Kuburan Massal Korban Corona di Iran, Ada Digali 10 Ribu Lubang Baru
Muncul rekaman penampakan kuburan masal korban Corona di Iran beredar di media sosial, menambah kekhawatiran tentang jumlah pasien corona.
Kuburan Massal Korban Corona di Iran, Ada Digali 10 Ribu Lubang Baru
TRI BUN-MEDAN.com - Muncul rekaman penampakan kuburan masal korban Corona di Iran beredar di media sosial, menambah kekhawatiran tentang jumlah pasien corona.
Rekaman mengerikan tersebut diduga diambil dari keluarga yang berkabung di kuburan massal virus corona di Iran.
Dikutip dari Intisari melalui sumberDaily Star, rekaman yang diambil di pemakaman Behesht-e Zahra di Teheran menunjukkan deretan lubang kuburan yang kosong.
Tampaknya lubang-lubang itu bagian baru yang baru dibuat untuk para korban virus corona.
Dari rekaman dapat dilihat ada seorang pria terlihat berdiri di atas lahan kosong saat dia memandang ke cakrawala yang mengerikan.
• Viral Dokter Jerman Selfi Tanpa Pakaian hingga Kanselir Angela Merkel Langsung Merespons
Pemakaman Behesht-e Zahra adalah kuburan terbesar Iran yang dapat menampung hingga 1,6 juta mayat.
Mojtaba Yazdani, wakil walikota Teheran mengatakan kepada kantor berita negara, IRNA, bahwa 10.000 kuburan tambahan dibangun dalam dimensi baru untuk korban virus corona.
Tetapi hanya ada 5.806 kematian yang dikonfirmasi di seluruh negara, dengan 91.000 yang terinfeksi.
• Aksi YouTuber Hasanjr11 Beri Rp 10 Juta Agar Orang Batal Puasa Tuai Kecaman, Ujungnya Minta Maaf
Aktivis oposisi Iran - yang mengutip sumber-sumber lokal - khawatir jumlah kematian mungkin 10 kali lebih tinggi dari angka resmi yang dilaporkan pemerintah.
Dan Organisasi Kesehatan Dunia sebelumnya mengatakan jumlah kematian Iran bisa lima kali lebih tinggi mengingat metode pengujian mereka yang terbatas.
Rick Brennan, Direktur Operasi Darurat di WHO mengatakan: “Jumlah kasus yang dilaporkan hanya mewakili sekitar seperlima dari jumlah sebenarnya.
• Ferdinand Hutahaean Geram Lihat Iis Dahlia yang Keluhkan Cicilan Rp 250 Juta: Apa Nggak Malu Ya?
"Alasannya adalah bahwa pengujian, seperti halnya bahkan di beberapa negara Eropa yang kaya, terbatas pada kasus yang parah."
Pusat penelitian parlemen Iran mengatakan total resmi hanya menghitung mereka yang meninggal di rumah sakit dan yang dites positif terkena virus sebelum mereka meninggal - yang berarti jumlah sebenarnya kemungkinan lebih tinggi.
• Gigi Hadid Hamil 20 Minggu, Begini Cara Supermodel Sembunyikan Kehamilan
Dia menjelaskan:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kuburan-massal-iran.jpg)