahnya.
Untuk umat muslim di Inggris dan di Edinburgh sendiri, terang Widi komunitas Islam yang ada sangat membantu dalam memfasilitasi kegiatan-kegiatan peribadatan sehari-hari baik selama bulan Ramadan ataupun di luar Ramadan.
"Di UK dan di Edinburgh sendiri, kami memiliki komunitas muslim, yang disebut
Keluarga Islam Indonesia di Britania Raya (KIBAR). Biasanya kami melaksanakan
pengajian bulanan dan silaturahmi rutin di KIBAR Edinburgh. Informasi seputar islam
dan diskusi tentang shaum biasanya di share di komunitas ini," katanya.
Untuk suasana lebaran di Edinburgh sendiri, mahasiswa S2 program Marketing dan Business Analysis ini mengatakan bahwa sebelumnya pelaja muslim Indonesia merayakan lebaran dengan salat Ied berjamaah yang dilakukan di Central Mosque yang terdapat di tengah Kota Edinburgh.
"Untuk tahun-tahun sebelumnya, biasanya pelajar muslim dari Indonesia sama-sama
shalat Ied di Central Mosque, untuk tahun ini masih menunggu kebijakan dari pemerintah
dan Central Mosque apakah akan diadakan atau tidak. Beberapa teman-teman
pelajar asal Indonesia juga sudah pulang ke Indonesia sejak pandemi covid-19 mulai di bulan Maret-April lalu," tuturnya.
Memasak Masakan Indonesia
Untuk mengobati rasa rindu kampung halaman, Widi dan pelajar Indonesia lainnya yang tinggal di Edinburgh selalu memasak menu sahur dan berbuka sendiri di flat masing-masing. Mereka memasak masakan Indonesia yang bahan-bahannya bisa didapatkan di toko asia terdekat.
"Untuk sahur dan berbuka, biasanya pelajar Indonesia di Edinburgh lebih memilih memasak sendiri. Bahan makanan sangat mudah didapatkan di convenience store atau
supermarket yang letaknya berdekatan dengan tempat tinggal. Untuk bahan
makanan asia seperti tahu, tempe, sambal, bahkan indomie bisa didapat di Chinese
store," katanya.
Menurutnya, mendapatkan bahan makanan yang ramah untuk lidah warga Indonesia di Edinburgh tidak begitu sulit. Beberapa pelajar Indonesia juga sempat berjualan makanan Indonesia, namun karena situasi lockdown harus berhenti untuk sementara waktu.
"Daging-daging halal juga bisa didapatkan di butcher-butcher Halal yang jumlahnya lumayan banyak. Secara umum sebenarnya tidak ada kesulitan mendapatkan bahan makanan disini. Sebelumnya, banyak sesama pelajar atau keluarga pelajar yang berjualan makanan Indonesia, tapi sekarang ini sedang
berhenti karena lockdown," ungkap Widi.
"Kalau makanan khas Edinburgh ada Haggis namanya, cuman tidak terlalu ramah untuk muslim. Jadi yang bisa kita makan secara aman hanya ikan-ikan, dan salmon di sini cukup terkenal dan gampang didapatkan. Atau untuk menu daging, kami cari di Halal butcher," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/widi-andika-hidayat-nugrahadi.jpg)