Ramadhan 2020

Cerita Anak Medan Puluhan Tahun Berpuasa di Negeri Jerman, Rindu Suasana Ramadan Bersama Keluarga

Susi sudah tinggal di Jerman kurang lebih 23 tahun. Wanita kelahiran Medan ini menikah dengan lelaki keturunan Eropa.

Editor: Juang Naibaho
HO
Susilawati Bildat, wanita asal Medan yang telah tinggal di Mannheim, Jerman, selama lebih dari 23 tahun. 

PEREMPUAN dengan nama lengkap Susilawati Bildat (49) ini hanya bisa pulang kampung dua tahun sekali.

Susi sudah tinggal di Mannheim, Jerman kurang lebih 23 tahun lamanya. Ia menikah dengan seorang lelaki keturunan Eropa, dan akhirnya harus tinggal jauh dari keluarganya di Medan.

Bagi perempuan asal Medan ini, menyesuaikan diri hidup di Jerman bukan hal mudah.

Terlebih sebagai seorang muslim yang hidup di tengah-tengah minoritas membuat momen Ramadan baginya tak lagi seperti saat bersama-sama keluarga di Medan.

"Pasti berbeda ya, dari mulai lama waktu berpuasa hingga suasananya berbeda sekali. Apalagi di sini hidup sebagai minoritas jadi harus pintar menyesuaikan diri," ujar Susi saat berbincang dengan Tri bun-Medan.com, Minggu (26/4/2020).

Susi bercerita, bahwa di Mannheim saat ini sedang musim semi. Di mana bunga-bunga sedang bermekaran.

Waktu subuh di Mannheim sekitar pukul 4 pagi, sementara waktu berbuka sekitar pukul 8 hingga 9 malam.

"Puasanya sekitar 17 jam lebih. Berbeda dengan di Indonesia. Kebetulan di dekat tempat tinggal saya ada beberapa orang muslim, sekitar empat sampai lima orang. Tapi enggak semua yang puasa, beberapa karena enggak tahan jadi enggak puasa," katanya.

Tidak seperti di Indonesia, tak ada terdengar azan berkumandang. Jumlah masjid di tiap kota juga sangat sedikit. Yang diketahui Susi, di Mannheim sendiri hanya terdapat satu masjid, yang digunakan oleh mayoritas orang Turki yang tinggal di Jerman.

"Saya kebetulan enggak pernah ke sana, karena sedikit jauh jaraknya dari apartemen.

Kalau di sini enggak ada azan, bedanya kalau di Indonesia kan kita jarang lupa karena kalau waktu salat itu azan terdengar jelas, jadi ingat sudah masuk waktu salat.

Di sini kami yang muslim khusus kalau ramadan gini informasi imsakiyah dilihat di internet," ujar Susi.

Sebagai orang Indonesia yang tinggal di Jerman, Susi mengaku tetap mengonsumsi nasi sebagai menu sahur dan berbuka.

Baginya, ada yang kurang jika dia tidak mengonsumsi nasi. Meskipun suami dan anaknya tidak makan nasi.

"Seenggaknya walaupun enggak tinggal di Indonesia tapi perut saya masih Indonesia. Wajib diisi nasi, kalau enggak ada yang kurang," tuturnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved