Kisah Anggota Pleasure Squad yang Khusus Pemuas Nafsu Para Pejabat Korea Utara

Anggota Pleasure Squad adalah gadis-gadis cantik yang direbut paksa dari keluarga dan dikarantina dalam asrama khusus.

Editor: AbdiTumanggor
Daily Mail
Gadis anggota Pleasure Squad saat mengisi acara kenegaraan 

Begitu terpilih menjadi anggota Pleasure Squad , gadis-gadis ini akan direbut paksa dari keluarga mereka, dikarantina dalam asrama khusus, dan dilarang berhubungan dengan siapapun. 

TRI BUN-MEDAN.com - Bicara soal selir, apa yang ada dibenak Anda?

Nama selir pasti tidak asing jika menyangkut soal kerajaan. 

Ada juga mitos di mana selir 'dipaksa berkorban' demi seorang raja yang tengah bertahta.

Namun di zaman sekarang, hampir semua kerajaan bahkan pemerintahan modern pernah atau bahkan masih menerapkan status quo yang tak lagi relevan.

Tak terkecuali, Korea Utara.

Selir-selir versi Korea Utara itu dikenal sebagai Pleasure Squad.

Mereka akrab menyebutnya "Gippeumjo" yang berarti "pemberi kebahagiaan".

Sederhananya, sebut saja mereka para gadis penghibur Kim Jong Un, sang diktator dan pemimpin tertinggi di negara itu.

Remaja-remaja cantik pilihan ini dimanjakan dengan pakaian, make-up, dan kehidupan yang 'seakan tampak' mewah.

Namun, di balik semua itu, para anggota Pleasure Squad harus memanggul penderitaan yang teramat sangat menyakitkan.

Kim Jong Un
Kim Jong Un (IST)

Meski secara materi, kehidupan mereka terjamin, Pleasure Squad dipaksa 'menggadaikan' harga diri mereka.

Pleasure Squad dibentuk pertama kali oleh Kim Il Sun, kakek Kim Jong Un, di tahun 1970.

Tidak semua gadis bisa menjadi Pleasure Squad.

Mereka harus berusia antara 13-15 tahun, memiliki wajah cantik, kulit halus mulus tanpa bekas luka, suara lembut dan menggoda, serta tinggi minimal 170 cm.

Kim Jong Un
Kim Jong Un (net)
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved