VIRAL Driver Ojol Mendadak Terjungkal dari Motor, Terkapar di Jalan dan Kejang-kejang
Seorang driver ojek online (ojol) terkapar di tengah jalan dan kejang-kejang membuat heboh warga Kota Binjai.
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Juang Naibaho
Kejang parsial juga dapat memiliki gejala berupa sentakan bagian tubuh yang tidak disengaja, seperti pada lengan atau kaki. Bukan hanya itu, kejang ini bisa menimbulkan gejala sensorik spontan, seperti kesemutan, pusing dan lampu yang berkedip-kedip
Kejang parsial dengan kesadaran terganggu atau bisa disebut juga dengan kejang parsial kompleks.
Selama terjadi kejang parsial kompleks, seseorang biasanya tidak bisa merespons secara normal rangsangan dari luar.
Mereka juga tak bisa melakukan gerakan berulang, seperti menggosok tangan, mengunyah, menelan atau berjalan dalam lingkaran.
Gejala kejang parsial diketahui dapat dikacaukan dengan gangguan neurologis lainnya, seperti migrain, narkolepsi, atau penyakit mental.
Untuk membedakan epilepsi dari gangguan lain, diperlukan pemeriksaan dan pengujian menyeluruh oleh tenaga medis.
2. Kejang umum
Kejang yang melibatkan semua area otak disebut kejang umum.
Kapan harus ke dokter?
Seseorang dengan epilepsi dianjurkan segera mendatangi dokter jika mengalami gejala sebagai berikut:
- Kejang berlangsung lebih dari lima menit
- Pernapasan atau kesadaran tidak kembali setelah kejang berhenti
- Kejang kedua segera terjadi
- Mengalami demam tinggi
- Mengalami kelelahan
- Sedang hamil
- Menderita diabetes
- Penderita telah melukai diri sendiri selama kejang
- Kejang untuk pertama kalinya
Penyebab epilepsi
Melansir Health Line, penyebab epilepsi pada 6 dari 10 orang penderita tidak dapat ditentukan. Dengan kata lain, penyebab gangguan ini sulit diketahui secara pasti.
Namun, beberapa hal berikut mungkin termasuk faktor yang dapat membuat seseorang mengalami kejang karena epilepsi:
- Cedera otak traumatis
- Jaringan parut pada otak setelah mengalami cedera otak (epilepsi pasca-trauma)
- Penyakit serius atau demam tinggi
- Stroke adalah penyebab utama epilepsi pada orang di atas usia 35
- Penyakit pembuluh darah lainnya
- Kekurangan pasokan oksigen ke otak
- Tumor atau kista otak
- Demensia atau penyakit Alzheimer
- Penggunaan obat tertentu
- Cedera prenatal
- Malformasi otak
- Kekurangan oksigen saat lahir
- Penyakit menular seperti AIDS dan meningitis
- Kelainan genetik atau perkembangan atau penyakit neurologis
Keturunan memainkan peran juga dalam beberapa jenis epilepsi. Umumnya, ada kemungkinan 1 persen seseorang dapat mengembangkan epilepsi sebelum usia 20 tahun.
Namun, jika seseorang memiliki orang tua dengan epilepsi, risiko mereka menderita epilepsi bisa meningkatkat jadi 2 hingga 5 persen.
Faktor genetika tersebut juga dapat membuat beberapa orang lebih rentan terkena serangan epilepsi dari pemicu lingkungan. Epilepsi dapat berkembang pada usia berapa pun. Namun, diagnosis biasanya terjadi pada anak usia dini atau setelah usia 60 tahun.
(Dyk/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/driver-ojol-terjungkal-dari-motor.jpg)