Sosok Arief Budiman, Kakak Soe Hok Gie yang Pernah Dipecat dari Kampus Karena Melakukan Protes

Sahabat Arief Budiman, Daniel Dhakidae mengatakan, kabar meninggalnya tersebut diketahui dari jaringan pertemanan di Yogya.

KOMPAS/Hasanuddin Assegaf
ARIEF BUDIMAN Sosiolog, aktivis demonstran tahun 66, kelahiran Jakarta, 3 Januari 1941 dengan nama Soe Hok Djin. Tahun 1968 lulus Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia, tahun 1980 meraih Ph.D dalam bidang sosiologi dari Universitas Harvard, Amerika Serikat. 

Baginya, konflik dilihat sebagai komunikasi mengadu gagasan.

Sebagai intelektual, Arief terlihat sering menggunakan pemikiran strukturalisme untuk menggugat kapitalisme Orde Baru.

Ia kritis mempertanyakan masalah kebijakan pembangunan, kemiskinan, ketidakadilan, dan terabaikannya hak asasi manusia. Kritiknya tetap berlanjut meskipun rezim Soeharto telah berakhir.

Sebagai tokoh gerakan demokrasi, Arief menjadi semacam simpul dari berbagai aktivis gerakan yang tersebar di beberapa kota di Indonesia.

Terutama pada awal 1980-an ketika gerakan mahasiswa bertransformasi menjadi berbagai kelompok diskusi dan kelompok studi.

Ketika ia masuk Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga pada 1981, semua gerakan di kampus itu sering dihubung- hubungkan punya afiliasi dengan dirinya.

Tak hanya itu, Arief juga disebut manusia di tengah demonstrasi, termasuk pernah juga didemonstrasi beberapa mahasiswa UKSW.

Dipecat dari UKSW

Terhitung sejak 31 Oktober 1994, melalui surat keputusan yang ditandatangani ketua umum dan sekretaris Yayasan UKSW, Arief dipecat dengan tidak hormat dari posisinya sebagai tenaga akademik dan segala jabatan di UKSW.

Alasannya yakni Arief diketahui terus memprotes proses pemilihan rektor yang dianggapnya tak demokratis dan penuh kecurangan.

Oleh pimpinan Arief dianggap merugikan dan merusak citra universitas.

Masih dari sumber yang sama menyebutkan, sejak kecil Arief merasa sering diperlakukan tak adil, kecamuk politik yang berlangsung seiring pertumbuhannya, serta kepekaannya terhadap ketidakadilan, bertaut dengan hal lain agaknya punya peranan dalam altruismenya.

Perlu diketahui, altruismenya adalah perhatian terhadap kesejahteraan orang lain tanpa memperhatikan diri sendiri.

"Ada teman bilang, kalau tak ada pertentangan jangan-jangan saya malah sakit," kata Arief bercanda.

Suka humor

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved