Iran Gertak Amerika, Kirim Kapal Cepat ke Teluk Persia, Pamer Drone untuk Serang Pasukan AS, Israel

Iran telah melecehkan kapal-kapal AS di Teluk selama beberapa dekade tetapi retorika baru dirancang untuk meningkatkan ketegangan di front ini.

Reuters/Al Arabiya
Kapal Induk USS Theodore Roosevelt saat dikirim ke Teluk Persia untuk mengawasi kemungkinan Iran mengirimkan senjata ke Yaman. 

Iran telah melecehkan kapal-kapal AS di Teluk selama beberapa dekade tetapi retorika baru dirancang untuk meningkatkan ketegangan di front ini.

TRI BUN-MEDAN.com-Iran kembali mengertak Amerika di Teluk Persia dengan mengirim kapal cepat untuk bermanuver dan ganggu pasukan Amerika.

Mereka pengin memberikan sinyal ancaman sehingga pasukkan Amerika dan sekutunya meninggal kawasan Teluk Persia.

Taheran dinilai sengaja melancarkan berbagai gangguan dengan tujuan mengeluarkan Amerika, Irak dan Suriah dari Teluk Persia dan mereka melancarkan startegi tusuk jarum.

Kisah Serda Rebani Prajurit Marinir Gugur di Hutan Kalimantan Usai Membantai 3 Perwira Inggris

Iran telah melecehkan kapal-kapal AS di Teluk selama beberapa dekade tetapi retorika baru dirancang untuk meningkatkan ketegangan di front ini.

Di Suriah, media Iran juga mengirim pesan terhadap AS, dengan mengklaim AS "melatih para teroris."

Dengan turunnya harga minyak, nilai kawasan Teluk menjadi kurang strategis.

Akan tetapi, Iran tetap ingin membuat hubungannya dengan AS kian panas.

Pekan lalu, sebelas kapal cepat Korps Pengawal Revolusi Islam Iran mendekati beberapa kapal AS, termasuk kapal yang melakukan latihan helikopter dan kapal perusak.

Kapal cepat IRGC membuat manuver berbahaya dengan jarak hanya 10 yard dengan kapal angkatan laut AS.

Amerika merilis rincian tentang insiden itu.

Selama beberapa hari berikutnya IRGC mengatakan bahwa "teroris" AS adalah sumber ketidakstabilan regional.

Kemudian Iran mengumumkan drone bersenjata baru dan radar jarak jauh baru.

Itu juga meluncurkan putaran anti-tank baru yang dikatakan bisa dijatuhkan dari drone. Ini dirancang untuk meningkatkan tekanan terhadap AS.

Iran melangkah lebih jauh pada akhir pekan, dengan mengumumkan rudal angkatan laut baru miliknya yang dapat mencapai jarak 700 km dan mendesak pasukan asing untuk pergi setelah insiden.

Presiden Iran Hassan Rouhani menelepon rekan-rekannya dari Kuwait dan memberi tahu mereka tentang kemarahan Iran tentang kehadiran AS.

IRGC juga mengancam AS.

Kementerian luar negeri Iran juga merilis pernyataan yang menentang kehadiran "tidak sah" AS.

"Kami ingin mereka meninggalkan wilayah itu secepat mungkin," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Abbas Mousavi.

Ikhlaskan Inggit Garnasih untuk Soekarno, Kisah Sanusi Ceraikan Istrinya yang Mencintai Bung Karno

IRGC memperingatkan AS bahwa kesalahan sekecil apa pun akan menjadi yang terakhir.

Untuk menunjukkan keseriusannya menghadapi AS, situs web Iran, Tasnim, mempublikasikan video-video kapal perang AS yang diambil pada malam hari, 7 April.

Di Suriah, media Iran juga melakukan pers penuh di pengadilan, mengklaim AS "melatih teroris" di pangkalan Tans di mana pasukan AS ditempatkan.

(Barratut Taqiyyah Rafie)

Artikel ini sudah tayang di Intisari.Grid.ID dengan judul Usir Paksa Amerika Dari Teluk Persia, Iran Buat Situasi di Perairan itu Memanas Setelah Tuding Amerika 'Melatih Para Teroris'

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved