Akhirnya Pelaku Pembunuhan Sadis Wanita di Apartemen Surabaya Ditangkap, Ini Motif Si Teman Kencan
Setelah di lokasi, tersangka sempat menawar tarif korban dan disepakati harga Rp 500 ribu untuk dua kali melakukan hubungan seksual
AJ mengaku, ia membunuh perempuan tersebut lantaran merasa tersinggung dengan perkataan korban yang melecehkan pelaku.
TRI BUN-MEDAN.com - Seorang perempuan berinisial IP ditemukan tewas di sebuah apartemen di Surabaya Barat, pada Rabu (22/4/2020).
Korban ditemukan tewas depan lift service dibunuh teman kencannya.
Perempuan itu merupakan warga Kelurahan Karangroto, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Deretan Artis yang Banting Setir Jadi PNS, Jabatan Tinggi selepas Tinggalkan Panggung Hiburan
Ekonom Rizal Ramli Menyasar Prabowo Subianto yang Diam-diam Menghemat Uang Negara Rp 50 Triliun
Deretan Fakta Han So Hee Sang Pelakor The World of Married yang Semakin Tenar, Beredar Foto SMA
Sering Disebut Settingan, Atta Halilintar Ungkap Status Hubungannya dengan Aurel, Irfan Hakim Kaget
Ahmad Dhani Beri Julukan Baru untuk Istrinya saat Masak Bareng, Mulan Jameela Lontarkan Protes
Foto Jadul Ashanty Tersebar, Bentuk Bibirnya Disoroti dan Dianggap Berbeda dengan Sekarang
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran menjelaskan, saat ditemukan, perempuan itu tewas dengan kondisi mengenaskan.
Ia tergeletak di depan lift, hanya mengenakan kaus dan celana dalam.
Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, ditemukan luka sayatan benda tajam di bagian lehernya.
Tak butuh waktu lama bagi Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Surabaya untuk mengungkap dan menangkap pelaku pembunuhan.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Sandi Nugroho mengatakan, pelaku pembunuhan adalah AJ.
Putuskan Mualaf, Ini Deretan Artis Indonesia yang Melakoni Ibadah Puasa Pertama Kalinya
Ariel NOAH Potong Rambut Sendiri Pakai Cukur Kumis dan Gunting Mie, Tantang Ari Lasso dan Sule
Viral Kisah Reporter Unggah Tutorial Potong Poni, Tak Sengaja Rekam Suami yang Sedang Mandi
Nekat Kawin Muda Berujung Janda seusai 2 Bulan, Salmafina Blak-blakan Bongkar hendak Dipoligami
Deretan Selebriti Cantik yang Perankan Pelakor di Drama Korea, Aktingnya Bikin Penonton Murka
Mengundang Air Mata Netizen, Aksi Pemulung Melindungi Anaknya dari Wabah Virus Corona
AJ merupakan seorang karyawan pabrik keripik usus di wilayah Sawahan Surabaya.
Dikutip dari Kompas, polisi menangkap pelaku di tempat AJ bekerja, Kamis (23/4/2020).
AJ mengaku, ia membunuh perempuan tersebut lantaran merasa tersinggung dengan perkataan korban yang melecehkan pelaku.
"Pelaku juga mengaku dibohongi oleh korban terkait layanan prostitusi yang ditawarkan oleh korban," kata Kapolrestabes.
Selain itu pelaku kecewa, korban mengingkari janjinya dan menolak kencan untuk kedua kalinya.
Sempat adu mulut dengan korban, AJ akhinya menusuk leher IP dengan benda tajam.
Nikita Mirzani Kaget, Tak Menyangka Ternyata Hal Ini Penyebab Lesty Kejora dan Rizky DAcademy Putus
IDI Akhirnya Buka Suara karena Keberatan atas Data Pemerintah soal Kematian Pasien Covid-19,
Suami dan Mertua Berselingkuh hingga Hamil, Harmonisnya Kisah Cinta Rumah Tangga Cuma Dua Bulan
Rumah Putra Asuh Terbakar dan Tak Ada Barang yang Tersisa, Ashanty Curhat Sedih Tak Bisa Datang
Ingatkah Kamu dengan Adik Pasha Ungu yang Pernah Tergabung di Duo Yangseku, Lihat Kabarnya Kini
Penampakan Rumah Sederhana Artis Tersohor Lesty Kejora meski Berbayar Ratusan Juta Sekali Manggung
Pengakuan Pelaku terkait Sempat Adu Fisik
Polisi telah mengamankan pelaku pembunuhan wanita di sebuah apartemen Surabaya pada Rabu (23/4/2020) lalu.
Polisi mengungkapkan, pelaku bernama Ahmad Junaidi Abdilah, pemuda usia 20 tahun, asal Karangprao Laok Emong, Sampang, Madura.
Sementara jasad perempuan berinisial IP, ditemukan di depan lift lantai 8, dengan keadaan hanya mengenakan kaus dan celana dalam.
Tersangka ditangkap polisi sekira lima jam setelah petugas keamanan menemukan jasad IP.
Berikut pengakuan pelaku yang Tribunnews.com rangkum dari berbagai sumber:
Sakit Hati dengan Korban
Dikutip dari TribunJatim, pelaku mengaku sakit hati setelah dihina tak mampu membayar tarif sewa layanan seks yang dibandrol korban di aplikasi Michat.
"Awalnya tersangka dan korban mengenal melalui aplikasi media sosial. Selanjutnya berkomunikasi intens selama hampir sehari untuk melakukan transaksi jasa seks yang ditawarkan korban."
"Setelah di lokasi, tersangka sempat menawar tarif korban dan disepakati harga Rp 500 ribu untuk dua kali melakukan hubungan seksual."
"Ternyata, untuk dua kalinya, korban menolak dan sempat terjadi cek-cok antara korban dan tersangka," ujar Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho, Kamis (23/4/2020).
Sering Gunakan Aplikasi Michat
Masih dikutip dari laman yang sama, Junaidi mengaku, dirinya sering menggunakan aplikasi Michat untuk melakukan transaksi seks.
"Sudah sering, tapi kalau sama korban baru kali ini," ungkapnya.
Bawa Ponsel Korban
Selain motif sakit hati, Junaidi juga membawa dua telepon genggam milik korban yang digeletakkan di meja dalam unit apartemen.
Meski mengaku menyesal, Junaidi kini harus meringkuk di Mapolrestabes Surabaya.
Junaidi dijerat pasal berlapis yakni pasal 338 KUHP dan 351 KUHP dan 365 KUHP.
Sempat Adu Fisik
Dikutip dari Kompas.com, Kamis, pelaku dan korban sempat adu fisik sebelum terjadi peristiwa pembunuhan.
Setelah itu, Junaidi mengambil pisau dapur dan menusuk leher korban.
Korban tersungkur di depan lift apartemen lantai delapan, tidak jauh dari unit tempat tinggal korban.
Fakta Penemuan Jasad Korban
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran mengatakan, ada bercak darah yang tercecer dari unit apartemen yang disewa korban.
"Dugaan sementara korban sempat berjalan keluar unit sampai akhirnya kehabisan darah di depan service lift tersebut, hingga meninggal dunia," kata Sudamiran, dikutip dari TribunJatim.com, Rabu.
Dari dalam unit apartemen yang ditinggali korban, ditemukan putung rokok dan bekas potongan rambut.
Polisi juga mengamankan beberapa barang bukti seperti celana jeans biru, jaket warna merah, dompet korban, handuk, dan bekas kaleng susu kemasan 250 ml.
Korban diketahui menyewa unit apartemen yang letaknya sekira enam meter dari lobby service lift lantai 8.
Korban menempati unit apartemen itu sejak tanggal 3 April 2020 hingga satu bulan kedepan yang habis pada 3 Mei 2020.
"Korban ini bukan pemilik unit, melainkan hanya menyewa unit apartemen tersebut, selama satu bulan," kata AKBP Sudamiran.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan luka sayat benda tajam di leher korban.
"Ada luka sayat di leher korban," ujarnya.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Pengakuan Pria Pembunuh Wanita di Apartemen Surabaya: Sakit Hati Dihina Korban, Sempat Adu Fisik" dan Tribun-Video.com dengan judul Terungkap, Wanita yang Ditemukan Tewas di Apartemen Surabaya Dibunuh Teman Kencan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pembunuhan-ika-puspita-sari.jpg)