Turnamen Esports Venture, Ajang Adu Bakat Olahraga Online Saat Physical Distancing

Kegiatan ini berasal dari sebuah motivasi untuk mengembangkan ekosistem esports di Indonesia, dan tentunya untuk mendukung regenerasi atlet-atlet.

TRIBUN MEDAN/HO
DOKUMENTASI kegiatan tim Esportnesia dalam suatu kompetisi Esport beberapa waktu lalu. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Selama pandemi Covid-19 ini, banyak olahraga yang ditunda sementara untuk menghindari keramaian massa. Namun hal ini berbeda untuk olahraga yang dilakukan secara virtual yaitu e-sport.

Saat ini e-sport kian diminati para generasi milenial ataupun dewasa. Melihat hal tersebut, Esportnesia menggelar kompetisi bertajuk Esports Venture dengan mengusung empat pertandingan, diantaranya Mobile Legends : Bang Bang, League of Legends, Magic Chess, dan Call of Duty : Mobile.

Founder Esportnesia, Satya Kevino mengungkapkan bahwa turnamen ini dilatarbelakangi untuk menambah aktivitas selama physical distancing dan dan mengembangkan e-sport di Sumatra Utara.

"Kegiatan ini berasal dari sebuah motivasi untuk mengembangkan ekosistem esports di Indonesia, dan tentunya untuk mendukung regenerasi atlet-atlet esports baru ke depannya. Esports Venture di sini bersifat inklusif, bisa diikuti oleh siapa saja tanpa ada batasan ruang dan waktu," ungkap Satya, Senin (20/4/2020).

Satya menuturkan, kegiatan dilaksanakan secara daring agar dapat dijangkau oleh atlet e-sport dari daerah.

"Turnamen yang bersifat daring ini mengupayakan agar terbukanya kesempatan bagi pegiat e-sports yang berada di daerah. Tidak hanya terpusat di kota, seperti yang biasanya dilakukan secara offline," jelasnya.

Turnamen ini dilaksanakan dengan dibagi dalam beberapa cabang.

Diantaranya ada Mobile Legends dilaksanakan pada 25 April 2020, League of Legends dilaksanakan pada 2 Mei 2020, Magic Chess pada 9 Mei 2020, dan Call of Duty Medan pada 16 Mei 2020.

Satya menjelaskan, hingga saat ini pendaftar sudah mencapai 200 lebih pendaftar dan 100an lebih peserta yang mengikuti turnamen tersebut.

"Kalau diakumulasi tentunya sudah ada 200 lebih yang mendaftar dan sudah 100 lebih yang menjadi peserta. Sebab kapasitas turnamen juga masih terbatas di 32 tim per pertandingan. Di minggu lalu contohnya, di salah satu cabang, peserta yang mendaftar mencapai 90an dari 32 kuota yang tersedia," jelasnya.

Pendaftaran dapat dilakukan melalui instagram @esports.venture.

Bagi peserta yang telah mendaftar, nantinya peserta akan diundang ke dalam sebuah grup WhatsApp untuk melaksanakan briefing atau technical meeting satu hari sebelum acara.

Satya menjelaskan bahwa dalam turnamen ini menggunakan format pertandingan single elimination.

"Format pertandingan yang kita gunakan yaitu single elimination, dimana tim yang kalah dalam sebuah babak akan langsung tereliminasi. Namun untuk babak grand final, tim yang bertanding memiliki kesempatan sebanyak tiga ronde untuk merebut dua kemenangan," kata Satya.

Tambahnya bahwa turnamen ini, para pemenang akan menerima hadiah utama dan akan mendapat apresiasi fitur Hall of Fame.

"Hall of Fame ini diharapkan dapat memberi apresiasi atas pencapaian kompetitifnya dan termotivasi untuk dapat untuk mempertahankan simbol kemenangan. Selain itu juga berguna sebagai referensi kepada tim profesional yang sedang melakukan talent scouting," ujarnya.

Peserta Esports Venture, Hendri menuturkan bahwa kegiatan ini bagus untuk menyalurkan hobi Esports namun juga mampu mendapat penghasilan.

Warga Sumut Suka Langgar Aturan, Pakar Hukum Sebut Bakal Perburuk Status Darurat Covid-19

"Bagi saya bagus, Soalnya Esports tersebut dilaksanakan secara online jadi tidak perlu berkumpul di satu tempat yang ramai apalagi dengan kondisi dunia saat ini. Esport juga bisa membuat para generasi muda seperti saya yang memiliki hobi menjadi sebuah penghasilan bagi kami jika kami mahir dalam melakukannya kak," kata Hendri.

Hendri sendiri mengikuti turnamen Chess Rush.

Ia menuturkan bahwa dari cabang olahraga tersebut dapat menggunakan strategi.

"Ya, saya pernah ikut turnamen Chess Rush. Saya lebih tertarik terhadap permainan yang menggunakan strategi. Jadi saya mengikuti esport tersebut. Lebih ke hobi sih untuk mengikuti turnamen seperti itu," tuturnya.

Esportsnesia sendiri merupakan sebuah media informasi seputar perkembangan ekosistem esports di Indonesia yang memiliki visi untuk meningkatkan penerimaan esports dari masyarakat melalui pembuatan konten-konten edukatif, informatif, dan orisinil dilengkapi dengan sudut pandang yang kritis.

Melalui turnamen ini, Satya berharap agar masyarakat khususnya pemuda dapat mengisi kekosongan di tengah pandemi Covid-19 dan dapat mengembangkan bakat para atlet pemula dalam dunia Esport.

"Harapan ini tentunya untuk mengisi kekosongan dari ekosistem Esports tanah air saat ini, dimana para pegiat Esports kekurangan kesempatan dan juga eksposur untuk bisa berkarya di bidang yang ditekuninya," pungkas Satya.(cr13/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved