Virus Corona

Konyol Trump Minta Disinfektan Disuntik ke Tubuh Pasien Covid-19, hingga Panen Kecaman

Dokter paru-paru Vin Gupta mengatakan: "Ide menyuntik atau menelan cairan pembersih ke dalam tubuh tidak bertanggung jawab dan berbahaya.''

Editor: Tariden Turnip
bbc
Konyol Trump Minta Disinfektan Disuntik ke Tubuh Pasien Covid-19, hingga Panen Kecaman . Presiden AS Donald Trump dalam briefing di Gedung Putih, 23 April 2020 

"Saya pernah dengar itu, tapi bukan untuk mengobati virus vorona," kata Dr Birx. "Demam adalah tanda yang bagus jika Anda sakit, itu artinya tubuh Anda merespon penyakit. Tapi saya belum pernah melihat pengobatan virus corona dengan memakai kepanasan atau cahaya."

"Saya pikir kita patut menelitinya," kata Trump.

Seorang wartawan yang hadir dalam konferensi pers tersebut bertanya apakah pernyataan aneh dari Trump tersebut berpotensi menyebar disinformasi yang berbahaya bagi warga Amerika.

Apa reaksi terhadap pernyataan Trump tersebut?
Sejumlah dokter di AS memperingatkan bahwa ide Trump tersebut berpotensi fatal.

Dokter paru-paru Vin Gupta mengatakan kepada NBC News: "Ide menyuntik atau menelan cairan pembersih ke dalam tubuh tidak bertanggung jawab dan berbahaya."

"Itu adalah cara yang sering dipakai jika orang ingin bunuh diri."

Sementara itu Kashif Mahmood, seorang dokter di Charleston, Virginia Barat, mengatakan di Twitter: "Sebagai seorang dokter, saya tidak bisa menyarankan menyuntik cairan disinfektan ke paru-paru, atau memaparkan diri terhadap radiasi sinar UV untuk mengobati Covid-19. Jangan mendengarkan nasihat medis dari Trump."

John Balmes, dokter paru-paru di Rumah Sakit Umum Zuckerberg San Francisco, memperingatkan bahwa orang dapat menderita masalah kesehatan hanya dengan menghirup bau cairan pemutih.

Seperti dikutip oleh Bloomberg News, Dr Balmes mengatakan: "Menghirup klorin dalam cairan pemutih adalah hal terburuk bagi paru-paru Anda. Rongga pernafasan dan paru-paru kita tidak dibuat untuk menghirup aerosol yang ada dalam cairan disinfektan.

"Walaupun cairan pemutih atau alkohol isopropyl tersebut encer, itu masih tidak aman bagi manusia. Itu adalah ide yang sangat konyol."

Trump sebelumnya menyarankan obat malaria, hydroxycloroquine, sebagai obat yang mungkin dapat mengobati virus corona. Tapi ia telah berhenti menggaungkan obat itu belakangan ini.

Minggu ini, sebuah studi yang meneliti sejumlah pasien virus corona di sebuah rumah sakit pemerintah AS khusus veteran militer mendapati jumlah pasien yang meninggal yang diobati oleh hydroxycloroquine lebih banyak ketimbang pasien yang meninggal dan mendapat perawatan standar.

Menanggapi ide Trump tersebut, Joe Biden, yang kemungkinan besar akan menjadi kandidat calon presiden dari Partai Demokrat dalam pemilu AS November nanti, mengatakan lewat Twitter: "Sinar UV? Menyuntik disinfektan? Bagaimana kalau ini, Presiden: tes orang lebih banyak. Sekarang. Dan sediakan alat pelindung diri bagi tenaga medis profesional."

Apa saran pemerintah AS?
Minggu ini, Pusat Kendali dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) memperingatkan warga AS untuk berhati-hati dalam menggunakan produk pembersih lantaran penjualan cairan disinfektan yang meningkat tajam di tengah pandemi Covid-19.

"Jumlah panggilan ke pusat keluhan racun meningkat tajam pada awal Maret 2020, dan kebanyakan adalah keluhan soal paparan terhadap produk pembersih dan disinfektan," demikian menurut laporan mingguan CDC soal jumlah penyakit dan kematian di AS.

Sumber: bbc
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved