Ramadhan 2020

Foto-foto Sepinya Masjid di Negara Islam, Pemandangan Salat Tarawih Ramadan Bikin Raja Salman Sedih

Pemerintah terdesak--mau tak mau--harus mengeluarkan imbauan agar menjaga jarak. Salah satu imbasnya di bulan puasa ini, ibadah salat tarawih sepi.

photocollage/kompas.com/AFP
Susana salat tarawih hari pertama Ramadan 1441 H di Masjid Baiturrahman Banda Aceh, Indonesia, dan di Karachi, Pakistan. 

MPU juga mengingatkan untuk tidak menyelenggarakan buka puasa bersama dan sahur on the road.

Sebuah gambar yang diambil pada 24 April 2020, menunjukkan pekerja sanitasi mendesinfeksi area sekitar Ka'bah di Masjidil Haram, Arab Saudi, pada hari pertama bulan suci Ramadhan 1441 H, di tengah larangan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada pertemuan keluarga dan sembahyang massal karena Coronavirus (Covid-19).
Sebuah gambar yang diambil pada 24 April 2020, menunjukkan pekerja sanitasi mendesinfeksi area sekitar Ka'bah di Masjidil Haram, Arab Saudi, pada hari pertama bulan suci Ramadhan 1441 H, di tengah larangan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada pertemuan keluarga dan sembahyang massal karena Coronavirus (Covid-19). (STR / AFP)

Raja Salman Sedih

Muslim di seluruh dunia tahun ini merayakan Ramadan tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.

Perayaan Bulan Suci Ramadan 1441 H atau 2020 dimulai di tengah pembatasan yang belum pernah terjadi sebelumnya karena wabah Virus Corona atau Coronavirus (Covid-19).

Negara-negara di seluruh dunia telah menerapkan penguncian (lockdwon) dan penerapan aturan jarak sosial atau social distancing dan physical distancing yang ketat.

Pembatasan itu dilakukan untuk menekan penyebaran Virus Corona yang mematikan itu.

Koleksi Jam Tangan Bunga Citra Lestari, Berharga Fantastis Hampir Setengah Miliar

Raja Salman bin Abdul Aziz dari Arab Saudi mengaku sangat bersedih melihat perayaan Ramadan di sejumlah negara tahun ini yang sangat tidak seperti sebelumnya. 

Arab Saudi adalah tempat Kabah di Masjidil Haram yang merupakan tempat suci dan kiblat umat Islam sedunia.

Raja Salman mengatakan bahwa dia sedih karena umat Islam tidak bisa Shalat Tarawih atau Salat Tarawih bersama di masjid-masjid.

"Saya sedih bahwa bulan suci tiba di tengah-tengah keadaan yang membuat kami tidak dapat melakukan doa bersama dan tarawih di masjid karena tindakan pencegahan untuk melindungi kehidupan dan kesehatan masyarakat dalam memerangi pandemi Virus Corona," kata Raja Salman.

BERAS GRATIS dari Posko Beras Kandas Diterima Warga Penderita Stroke di Sunggal

Dia mengatakan itu dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh SPA sebagaimana ditulis dailymail.co.uk.

Namun demikian, tradisi sedang dilakukan di seluruh dunia untuk menandai dimulainya perayaan.

Muslim yang taat melakukan puasa atau menahan diri dari makan dan minum dari fajar hingga senja selama Ramadan dan berkumpul dengan keluarga untuk berbuka puasa di malam hari.

Ramadan juga merupakan bulan doa di mana umat Islam secara tradisional berkumpul dalam jumlah besar di masjid-masjid, terutama di malam hari.

Tetapi karena Coronavirus, hampir semua negara mayoritas Muslim telah menutup masjid dan meminta orang untuk salat di rumah selain memberlakukan jam malam untuk membatasi penyebaran virus yang mematikan itu.

Sumber: Warta kota
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved